Kante Nikmati Perubahan Peran di Chelsea Era Maurizio Sarri
Dimas Ardi Prasetya | 2 Agustus 2019 18:43
Bola.net - Gelandang Chelsea N'Golo Kante mengaku ia menikmati perubahan peran yang dialaminya di era Maurizio Sarri.
Kante adalah seorang gelandang bertahan. Di posisi itu ia sudah terbukti kehebatannya.
Ia mampu mengantarkan timnya meraih sukses. Mulai dari Leicester City, Chelsea, hingga Timnas Prancis.
Akan tetapi setelah Sarri datang ke Chelsea, Kante digeser dari posisinya demi mengakomodir kehadiran Jorginho. Gelandang berusia 28 tahun ini didorong sedikit ke depan.
Kante pun jadi aktif membantu serangan. Alhasil ia jadi kurang efektif saat bertahan.
Adaptasi dengan Lancar
Pergantian peran ini tak diterima oleh fans Chelsea. Mereka pun kerap mengkritik keputusan Sarri tersebut.
Namun ternyata Kante sendiri mengaku tak keberatan posisinya diganti. Ia bahkan mengaku bisa menjalankan peran itu dengan baik.
"Saya telah bermain dalam kondisi selama beberapa tahun dengan hanya dua gelandang," buka Kante kepada Yahoo Sport, seperti dilansir GFFN.
“Tiba-tiba, saya menemukan diri saya sebagai gelandang box-to-box, dengan satu no.6 dan dua no.8. Dengan mengulang ini dalam permainan taktis dalam pelatihan, dalam pertandingan dan dengan saran dari pelatih, saya pikir saya berhasil beradaptasi," akunya.
Menikmati
Lebih lanjut, Kante mengaku dirinya menikmati peran baru tersebut. Ia juga mengaku senang dengan tantangan yang dihadirkan dari perubahan tersebut.
“Saya suka posisi ini, memungkinkan saya untuk bergabung dengan serangan dan memiliki peran menyerang dalam tim. Selain itu, ada juga sedikit tekanan lebih tinggi yang terlibat di lapangan yang saya nikmati," seru Kante.
“Di posisi ini, Anda kadang-kadang memiliki lebih sedikit waktu pada bola daripada di peran no.6. Anda harus memastikan bahwa anda memposisikan diri dengan benar dan menerapkan diri anda secara teknis. Saya suka tantangan ini dan saya suka posisi ini,” tegasnya.
Saat ini di Chelsea era Frank Lampard, N'Golo Kante kemungkinan akan kembali bermain di posisi yang lebih defensif. Lampard sendiri kerap memakai formasi 4-2-3-1.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
-
Apa Rahasia Hancurkan Chelsea 3-0, Brighton?
Liga Inggris 22 April 2026, 10:22
-
Soal Aurelien Tchouameni, Manchester United Masih 'Wait and See'
Liga Inggris 22 April 2026, 10:21
LATEST UPDATE
-
PSIM vs Persija Jakarta: Misi Macan Kemayoran Jaga Tren Menang di Gianyar
Bola Indonesia 22 April 2026, 12:18
-
Profil Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026: Sudah Saatnya Juara Lagi
Piala Dunia 22 April 2026, 12:11
-
Trofi Apa Saja yang Bisa Dimenangkan Inter Milan Musim Ini?
Liga Italia 22 April 2026, 12:00
-
Kalau Gak Main di MU, Bruno Fernandes Sudah Jadi Pemenang Ballon d'Or!
Liga Inggris 22 April 2026, 11:32
-
Inter Milan Sudah di Final Coppa Italia, tapi Siapa Lawannya?
Liga Italia 22 April 2026, 11:10
-
Brighton vs Chelsea, Yang Jadi Masalah Adalah Etos Kerja Pemain The Blues
Liga Inggris 22 April 2026, 10:37
-
Apa Rahasia Hancurkan Chelsea 3-0, Brighton?
Liga Inggris 22 April 2026, 10:22
LATEST EDITORIAL
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59








