Keberadaan Keita dan Fabinho di Anfield Dikritik Legenda Liverpool
Dimas Ardi Prasetya | 3 Desember 2018 19:14
Bola.net - - Eks pilar Liverpool Graeme Souness menyebut keberadaan Naby Keita dan Fabinho di Anfield sia-sia saja karena keduanya dianggap tidak meningkatkan kualitas lini tengah The Reds.
Keita maupun Fabinho datang di waktu yang bersamaan pada musim panas 2018 kemarin. Keduanya dibeli dengan mahal dari RB Leipzig dan AS Monaco.
Kehadiran kedua gelandang itu dianggap membuat lini tengah Liverpool makin komplit. Sebab kedalaman skuat menjadi terjaga sekaligus bisa memberikan tambahan kualitas.
Namun sampai sekarang keduanya tampak kesulitan untuk menunjukkan performa terbaiknya di Inggris. Keita memang dipercaya lebih awal untuk main di lini tengah namun kehadirannya belum memberikan efek yang diinginkan sementara Fabinho butuh waktu lebih lama untuk bahkan bisa masuk skuat inti The Reds.
Kritikan Souness
Musim ini performa Liverpool menang solid dan lini pertahanan mereka jadi lebih kuat. Akan tetapi anehnya mereka justru kesulitan untuk bisa mencetak banyak gol seperti musim lalu.
Menurut Souness, hal ini bersumber dari masalah di lini tengah. Ia pun menyoroti Keita dan Fabinho yang disebutnya tak memberikan upgrade alias peningkatan kualitas bagi lini tersebut.
"Sangat sulit untuk bersikap kritis terhadap performaLiverpool di Premier League, tetapi mereka tidak tampil dalam performa yang maksimal," cetusnya pada Sky Sports.
"Saya pikir banyak masalah datang dari lini tengah. Saya pikir jika Anda kembali ke musim panas, ia [Klopp] merekrut dua pemain tengah dan menginginkan yang ketiga - Nabil Fekir dari Lyon - dan saya tidak yakin apakah Fabinho dan Naby Keita adalah peningkatan dari apa yang sudah ia miliki sekarang," terangnya.
Biasa Saja
Ia kemudian membandingkannya dengan permainan penggawa lawas Liverpool musim lalu di lini tengah. Ia menyebut Jordan Henderson cs bekerja dengan lebih baik dan mempermudah kinerja lini serang yang ditempati Mohamed Salah dkk.
"Tahun lalu, lini tengah James Milner, Georginio Wijnaldum dan Jordan Henderson memenangkan perebutan bola lebih awal dan maju lebih awal dan tiga striker menyerang dan menyebabkan malapetaka. Sekarang, semuanya sedikit lebih biasa saja, mereka memenangkannya tetapi ada sentuhan atau umpan ekstra," terangnya.
"Saya pikir mereka harus mengembalikkan performa tiga penyerang itu secepat mungkin dan jika mereka bisa melakukan itu, maka mereka akan main secara maksimal. Tapi sekarang, bagi saya, mereka tidak di mana mereka adalah tahun lalu," klaimnya.
Berita Video
Rheza Danica Juara AP 250 Asia Road Race Championship 2018.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
LATEST UPDATE
-
Bernardo Silva Belum Memilih Klub Baru, Barcelona Harus Menunggu
Liga Inggris 8 Juni 2026, 03:29
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 7 Juni 2026, 22:42
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Monako di Monte Carlo
Otomotif 7 Juni 2026, 22:40
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47













