Kisah Haru Sir Alex Ferguson: Nyaris Menangis Saat Cristiano Ronaldo Pamit dari MU ke Real Madrid

Afdholud Dzikry | 14 April 2026 16:16
Kisah Haru Sir Alex Ferguson: Nyaris Menangis Saat Cristiano Ronaldo Pamit dari MU ke Real Madrid
Cristiano Ronaldo (kiri) dan Sir Alex Ferguson berpose di premiere film berjudul Ronaldo, di London pada 9 November 2015 silam. (c) Joel Ryan/Invision/AP

Bola.net - Manchester United pernah memiliki duet manajer dan pemain terbaik sepanjang masa. Sir Alex Ferguson dan Cristiano Ronaldo adalah kombinasi yang sangat mematikan di Liga Inggris beberapa tahun silam.

Kerja sama mereka membuahkan banyak trofi bergengsi di Old Trafford. Gelar Liga Inggris hingga Liga Champions berhasil mereka raih dalam kurun waktu enam tahun.

Advertisement

Ferguson memiliki peran sangat krusial dalam karier awal bintang asal Portugal tersebut. Ia berhasil mengubah pemuda berbakat dari Sporting Lisbon menjadi pemenang Ballon d'Or pada 2008.

Namun, ada satu momen yang sangat emosional bagi sang manajer legendaris asal Skotlandia itu. Ferguson nyaris meneteskan air mata saat Ronaldo memutuskan untuk meninggalkan Setan Merah.

1 dari 3 halaman

Kedekatan Ayah dan Anak

Hubungan antara Ferguson dan Ronaldo memang melampaui sekadar hubungan profesional biasa. Banyak pihak menilai mereka memiliki ikatan batin yang sangat kuat layaknya ayah dan anak.

Ferguson yang dikenal sangat keras ternyata memiliki sisi lembut saat menghadapi sang megabintang. Ia selalu memberikan dukungan penuh meskipun sang pemain akhirnya memilih tantangan baru di Spanyol.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan anak itu. Dia menjelaskan kepada saya apa yang dia rasakan dan itu persis seperti yang saya dan Carlos pikirkan dua atau tiga tahun lalu. Kami tidak pernah berpikir bahwa kami akan mempertahankannya untuk waktu yang lama," ungkap Fergie.

"Memilikinya selama enam tahun membuat kami sangat bangga dan sangat senang. Dia telah mengambil kesempatan ini untuk menghadapi tantangan lain dan saya menghormatinya karena dia adalah pemain yang fantastis bagi kami. Dia anak yang baik, tidak menimbulkan masalah, dan kami mendoakan yang terbaik untuknya," lanjutnya bangga.

2 dari 3 halaman

Momen Nyaris Meneteskan Air Mata

Kepergian Ronaldo ke Real Madrid pada tahun 2009 menjadi rekor transfer dunia kala itu. Ferguson sebenarnya sudah berusaha menahan sang pemain agar tetap bertahan lebih lama di Manchester.

Namun, keinginan kuat sang pemain untuk hengkang akhirnya membuat pertahanan emosional sang manajer runtuh. Momen pamitan di kantor manajer menjadi sangat menyedihkan bagi pria yang kini berusia 84 tahun itu.

Ferguson mengakui bahwa dirinya tidak bisa menahan rasa haru saat melihat anak asuh kesayangannya itu berpamitan secara langsung.

"Saya sangat bersimpati. Saya nyaris menangis ketika dia datang menemui saya," ujar Sir Alex Ferguson.

3 dari 3 halaman

Gagal Mendapatkan Pengganti Sepadan

Setelah melepas Ronaldo, Ferguson segera mencari penyerang baru untuk menambal lubang di lini depan. Nama Karim Benzema yang saat itu bersinar bersama Lyon menjadi target utama untuk didatangkan.

Sayangnya, United harus bersaing ketat dengan Real Madrid yang juga sangat menginginkan jasa bomber Prancis itu. Tawaran harga dari pihak Lyon ternyata dianggap terlalu tinggi oleh manajemen Setan Merah saat itu.

"Kami sempat mengejar Benzema tetapi menurut kami label harganya melampaui nilainya. Jika klub lain ingin melangkah ke level itu, itu sepenuhnya urusan mereka. Kami memiliki nilai yang kami anggap adil dan kami tidak ingin melampaui posisi tersebut," ungkapnya.

"Mungkin Lyon mengira kami meremehkannya dan itu tidak masalah karena itu adalah keputusan mereka. Mereka mendapatkan 42 juta euro dan mereka akan senang dengan hal itu. Semua ini memberi tahu Anda bahwa kami adalah pihak yang masuk akal," pungkasnya.

LATEST UPDATE