Kisah Kiper Chelsea yang Pernah Damprat Sarri Karena Dianggapnya Miskin Taktik
Dimas Ardi Prasetya | 25 Desember 2019 11:47
Bola.net - Eks kiper Chelsea Rob Green mengungkapkan ia pernah mendamprat Maurizio Sarri di Stamford Bridge karena dianggapnya miskin taktik.
Sarri diangkat menjadi manajer Chelsea pada musim panas 2018. Ia ditarik masuk ke Stamford Bridge untuk menggantikan Antonio Conte.
Sarri sebelumnya punya reputasi yang cukup bagus selama melatih di Italia. Ia mampu mengubah Napoli menjadi tim yang cukup mampu bersaing dengan Juventus untuk merebut Scudetto.
Kelebihannya tak cuma itu. Ia juga dipuji karena mampu memoles Napoli menjadi tim yang atraktif.
Sarri sempat membawa Chelsea tampil menjanjikan di awal musim. Sayangnya, ia tak mampu menjaga The Blues tampil konsisten saat akan memasuki pertengahan musim.
Chelsea akhirnya terlempar dari perburuan gelar juara Premier League. Mereka juga sempat nyaris kehilangan kans untuk finis di zona empat besar.
Didamprat di Depan Skuat Chelsea
Rob Green kemudian mengungkapkan pengalamannya saat masih memperkuat Chelsea di era Maurizio Sarri. Ia mengaku pernah mendamprat sang manajer di hadapan rekan-rekan satu timnya.
Ia mengaku terpaksa melakukan itu. Sebab rekan-rekannya yang lain tak ada yang berani bicara secara blak-blakan.
"Para pemain mengangkat tangan dan berkata, 'Kami sangat peduli' tetapi mereka berbicara tanpa banyak bicara. Saya berpikir untuk diri saya sendiri: 'Saya tidak bisa menerima ini'," ungkapnya dalam wawancara dengan The Athletic.
"Saya menoleh ke Sarri dan berkata: 'Dengar, Anda berada dalam posisi yang benar-benar sulit dan saya mengerti itu karena ada hal-hal yang terjadi di klub ini yang dapat saya lihat, Anda dapat melihatnya dan tidak ada orang di luar yang dapat melihat itu, jadi saya memahami Anda,' tetapi sementara itu saya berpikir, 'Saya akan mengkritiknya secara terang-terangan dan sekuat tenaga'," tutur Green.
"Saya kemudian menjabarkannya begitu saja. Saya katakan kepadanya: 'Anda tidak punya rencana B. Anda adalah manajer transaksional. Para pemain dalam kelompok ini bukan tipe orang yang berbicara kepada Anda seperti ini - mereka sangat peduli tetapi sangat takut untuk mengatakan sesuatu kepada Anda, seperti saya. Saya tidak peduli karena apa yang akan Anda lakukan pada saya - mencadangkan saya!?"
Dipuji Pemain Lain
Aksi nekat Rob Green itu ternyata mengundang decak kagum pemain Chelsea yang lain. Setelah menuntaskan sesi curhat itu, menurut Green, para pemain The Blues banyak yang memujinya, bahkan termasuk para asisten Maurizio Sarri sekalipun.
“Saya berbicara selama 15 menit. Banyak pemain mengatakan setelah itu bahwa mereka menikmati momen saya mengatakan itu: "Anda mengatakan apa yang ingin saya katakan tetapi saya tidak bisa mengatakannya.' Jelas, jika mereka bicara seperti itu, itu bisa mempengaruhi posisi mereka di tim atau masa depan mereka di klub," ujarnya.
“Dua asisten pelatih, Gianfranco Zola dan Carlo Cudicini, mengatakan sesuatu seperti: 'Itu brilian. Kami sudah mencoba tetapi kami berada dalam posisi yang dikompromikan karena itu adalah gaya yang sangat hierarkis dan tidak ada banyak umpan balik yang datang sebagai balasan,'" ungkapnya.
Rob Green tentu saja berani mengkritik Maurizio Sarri. Sebab ia memang tak punya beban. Saat itu di skuat Chelsea sudah ada Kepa Arrizabalaga yang jadi kiper nomor satu sementara deputinya adalah Willy Caballero.
(the athletic)
Baca Juga:
Potong Rambut Pertama Kali, Gelandang Chelsea Ini Diklaim Jadi Mirip Jadon Sancho
Sukses Kalahkan Mourinho, Frank Lampard Patenkan Formasi 3-4-3 untuk Chelsea?
Perang Berlanjut, Lampard Singgung Mourinho karena Menyia-nyiakan De Bruyne dan Mo Salah
Olivier Giroud Siap Berpisah dengan Chelsea Demi Piala Eropa 2020
Siapa Klub Premier League Tersukses dalam 1 Dekade ini? Ini Jawabannya
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 5-6 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 17:48
-
Prediksi Susunan Pemain Ipswich vs Liverpool: Barcola Berpeluang Debut
Liga Inggris 4 September 2026, 15:35
-
Gabung Al-Hilal, Gabriel Martinelli Jadi Penjualan Termahal Arsenal
Liga Inggris 4 September 2026, 15:00
-
Prediksi Arsenal vs Chelsea Versi Gary Neville: The Gunners Menang 2-0
Liga Inggris 4 September 2026, 13:36
LATEST UPDATE
-
Gabriel Martinelli Pergi, Mikel Arteta Tetap Puas dengan Opsi Serangan Arsenal
Liga Inggris 5 September 2026, 00:20
-
Link Live Streaming Betis vs Madrid, 5 September 2026
Liga Spanyol 4 September 2026, 23:45
-
Link Live Streaming Ipswich vs Liverpool, 5 September 2026
Liga Inggris 4 September 2026, 23:10
-
Xabi Alonso Minta Chelsea Move On dari Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 22:35
-
Michael Carrick Yakin Joshua Zirkzee Masih Penting untuk Manchester United
Liga Inggris 4 September 2026, 22:00
-
Jude Bellingham Makin Bersinar di Sistem Jose Mourinho: Lebih Bebas dan Lebih Berbahaya
Liga Spanyol 4 September 2026, 21:25
-
Hasil BRI Super League: Bali United Bungkam PSS Sleman, Dua Gol Dianulir
Bola Indonesia 4 September 2026, 21:19
-
Chelsea Siapkan 100 Juta Euro untuk Pengganti Enzo Fernandez
Liga Inggris 4 September 2026, 20:50
-
Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
Liga Inggris 4 September 2026, 20:15
-
Barcelona Punya Alasan Khusus Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Datangkan Julian Alvarez
Liga Spanyol 4 September 2026, 19:40
-
Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
Liga Inggris 4 September 2026, 19:05
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51




