Kisah Legenda Man United, Rio Ferdinand: Pernah Terpaksa Gunakan Kursi Roda Karena Cedera Panjang

Ari Prayoga | 11 Februari 2026 16:43
Kisah Legenda Man United, Rio Ferdinand: Pernah Terpaksa Gunakan Kursi Roda Karena Cedera Panjang
Legenda Manchester United, Rio Ferdinand. (c) Instagram @rioderdy5

Bola.net - Legenda Manchester United, Rio Ferdinand, mengungkap sisi lain dari gemerlap kariernya sebagai pesepak bola profesional. Di balik enam gelar Premier League dan total 14 trofi bergengsi yang ia raih, mantan bek Timnas Inggris itu harus membayar mahal dengan kondisi fisik yang kini tak lagi prima. Bahkan, pada momen tertentu, pria berusia 47 tahun tersebut terpaksa menggunakan kursi roda akibat cedera lama yang kambuh.

Dalam wawancara bersama Men’s Health UK, Ferdinand blak-blakan soal kondisi punggungnya yang bermasalah sejak lama. Ia mengaku selama enam tahun terakhir kariernya rutin mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dan menjalani suntikan demi tetap bisa tampil di lapangan. Kebiasaan itu kini berdampak panjang.

Advertisement

“Saya punya masalah punggung yang sudah lama. Ada momen rasa sakitnya sangat parah sampai saya harus dirawat di rumah sakit beberapa hari atau menggunakan kursi roda. Tiba-tiba saja datang,” ujarnya.

Cedera yang dialami Ferdinand menjadi pengingat bahwa kehidupan atlet profesional tidak selalu berakhir manis setelah pensiun. Meski telah gantung sepatu lebih dari satu dekade lalu, dampak fisik dari intensitas kompetisi level tertinggi masih ia rasakan hingga sekarang.

Kondisi tersebut memaksanya untuk lebih serius menjaga tubuh, sesuatu yang diakuinya baru benar-benar ia pahami setelah tidak lagi aktif bermain.

1 dari 3 halaman

Pilihan Hidup Rio Ferdinand

Kini menetap di Dubai bersama sang istri, Kate, dan anak-anak mereka, Ferdinand menyebut fase hidup barunya sebagai sebuah “petualangan”. Ia mulai menjalani pendekatan holistik dalam merawat kondisi fisiknya.

Untuk pertama kalinya sejak pensiun, ia rutin berkonsultasi dengan fisioterapis. Program latihannya pun dipantau secara terintegrasi antara fisioterapis dan pelatih pribadi.

“Bukan lagi memperbaiki saat rusak, tapi mencegah sebelum terjadi. Saya baru benar-benar paham sekarang, meski sudah terlambat di usia 47 tahun,” tuturnya.

Meski secara finansial dan prestasi ia bisa saja menikmati masa pensiun dengan santai, Ferdinand memilih tetap aktif bekerja. Baginya, etos kerja adalah nilai yang ingin ia wariskan kepada anak-anaknya.

Ferdinand menegaskan bahwa anak-anaknya perlu melihat langsung bagaimana kedua orang tuanya bangun pagi, bekerja, dan menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga.

“Saya tidak ingin hanya mengatakan itu pada mereka. Mereka harus melihatnya. Dan jujur saja, saya juga butuh bekerja untuk kewarasan mental saya,” katanya.

2 dari 3 halaman

Harapan Rio Ferdinand

Tahun lalu, Ferdinand mengambil keputusan berani dengan meninggalkan TNT Sports, tempatnya menjadi pundit, untuk membangun kanal YouTube sendiri bertajuk Rio Ferdinand Presents.

Ferdinand tertarik mengeksplorasi sisi lain dunia sepak bola di luar 90 menit pertandingan, mulai dari pola makan pemain, kualitas tidur, hingga metode pemulihan. Ia ingin membawa publik lebih dekat pada kehidupan para atlet di balik layar dan berada di garis depan perubahan lanskap media olahraga.

Di luar dunia media, Ferdinand juga aktif melalui Rio Ferdinand Foundation yang telah berjalan selama 15 tahun dan fokus membantu anak-anak kurang mampu. Ia berharap dikenang bukan hanya sebagai bek tangguh Manchester United, tetapi juga sosok pekerja keras yang sukses di berbagai bidang.

“Saya ingin dikenal sebagai orang yang tidak takut pada perubahan atau kegagalan. Seseorang yang berdiri untuk hal yang benar dan terus bergerak,” ucapnya.

Cedera mungkin membatasi geraknya sesekali, namun semangat Rio Ferdinand untuk terus berkembang dan memberi inspirasi tampaknya tetap tak tergoyahkan. Dari lapangan hijau hingga dunia bisnis dan media, perjalanannya membuktikan bahwa karier seorang legenda tak berhenti ketika peluit akhir dibunyikan.

Sumber: Men's Health UK

LATEST UPDATE