Kisah Sedih Mane: Keputusan Main Sepakbola Ditentang Orang Tua
Dimas Ardi Prasetya | 30 Agustus 2018 17:31
- Penyerang Liverpool Sadio Mane mengaku keputusannya untuk bermain sepakbola sempat ditentang oleh keluarganya.
Mane saat ini bisa dikatakan sebagai salah satu penyerang terbaik di Premier League. Ia membentuk trio yang menakutkan bersama Mohamed Salah dan Roberto Fimino.
Karirnya sendiri dimulai dari sebuah akademi sepakbola yang berada di Senegal, bernama Academie Generation Foot. Setelah itu ia terbang ke Prancis untuk gabung akademi klub Metz.
Mane kemudian hijrah ke Austria, tepatnya ke klub Red Bull Salzburg, pada tahun 2012. Dua tahun bermain di sana, ia kemudian berhasil menarik perhatian dan mereka memutuskan memboyongnya ke Premier League.
Diminta Fokus Sekolah

Karirnya memang menanjak cukup cepat. Ia sekarang mendapat gaji yang besar dan juga menjadi pilar andalan timnas Senegal.
Namun ternyata cerita Mane bisa saja berbeda, jika dahulu ia tak bersikap keras kepala. Sebab dahulu keluarganya tak mendukungnya bermain sepakbola dan memintanya untuk fokus belajar saja.
Ini saat yang sulit bagi saya ketika saya berada di Senegal, terutama ketika saya masih muda. Saya lahir di sebuah desa, saya dibesarkan di sana, dan mereka tidak suka sepakbola, buka Mane kepada SuperSport.
Ibu saya, ayah saya dan paman saya lebih suka saya pergi ke sekolah sepanjang waktu dan belajar. Pada waktu itu saya hanya fokus untuk menjadi pemain sepakbola, ujarnya.
Mereka mengatakan kepada saya 'Bagaimana Anda bisa menjadi pemain sepakbola? Itu tidak mungkin. Desa ini jauh dari Dakar (ibukota Senegal), bagaimana Anda bisa pergi ke sana? Kita bahkan tidak punya keluarga di sana.'
Tak Menyerah

Semua hal itu ternyata tak digubris oleh Mane. Ia tetap berlatih dengan tekun demi menggapai impiannya untuk jadi pemain sepakbola.
Ia akhirnya malah memantapkan diri untuk berhenti sekolah. Ia juga tak ciut nyali untuk pergi ke Dakar seorang diri.
Tapi saya tahu saya akan menjadi pemain sepakbola, saya hanya tidak tahu bagaimana caranya. Itu adalah satu-satunya hal yang saya lakukan, satu-satunya hal yang saya tahu. Selalu latihan, latihan, latihan, latihan, tegasnya.
Mereka tidak pernah, pernah mencoba untuk membantu saya sampai hari ketika saya meninggalkan sekolah saya, saya berusia lima belas atau enam belas tahun. Saya berkata 'Sekarang sudah cukup, saya harus berhenti sekolah - saya ingin menjadi pemain sepakbola, saya harus fokus', ucapnya.
Mereka berkata 'Apakah kamu gila, bagaimana?'. Saya berkata 'saya tidak tahu tapi saya akan pergi ke Dakar, saya tidak kenal siapa pun tetapi saya bisa bermain di jalanan dan semoga seseorang dapat menemukan saya. Saya pikir mereka mengira saya bercanda tetapi suatu hari saya mengemasi semua barang saya, berhenti sekolah dan pergi berangkat. Saya tidak memberi tahu siapa pun kecuali sahabat saya, terangnya.
Dipaksa Pulang

Pemain berusia 26 tahun ini mengakui bahwa keluarganya sempat kelabakan mencarinya. Akan tetapi setelah beberapa saat mereka berhasil menemukannya dan memaksanya pulang.
Selama satu pekan tidak ada yang melihat saya di rumah, atau di sekolah, jadi mereka mencoba menelepon ke mana-mana. Mereka mendatangi teman saya dan akhirnya ia memberi tahu mereka bahwa saya pergi ke Dakar.
Mereka menemukan saya, mereka membawa saya dari Dakar dan membawa saya kembali ke rumah, bebernya.
Bawaan Sejak Lahir

Mane kemudian ditanya dari mana ia mendapat semangat yang menggebu-gebu untuk bermain sepakbola. Ia mengaku tak tahu persis dari mana karena keluarganya sebenarnya tak ada yang bermain sepakbola sama sekali.
Itu sudah didapat sejak saya lahir, aku Mane.
Ketika saya berusia tiga atau empat tahu, hanya sepakbola yang ada di kepala saya. Saya pergi 10 tahun dan tidak ada yang berubah, hanya sepakbola, sepakbola, sepakbola, tegasnya.
Yang aneh adalah, tidak ada yang bermain sepakbola di keluarga saya sebelumnya, tutupnya.
(ss/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
Liga Champions 30 Oktober 2026, 06:55
-
Mendalami Kebangkitan Ronald Araujo di Liverpool usia Tinggalkan Barcelona
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 06:48
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




