Kisah Transformasi Mikel Merino: Dari Gelandang Pekerja Keras Menjadi Mesin Gol Dadakan Arsenal
Editor Bolanet | 8 November 2025 10:19
Bola.net - Mikel Merino menjadi bintang kemenangan 3-0 Arsenal atas Slavia Praha tengah pekan ini di Liga Champions. Ia secara mengejutkan memborong dua gol dalam laga tersebut.
Siapa sangka, pahlawan kemenangan The Gunners itu adalah seorang gelandang bertahan. Merino dipaksa mengisi kekosongan di lini depan oleh Mikel Arteta.
Ini adalah 'penemuan' yang lahir dari krisis cedera parah di dalam skuad. Arsenal harus kehilangan delapan pemain tim utama di Praha.
Merino, yang dipercaya menjadi No.9 darurat, menjawab tuntas keraguan itu. Ia memastikan Arsenal pulang dengan rekor sepuluh kemenangan beruntun.
Krisis yang Melahirkan 'Penemuan'

Mikel Arteta dihadapkan pada situasi pelik jelang laga krusial di Praha. Tujuh pemainnya tumbang karena cedera, memaksa sang manajer memutar otak.
Tanpa striker murni yang tersisa, Arteta harus "menemukan" solusi. Ia pun menunjuk Merino, sebuah keputusan yang di luar dugaan.
"Anda harus menemukan opsi, Anda selalu dapat memiliki opsi jika Anda menemukannya." kata Arteta.
"Jelas, Mikel belum pernah bermain di sana sebelum dia datang ke Arsenal, tetapi kami memiliki pengalaman bagus musim lalu, dan cara dia bereaksi serta tampil di posisi itu."
Naluri Striker yang Terpendam

Kepercayaan Arteta terbukti bukan sekadar pertaruhan kosong. Merino tampil seolah-olah ia adalah penyerang murni sepanjang kariernya.
Gol pertamanya lahir dari sontekan berkelas menyambut umpan Leandro Trossard. Itu adalah penyelesaian yang biasa dilakukan oleh seorang mesin gol ulung.
"Pandangan saya adalah dia selalu memiliki penempatan waktu yang sangat baik dan kapasitas untuk menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti. Terutama dengan satu sentuhan," ujar Arteta.
Transformasi Sang 'Monster Duel'
Julukan lama Merino sebagai 'monster duel' kini terasa usang. Ia membuktikan dirinya lebih dari sekadar gelandang petarung perebut bola.
Dua golnya di Praha menambah koleksinya menjadi 19 gol sepanjang tahun 2025. Sebuah catatan fenomenal, mengingat ia hanya mencetak 39 gol di sepanjang kariernya sebelum tahun ini.
"Sangat menyenangkan memilikinya." kata Arteta.
"Ini tentang keserbagunaannya di lapangan, hal-hal yang bisa dia lakukan, ini adalah pola pikirnya, ini adalah kepemimpinannya, ini adalah cara dia sebagai pribadi."
Belajar Taktik Saat Mengalami Cedera
Transformasi ini bukanlah keajaiban semalam. Semua lahir dari etos kerja dan kecerdasan taktis Merino yang luar biasa.
Saat menderita cedera di bulan-bulan pertamanya di Arsenal, ia menghabiskan waktu mempelajari permainan tim. Ia tidak hanya fokus pada perannya di lini tengah, tetapi juga peran pemain lain.
"Sangat menyenangkan memilikinya." kata Arteta.
"Ini tentang keserbagunaannya di lapangan, hal-hal yang bisa dia lakukan, ini adalah pola pikirnya, ini adalah kepemimpinannya, ini adalah cara dia sebagai pribadi."
Perekat Skuad Arsenal
Kini, Merino telah menjadi bagian penting dari kelompok pemimpin di ruang ganti. Ia bahkan sempat menjadi kapten tim di Carabao Cup.
Bagi skuad Arsenal, ia adalah 'pahlawan tanpa tanda jasa' sekaligus 'lem' perekat tim. Ia rela bermain di posisi manapun demi kebutuhan tim, dan standarnya tidak pernah turun.
"Hari ini kami kehilangan banyak pemain menyerang dan kami harus mencari solusi berbeda. Dia datang di Liga Champions dan mencetak dua gol." pungkas Arteta.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Wolves vs Chelsea: Sinyal Kebangkitan Cole Palmer jelang Piala Dunia 2026
Liga Inggris 8 Februari 2026, 04:54
-
Arsenal vs Sunderland: Gyokeres Menggila, The Gunners Menjauh di Puncak
Liga Inggris 8 Februari 2026, 04:14
-
Prediksi Valencia vs Real Madrid 9 Februari 2026
Liga Spanyol 8 Februari 2026, 03:00
-
Prediksi PSG vs Marseille 9 Februari 2026
Liga Eropa Lain 8 Februari 2026, 02:45
LATEST UPDATE
-
Erick Thohir Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:13
-
Israr Megantara Seperti Kylian Mbappe: Bikin Hattrick di Final, tapi Gagal Juara
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:04
-
Melihat Bryan Mbeumo Sebagai 'Big Game Player' Manchester United
Liga Inggris 8 Februari 2026, 09:46
-
Kembalinya Kai Havertz Sebagai Puzzle Penting Arsenal
Liga Inggris 8 Februari 2026, 09:30
-
Prediksi Persija vs Arema FC 8 Februari 2026
Bola Indonesia 8 Februari 2026, 07:57
-
Ketajaman Lewandowski, Konsistensi Rashford, Mentalitas Kolektif Barcelona
Liga Spanyol 8 Februari 2026, 07:00
-
Terungkap Alasan Menepinya Frenkie de Jong saat Barcelona Hantam Mallorca
Liga Spanyol 8 Februari 2026, 05:56
-
Kekalahan di Final Tak Menghapus Makna Perjalanan Luar Biasa Timnas Futsal Indonesia
Tim Nasional 8 Februari 2026, 05:08
-
Wolves vs Chelsea: Sinyal Kebangkitan Cole Palmer jelang Piala Dunia 2026
Liga Inggris 8 Februari 2026, 04:54
-
Arsenal vs Sunderland: Gyokeres Menggila, The Gunners Menjauh di Puncak
Liga Inggris 8 Februari 2026, 04:14
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42




