Konsistensi, Kunci Sukses Manchester City di Premier League
Editor Bolanet | 6 Oktober 2013 03:02
- Manchester City layaknya seperti tim bermuka dua musim ini. Sempat bermain fantastis saat melawan Manchester United dan menang dengan skor telak 4-1 di Etihad Stadium, tim asuhan Manuel Pellegrini itu malah loyo saat dilibas Aston Villa 3-2.
Bukan kali itu saja Manchester City gagal memenuhi ekspektasi banyak orang. Sebelumnya, mereka sempat kalah dari Cardiff City dan akhirnya dikalahkan oleh Bayern Munich, walaupun di pertandingan ini kekalahan lebih banyak disebabkan oleh kesalahan taktik Pellegrini.
Sebagai sebuah klub kaya, City memiliki banyak pemain dengan skill menawan. Bahkan tanpa mentransfer pemain anyar pun, mereka sudah bisa memanfaatkan talenta-talenta seperti Yaya Toure, Sergio Aguero, dan David Silva.
Namun sayangnya, Silva tidak bisa tampil dari awal musim karena menderita cedera. Absennya pemain asal Spanyol ini benar-benar menjadi kehilangan besar untuk City. Secara skill, bahkan bisa dibilang gelandang ini merupakan salah satu yang terbaik di Inggris.
Setelah beberapa pekan absen, akhirnya Silva bisa kembali menjajal kemampuannya kala tampil sebagai cameo menghadapi Bayern Munich di Liga Champions. Dari laga ini saja kita bisa melihat permainan City sedikit meiningkat. Dari awalnya dipaksa bermain separuh lapangan, City sedikit demi sedikit mulai menjadi ancaman bagi Bayern seiring masuknya Silva.
Mungkin saja jika Silva sudah benar-benar 100% fit maka ia akan mampu merubah hasil dan City akan bemain dengan lebih baik. Kehadirannya mungkin akan memaksa Pellegrini memainkan satu orang striker, ketimbang menggunakan dua orang di lini depan.
Kembali ke Premier League, Silva merupakan salah satu kunci kemenangan City atas Everton. Ia terlibat aktif di dalam semua peluang dan serangan yang dihasilkan oleh tim biru langit. Menjaga agar pemain Spanyol ini tetap berada di kondisi puncak merupakan kunci agar City bisa mencapai kesuksesan musim ini.
Silva bisa dikatakan sebagai otak serangan City di lini tengah. Tanpa kehadirannya, kurang lebih bisa disimpulkan tim menjadi jauh lebih lemah.
Bicara soal persaingan, perebutan gelar juara Premier League musim ini bisa dibilang cukup terbuka. Sepertinya tak akan ada tim yang bisa tampil dominan dan memimpin perlombaan ini seorang diri. Ini tentu berbeda dibandingkan dengan musim lalu, di mana Manchester United tampil lebih baik dibandingkan tim lainnya.
Musim ini berbeda. Tim-tim besar seperti Chelsea, United, dan City memiliki manajer baru. Arsenal mungkin bisa dipertimbangkan sebagai ancaman baru, namun jika tak tahan dengan tekanan sebagai tim unggulan, yang tentunya jarang mereka rasakan dalam beberapa tahun terakhir, status tersebut tak akan bertahan lama.
City sebenarnya memiliki kualitas untuk menjadi juara, namun mereka masih membutuhkan waktu untuk bisa menyesuaikan diri dengan metode bermain dan taktik yang diterapkan oleh Manuel Pellegrini.
Klub ini memiliki semua bahan yang dibutuhkan untuk menjadi juara. Mereka mempunyai pelatih kelas dunia, pemain top, dan dana untuk memperkuat skuat di bulan Januari. Satu-satunya yang hilang dari tim adalah konsistensi. Itulah yang akan menghantar City menjadi juara. Apakah mereka akan mampu melakukannya? Masih perlu kita lihat hingga akhir musim. [initial]
(bola/rer)
Bukan kali itu saja Manchester City gagal memenuhi ekspektasi banyak orang. Sebelumnya, mereka sempat kalah dari Cardiff City dan akhirnya dikalahkan oleh Bayern Munich, walaupun di pertandingan ini kekalahan lebih banyak disebabkan oleh kesalahan taktik Pellegrini.
Sebagai sebuah klub kaya, City memiliki banyak pemain dengan skill menawan. Bahkan tanpa mentransfer pemain anyar pun, mereka sudah bisa memanfaatkan talenta-talenta seperti Yaya Toure, Sergio Aguero, dan David Silva.
Namun sayangnya, Silva tidak bisa tampil dari awal musim karena menderita cedera. Absennya pemain asal Spanyol ini benar-benar menjadi kehilangan besar untuk City. Secara skill, bahkan bisa dibilang gelandang ini merupakan salah satu yang terbaik di Inggris.
Setelah beberapa pekan absen, akhirnya Silva bisa kembali menjajal kemampuannya kala tampil sebagai cameo menghadapi Bayern Munich di Liga Champions. Dari laga ini saja kita bisa melihat permainan City sedikit meiningkat. Dari awalnya dipaksa bermain separuh lapangan, City sedikit demi sedikit mulai menjadi ancaman bagi Bayern seiring masuknya Silva.
Mungkin saja jika Silva sudah benar-benar 100% fit maka ia akan mampu merubah hasil dan City akan bemain dengan lebih baik. Kehadirannya mungkin akan memaksa Pellegrini memainkan satu orang striker, ketimbang menggunakan dua orang di lini depan.
Kembali ke Premier League, Silva merupakan salah satu kunci kemenangan City atas Everton. Ia terlibat aktif di dalam semua peluang dan serangan yang dihasilkan oleh tim biru langit. Menjaga agar pemain Spanyol ini tetap berada di kondisi puncak merupakan kunci agar City bisa mencapai kesuksesan musim ini.
Silva bisa dikatakan sebagai otak serangan City di lini tengah. Tanpa kehadirannya, kurang lebih bisa disimpulkan tim menjadi jauh lebih lemah.
Bicara soal persaingan, perebutan gelar juara Premier League musim ini bisa dibilang cukup terbuka. Sepertinya tak akan ada tim yang bisa tampil dominan dan memimpin perlombaan ini seorang diri. Ini tentu berbeda dibandingkan dengan musim lalu, di mana Manchester United tampil lebih baik dibandingkan tim lainnya.
Musim ini berbeda. Tim-tim besar seperti Chelsea, United, dan City memiliki manajer baru. Arsenal mungkin bisa dipertimbangkan sebagai ancaman baru, namun jika tak tahan dengan tekanan sebagai tim unggulan, yang tentunya jarang mereka rasakan dalam beberapa tahun terakhir, status tersebut tak akan bertahan lama.
City sebenarnya memiliki kualitas untuk menjadi juara, namun mereka masih membutuhkan waktu untuk bisa menyesuaikan diri dengan metode bermain dan taktik yang diterapkan oleh Manuel Pellegrini.
Klub ini memiliki semua bahan yang dibutuhkan untuk menjadi juara. Mereka mempunyai pelatih kelas dunia, pemain top, dan dana untuk memperkuat skuat di bulan Januari. Satu-satunya yang hilang dari tim adalah konsistensi. Itulah yang akan menghantar City menjadi juara. Apakah mereka akan mampu melakukannya? Masih perlu kita lihat hingga akhir musim. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Domino Transfer Rodri, Manchester United Gagal Dapatkan Pemain Incaran?
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 10:00
-
Kejutan! Liverpool Amankan Jasa Ronald Araujo dari Barcelona
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 07:36
-
Manchester City Selangkah Lagi Amankan Bintang Timnas Maroko Ini
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 07:00
-
Termasuk Bruno Fernandes, MU Siapkan 22 Pemain untuk Hadapi PSG
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 06:00
LATEST UPDATE
-
Thailand dan Malaysia Melaju ke Semifinal Piala AFF 2026
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 22:01
-
PSG Naikkan Tawaran untuk Rekrut Kiper Incaran Juventus
Liga Eropa Lain 8 Agustus 2026, 22:00
-
Hasil Uji Coba: Chelsea Hajar AC Milan 3-0 di SUGBK
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:16
-
Prestasi Membanggakan, PP PBVSI Dapat Penghargaan FIVB World Event 2025
Voli 8 Agustus 2026, 21:05
-
Bruno Guimaraes Siap Jadi Pejuang Arsenal dan Bantu Raih Banyak Trofi
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 21:00
-
Ferran Torres Capai Kesepakatan dengan PSG
Liga Spanyol 8 Agustus 2026, 20:20
-
Hasil Uji Coba: Inter Milan Kalahkan Juventus 2-1 di Australia
Liga Italia 8 Agustus 2026, 20:12
-
Segini Dana yang Harus Dikeluarkan Liverpool untuk Permanenkan Ronald Araujo
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 19:01
-
Jadwal Pre-season Friendly Match 2026 - Chelsea vs Johor Darul Tazim di Vidio
Liga Inggris 8 Agustus 2026, 18:21
-
Piala AFF 2026 Jadi Panggung John Herdman Seleksi Pemain untuk FIFA ASEAN Cup
Tim Nasional 8 Agustus 2026, 18:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59





