Kritik Wasit Pep Guardiola Dinilai Tak Logis, Ini Rangkaian Faktanya

Richard Andreas | 27 Januari 2026 19:14
Kritik Wasit Pep Guardiola Dinilai Tak Logis, Ini Rangkaian Faktanya
Pelatih Man City, Pep Guardiola di sesi latihan tim jelang lawang Bodo/Glimt pada lanjutan Liga Champions, 19 Januari 2026. (c) Fredrik Varfjell/NTB Scanpix via AP

Bola.net - Reaksi Pep Guardiola kembali menjadi bahan perbincangan usai Manchester City meraih kemenangan atas Wolves di Premier League. Alih-alih fokus pada hasil positif, sang pelatih justru meluapkan kemarahannya terhadap keputusan wasit.

Guardiola memang dikenal sulit ditebak dalam konferensi pers. Dalam beberapa kesempatan, ia tampil tenang setelah hasil buruk, namun justru meledak setelah kemenangan yang relatif rutin.

Advertisement

Pola tersebut kembali terlihat akhir pekan lalu, ketika City kembali ke jalur kemenangan setelah kekalahan menyakitkan dari Manchester United dan Bodo/Glimt, tetapi perbincangan pascalaga bergeser ke kontroversi wasit.

1 dari 3 halaman

Reaksi Guardiola terhadap Keputusan Wasit

Reaksi Guardiola terhadap Keputusan Wasit

Pelatih Manchester City Pep Guardiola (tengah) memberi instruksi kepada Erling Haaland (kanan) pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Wolves, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Perubahan sikap Guardiola terjadi saat ia ditanya soal keputusan wasit Farai Hallam yang tidak memberikan penalti atas dugaan handball, meski telah diminta meninjau ulang insiden tersebut oleh VAR.

Pelatih Wolves, Rob Edwards, justru memuji Hallam karena menunjukkan karakter kuat dan berpegang pada keputusan di lapangan.

Guardiola, sebaliknya, mengisyaratkan bahwa sang wasit berusaha mencari perhatian dan menjadikan insiden itu sebagai contoh terbaru keputusan yang merugikan Manchester City.

“Saya ingin para pemain melawan itu, meskipun mereka, para wasit, sudah sembilan tahun, enam gelar Premier League yang telah kami menangkan,” ujar Guardiola.

Komentar tersebut dipandang sebagai upaya terbaru Guardiola membangun mentalitas terkepung untuk memacu timnya di sisa musim, yang oleh sebagian pihak diyakini bisa menjadi musim terakhirnya bersama City.

2 dari 3 halaman

Bayangan Jose Mourinho Kembali Muncul

Bayangan Jose Mourinho Kembali Muncul

Pemain Manchester City Marc Guehi (kiri) berbincang dengan pelatih Pep Guardiola di pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Man City vs Wolves, 24 Januari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Komentar Guardiola di konferensi pers dan sikapnya terhadap Hallam setelah laga dinilai menyerupai pendekatan yang dulu kerap ia kritik. Ia dianggap mulai meniru gaya Jose Mourinho, sosok yang pernah menjadi rival utamanya.

Mourinho dikenal sering menjadikan wasit sebagai kambing hitam, terutama saat berseteru dengan Guardiola ketika melatih Inter dan Real Madrid. Pada periode itu, Guardiola kerap mengambil posisi moral yang lebih tinggi.

Kini, sejumlah gestur Guardiola, termasuk aksinya mengacungkan enam jari ke arah suporter Liverpool untuk menandai enam gelar Premier League bersama City, disebut mengikuti pola yang sama, meski masih bisa dianggap tidak berbahaya.

3 dari 3 halaman

Argumen yang Dinilai Kontradiktif

Kritik Guardiola kali ini juga dinilai tidak konsisten. Ia menyoroti wasit yang menjalani debut di Premier League dan justru berani tidak mengikuti rekomendasi VAR, padahal Guardiola sendiri kerap mengeluhkan dominasi VAR.

Sebelumnya, ia bereaksi keras dan merasa dirugikan saat gol Antoine Semenyo dianulir di laga melawan Newcastle setelah peninjauan VAR selama enam menit. Dalam konteks itu, sikapnya terhadap Hallam terlihat bertolak belakang.

Serangan Guardiola terhadap perangkat wasit Premier League, termasuk menyebut nama kepala wasit Howard Webb, juga dipertanyakan logikanya, mengingat VAR justru merekomendasikan peninjauan yang berpotensi menguntungkan City.

Dalam kasus lain, Guardiola dinilai punya alasan lebih saat menyinggung keputusan tidak mengusir Diogo Dalot di derby Manchester sepekan sebelumnya. Namun, pada hari pertandingan tersebut, ia memilih menahan diri dan lebih menyoroti performa buruk timnya di Old Trafford.

LATEST UPDATE