Latihan Judo Bantu Adaptasi Hazard di Inggris
Editor Bolanet | 25 Februari 2013 14:10
- Midfielder , Eden Hazard mengaku jika latihan olahraga Judo yang ia lakukan semasa kecil mempermudah proses adaptasinya di Premier League.
Karakter sepakbola Inggris memang diketahui relatif lebih keras dan cepat, jika dibandingkan liga top Eropa lainnya. Hal itu akan sedikit menyulitkan bagi pemain, yang baru saja datang dari liga-liga lainnya.
Hal tersebut juga diakui oleh Hazard, yang didatangkan ke Stamford Bridge dari di awal musim ini. Menurutnya, intensitas permainan di Premier League lebih tinggi jika dibandingkan Ligue 1, yang menurutnya lebih lambat.
Dengan atmosfer pertandingan yang selalu ketat, seorang pemain memang perlu memiliki kondisi tubuh prima agar tak sering menderita cedera. Hal itulah yang menurut Hazard sudah ia pelajari di olahraga Judo.
Saya memiliki kaki yang kuat dan lentur. Saya berlatih Judo ketika masih kecil, jadi saya tahu bagaimana cara jatuh yang benar, ungkap pemain 22 tahun tersebut.
Saya tidak terbiasa menggunakan kemampuan fisik secara total di Prancis, hal itu bukan merupakan tuntutan yang besar. Perbedaan dengan Premier League adalah intensitasnya. Tidak ada waktu yang terbuang, tidak ada tempat bernafas di pertandingan. (mtr/atg)
Karakter sepakbola Inggris memang diketahui relatif lebih keras dan cepat, jika dibandingkan liga top Eropa lainnya. Hal itu akan sedikit menyulitkan bagi pemain, yang baru saja datang dari liga-liga lainnya.
Hal tersebut juga diakui oleh Hazard, yang didatangkan ke Stamford Bridge dari di awal musim ini. Menurutnya, intensitas permainan di Premier League lebih tinggi jika dibandingkan Ligue 1, yang menurutnya lebih lambat.
Dengan atmosfer pertandingan yang selalu ketat, seorang pemain memang perlu memiliki kondisi tubuh prima agar tak sering menderita cedera. Hal itulah yang menurut Hazard sudah ia pelajari di olahraga Judo.
Saya memiliki kaki yang kuat dan lentur. Saya berlatih Judo ketika masih kecil, jadi saya tahu bagaimana cara jatuh yang benar, ungkap pemain 22 tahun tersebut.
Saya tidak terbiasa menggunakan kemampuan fisik secara total di Prancis, hal itu bukan merupakan tuntutan yang besar. Perbedaan dengan Premier League adalah intensitasnya. Tidak ada waktu yang terbuang, tidak ada tempat bernafas di pertandingan. (mtr/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Selangkah Lebih Dekat Amankan Bintang PSG Ini
Liga Inggris 29 Juni 2026, 13:00
-
Bersinar di Piala Dunia 2026, MU Kepincut Wonderkid Timnas Maroko Ini
Liga Inggris 29 Juni 2026, 12:30
-
Manuel Ugarte Cedera Parah, MU Justru Cuan, Kok Bisa?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 12:00
-
MU dan Liverpool Patah Hati! Yan Diomande Pilih Gabung Raksasa Eropa Ini
Liga Inggris 29 Juni 2026, 10:50
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Brasil vs Jepang: Casemiro
Piala Dunia 30 Juni 2026, 02:11
-
Hasil Brasil vs Jepang: Dramatis! Selecao Epic Comeback di Injury Time!
Piala Dunia 30 Juni 2026, 02:03
-
Tempat Menonton Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026, 30 Juni 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 23:59
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Jerman vs Paraguay 30 Juni 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 23:30
-
Tempat Menonton Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026, 30 Juni 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 23:00
-
Akankah Marcus Rashford Balik ke Manchester United?
Liga Inggris 29 Juni 2026, 22:47
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Brasil vs Jepang, 30 Juni 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 22:37
-
Manchester United Belum Siap Bersaing Meraih Gelar Juara Liga Inggris
Liga Inggris 29 Juni 2026, 21:48
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs RD Kongo, 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 21:00
-
Prediksi Piala Dunia 2026: Meksiko vs Ekuador 1 Juli 2026
Piala Dunia 29 Juni 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41







