Legenda Man United Sentil Arsenal dan Man City: Tak Layak Juara Liga Inggris 2025/2026!

Dimas Ardi Prasetya | 4 Maret 2026 07:36
Legenda Man United Sentil Arsenal dan Man City: Tak Layak Juara Liga Inggris 2025/2026!
Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba ke gawang Chelsea di lanjutan Liga Inggris, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Persaingan gelar Liga Inggris musim 2025/2026 memasuki fase paling krusial. Dua kekuatan utama, Arsenal dan Manchester City, terlibat duel sengit di puncak klasemen dengan jarak poin yang masih bisa berubah setiap pekan.

Arsenal saat ini memimpin dengan 64 poin dan menjaga jarak lima angka dari Manchester City yang masih menyimpan satu laga. Sementara itu, Manchester United tertinggal cukup jauh di posisi ketiga dengan koleksi 51 poin.

Advertisement

Ketatnya perebutan gelar membuat setiap pertandingan terasa seperti final. Namun di tengah ketegangan itu, muncul suara berbeda yang justru mempertanyakan kualitas dua kandidat teratas.

Legenda Manchester United, Paul Scholes, melontarkan kritik tajam yang langsung memancing perhatian. Ia bahkan menilai tidak ada satu pun tim yang pantas mengangkat trofi musim ini.

1 dari 4 halaman

Scholes: Tak Ada yang Pantas Angkat Trofi

Scholes: Tak Ada yang Pantas Angkat Trofi

Pemain Manchester City Antoine Semenyo (kiri) bereaksi setelah mencetak gol pada laga Premier League/Liga Inggris antara Leeds vs Man City di Leeds, Inggris, Sabtu, 28 Februari 2026 (c) AP Photo/Ian Hodgson

Paul Scholes secara terbuka menyuarakan kekecewaannya terhadap standar permainan dua tim teratas musim ini. Menurutnya, kualitas yang ditampilkan belum memenuhi ukuran juara seperti era-era sebelumnya.

Manchester City asuhan Pep Guardiola dinilai tak lagi segarang musim-musim sebelumnya. Di sisi lain, Arsenal racikan Mikel Arteta beberapa kali kehilangan momentum penting, termasuk saat ditahan imbang Wolves 2-2 dalam laga yang seharusnya bisa mereka menangkan.

Scholes bahkan menyebut kualitas liga musim ini merosot secara keseluruhan. Ia merasa duel di papan atas lebih banyak diwarnai ketegangan ketimbang mutu permainan yang benar-benar memikat.

Berbicara di podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes mengatakan, "Siapa pun yang memenangkan liga, Anda mengatakan pada akhirnya mereka pantas mendapatkannya. Tidak satu pun dari mereka yang meyakinkan saya bahwa mereka pantas menjadi juara Liga Premier. Saya rasa mereka tidak seharusnya memberikan trofi tahun ini. Tidak ada yang pantas mendapatkannya. Sejujurnya, ini tidak menyenangkan untuk ditonton," kata Scholes, dikutip dari Goal.

2 dari 4 halaman

Sorotan pada Cara Arsenal Mengumpulkan Poin

Sorotan pada Cara Arsenal Mengumpulkan Poin

Jurrien Timber merayakan golnya dalam laga Liga Inggris antara Arsenal vs Chelsea di Emirates Stadium, 1 Maret 2026 (c) AP Photo/Alastair Grant

Selain menilai secara umum, Scholes juga secara khusus menyoroti gaya permainan Arsenal. Ia merasa The Gunners terlalu bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol.

Ketergantungan pada skema set-piece dianggap sebagai indikasi kurangnya kreativitas dalam permainan terbuka. Dalam pandangan Scholes, tekanan besar dalam perebutan gelar membuat para pemain tampil lebih berhati-hati dan kehilangan kebebasan berekspresi.

Arsenal memang berada di posisi terbaik untuk mengakhiri puasa gelar liga yang sudah berlangsung dua dekade. Namun tekanan tersebut diyakini menjadi beban psikologis yang tidak ringan bagi skuad muda mereka.

"Ada tekanan besar pada mereka (Arsenal), bukan? Memang ada karena mereka telah berada di posisi yang sangat bagus selama bertahun-tahun dan belum mampu meraihnya," tambah Scholes.

3 dari 4 halaman

Jangan Harap Sepak Bola Indah di Sisa Musim

Jangan Harap Sepak Bola Indah di Sisa Musim

Legenda Manchester United, Paul Scholes. (c) AP Photo/Dave Thompson

Memasuki fase akhir musim, Scholes memperkirakan kualitas hiburan justru tidak akan meningkat. Ia menilai kedua tim kini akan lebih fokus pada hasil akhir ketimbang estetika permainan.

Dalam situasi seperti ini, pragmatisme biasanya mengambil alih. Manajer akan memilih pendekatan aman demi mengamankan tiga poin, meski harus mengorbankan gaya bermain atraktif.

Dengan potensi laga penentu gelar yang bisa berlangsung di Etihad pada 18 April, tekanan dipastikan semakin besar. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal dalam perebutan trofi.

Scholes pun menutup analisanya dengan peringatan tegas, "Jadi sekarang mereka berada di posisi yang luar biasa. Sekarang lihat, Anda tidak akan melihat sepak bola yang mengalir bebas. Anda tidak akan melihatnya. Seperti yang selalu saya katakan, kita belum melihatnya sepanjang musim dari tim mana pun, tetapi terutama pada titik ini, bagaimana mereka meraihnya adalah hal yang paling penting."