Legenda Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt Sindir Balik Lisandro Martinez: Jangan Terlalu Baper Dong

Ari Prayoga | 20 Januari 2026 17:03
Legenda Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt Sindir Balik Lisandro Martinez: Jangan Terlalu Baper Dong
Bek Manchester United, Lisandro Martinez (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Legenda Manchester United, Paul Scholes dan Nicky Butt, kembali melontarkan komentar pedas kepada Lisandro Martinez. Kali ini, mantan duo gelandang Setan Merah itu meminta bek asal Argentina tersebut untuk lebih dewasa dalam menyikapi kritik, meski mereka tetap memberikan apresiasi atas performanya di Derby Manchester.

Lisandro Martinez tampil solid saat Manchester United menumbangkan Manchester City 2-0 di Old Trafford. Namun, kemenangan tersebut tidak menghentikan polemik antara sang bek dengan Scholes dan Butt.

Advertisement

Sebelumnya, Martinez tersinggung dengan candaan Scholes dan Butt yang meremehkan postur tubuhnya jelang duel melawan Erling Haaland, bahkan menyebut sang striker Norwegia bisa “mengangkatnya dan berlari”.

Usai laga, Martinez secara terbuka menantang Scholes untuk berbicara langsung empat mata. Tantangan itu langsung ditanggapi oleh Scholes dan Butt melalui podcast The Good, The Bad and The Football.

1 dari 4 halaman

Pengakuan Scholes

Pengakuan Scholes

Legenda Manchester United, Paul Scholes. (c) AP Photo/Dave Thompson

Scholes mengungkapkan bahwa ia sebenarnya sudah mencoba berkomunikasi dengan Martinez melalui media sosial dan bahkan memberikan nomor telepon pribadinya. Namun, tidak ada respons lanjutan dari sang pemain.

Sementara itu, Nicky Butt menilai reaksi Martinez terlalu berlebihan. Ia menegaskan bahwa komentar mereka hanya sebatas candaan.

“Itu jelas cuma kiasan. Haaland tidak benar-benar akan mengangkatnya dan berlari,” kata Butt. “Kalau sampai tersinggung dan bilang ‘datang ke rumah saya’, jujur saja, dia harus dewasa.”

Butt menambahkan, bermain di klub sebesar Manchester United menuntut mental yang kuat karena kritik akan selalu datang.

“Kalau gampang emosional karena komentar media atau podcast, dia tidak akan bertahan lama di klub besar. Kritik akan selalu ada selama kariermu di United,” ujarnya.

2 dari 4 halaman

Pujian Scholes

Pujian Scholes

Duel Lisandro Martinez dengan Erling Haaland di laga Manchester United vs Manchester City, Sabtu (17/01/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Meski demikian, Scholes tetap memberikan pujian atas penampilan Martinez saat menghadapi City. Ia bahkan menyebut kritik yang dilontarkan justru bisa menjadi bahan bakar motivasi bagi sang pemain.

“Kadang kritik memang memicu performa. Mungkin kami juga punya andil kecil atas penampilannya di laga itu,” ujar Scholes sambil tersenyum.

Namun, Scholes menegaskan penilaiannya terhadap Martinez belum sepenuhnya berubah. Menurutnya, satu laga gemilang belum cukup untuk membuktikan kualitas jangka panjang.

“Dia memang tampil luar biasa di satu pertandingan. Tapi sepak bola punya cara untuk ‘membalas’ jika kamu terlalu banyak bicara,” kata Scholes. “Saya masih ragu apakah tim bisa juara liga dengan dia. Konsistensi dalam jangka panjang itu yang penting.”

3 dari 4 halaman

Mentalitas Martinez

Mentalitas Martinez

Bek Manchester United, Lisandro Martinez (c) AP Photo/Dave Thompson

Butt pun menyoroti aspek mentalitas Martinez, membandingkannya dengan pengalaman generasi Class of 92 yang pernah diragukan publik. Ia mengingat momen ketika Alan Hansen menyatakan Manchester United “tidak akan memenangkan apa pun dengan pemain muda”.

“Saat itu saya masih 18 tahun, bukan 26 atau 27,” kenang Butt. “Saya sempat tidak mau keluar rumah berminggu-minggu. Tapi pada akhirnya, kamu harus bangkit dan membuktikan mereka salah.”

Polemik ini menegaskan bahwa di Manchester United, kritik adalah bagian dari perjalanan. Bagi Lisandro Martinez, tantangan sesungguhnya bukan hanya menjawabnya dengan kata-kata, melainkan dengan konsistensi performa di atas lapangan.

Sumber: The Good, The Bad and The Football

LATEST UPDATE