Liverpool Dapatkan Thierry Henry Versi Upgrade untuk Sepak Bola Modern
Richard Andreas | 22 Juli 2025 07:35
Bola.net - Liverpool semakin mendekati finalisasi rekrutmen striker anyar untuk musim panas ini. Hugo Ekitike, penyerang muda berkebangsaan Prancis yang sebelumnya dikait-kaitkan dengan Newcastle United, kini berada di ambang kepindahan menuju Anfield.
Eintracht Frankfurt telah memberikan persetujuan bagi Ekitike untuk menuntaskan proses transfernya. Laporan terkini menyebutkan kesepakatan bisa menyentuh angka £79 juta.
Langkah ini sekaligus mengakhiri perburuan panjang Liverpool terhadap penyerang tengah baru. Posisi tersebut memang menjadi prioritas utama mereka dalam bursa transfer kali ini.
Meskipun sebelumnya sudah mengamankan Florian Wirtz, The Reds kini memfokuskan perhatian pada Ekitike. Alexander Isak sempat disebut sebagai target ideal, namun Liverpool menilai Ekitike lebih sesuai dengan kebutuhan tim.
Dibandingkan Henry, Tapi Lebih Kuat dan Modern
Ekitike kerap dijuluki sebagai Thierry Henry versi 2.0 karena kesamaan jalur karier dan karakteristik bermainnya. Keduanya mengawali karier sebagai pemain sayap, sempat kurang bersinar di klub-klub besar Eropa, kemudian mencoba nasib di Premier League.
Perbedaannya, Henry sudah meraih trofi Piala Dunia sebelum merapat ke Arsenal. Sementara Ekitike tiba di Inggris setelah menempuh perjalanan melalui Frankfurt.
Dari segi gaya bermain, Ekitike memang tidak secepat Henry dalam hal akselerasi. Namun ia menawarkan kekuatan fisik superior dan postur tubuh yang lebih tinggi.
Kombinasi tersebut menjadikannya representasi sempurna penyerang era kontemporer. Tinggi, bertenaga, mampu menahan bola, tetapi tetap gesit dan memiliki teknik individual yang solid.
Ia bukan sekadar target-man statis, melainkan pemain serbaguna yang berkontribusi di setiap fase serangan tim. Fleksibilitas ini yang membuatnya menarik bagi sistem Liverpool.
Spesialis Jalur Kiri, Tapi Jadi Fokus Serangan

Kesamaan lain antara Ekitike dan Henry terletak pada preferensi mereka terhadap sisi kiri lapangan. Ekitike lebih nyaman beroperasi di celah antara bek tengah dan bek sayap lawan, khususnya dari sebelah kiri untuk kemudian memotong ke dalam.
Ia bukanlah tipe striker konvensional yang hanya bersarang di area penalti. Berdasarkan peta heatmap 'expected threat', zona paling berbahaya Ekitike berada di wilayah kiri dalam, area yang dulu menjadi signature Henry bersama Arsenal.
Meskipun demikian, Ekitike tetap berperan sebagai poros utama lini serang. Ia mampu menyambut crossing, berfungsi sebagai target untuk memantulkan bola, sekaligus membuka ruang bagi rekan setimnya.
Gaya permainan semacam inilah yang dibutuhkan Liverpool dalam skema penyerangan mereka saat ini. Ekitike diharapkan dapat memberikan dimensi baru bagi arsenal ofensif The Reds.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalau Carrick Mau jadi Pelatih Permanen Manchester United, Ini Syaratnya!
Liga Inggris 14 Maret 2026, 06:03
-
Bek Kanan Terbaik di Dunia itu Reece James, Kata Pelatih Chelsea
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:48
-
Man Utd vs Aston Villa: Dendam Kesumat Unai Emery
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:28
LATEST UPDATE
-
Como vs Roma Memanas! Cesc Fabregas Haramkan Pemainnya Bahas Liga Champions
Liga Italia 14 Maret 2026, 08:00
-
Jakarta Tuan Rumah FIA Rallycross World Cup 2026, Digelar di Ancol
Lain Lain 14 Maret 2026, 07:50
-
Tottenham dan Bencana di London Utara
Liga Inggris 14 Maret 2026, 06:38
-
Strategi Juventus Goda Alisson Becker, Inter Milan Terancam Gigit Jari
Liga Italia 14 Maret 2026, 06:33
-
Kalau Carrick Mau jadi Pelatih Permanen Manchester United, Ini Syaratnya!
Liga Inggris 14 Maret 2026, 06:03
-
Bek Kanan Terbaik di Dunia itu Reece James, Kata Pelatih Chelsea
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:48
-
Man Utd vs Aston Villa: Dendam Kesumat Unai Emery
Liga Inggris 14 Maret 2026, 05:28
LATEST EDITORIAL
-
5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri dari Kutukan Piala Dunia
Editorial 14 Maret 2026, 06:06
-
Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Masa, Siapa Saja Masuk?
Editorial 11 Maret 2026, 21:05
-
3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, Ada yang Juara Liga Champions
Editorial 11 Maret 2026, 20:54











