Man Utd Dikhawatirkan Ulangi Kesalahan Besar saat Rekrut Ruben Amorim
Aga Deta | 3 Januari 2025 14:54
Bola.net - Mantan asisten pelatih Manchester United Rene Meulensteen mengungkapkan kekhawatirannya tentang keputusan klub yang menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih. Meulensteen menyebutkan kesamaan dengan penunjukan Erik ten Hag yang tidak berhasil.
Amorim bergabung dengan Manchester United setelah sukses besar bersama Sporting CP di Portugal. Namun, pria asal Portugal itu belum menunjukkan hasil yang memuaskan di Old Trafford.
Dari 11 pertandingan pertamanya, Amorim hanya berhasil meraih lima kemenangan. Setan Merah terpuruk di peringkat ke-14 klasemen Premier League dan terpaut tujuh angka dari zona degradasi.
Begitu pula dengan Ten Hag. Meskipun Ten Hag sukses di Ajax, transisinya ke Premier League terbukti sulit, dengan Man United mengalami musim Premier League dan Liga Champions terburuk mereka pada 2023/2024.
Ulangi Pola yang Sama

Meski Meulensteen mengagumi gaya sepak bola Amorim, ia mempertanyakan keputusan Man United yang tampaknya mengulang pola yang sama dengan perekrutan Ten Hag.
"Ini lebih terkait dengan proses perekrutan daripada tentang gaya manajerial atau kepelatihannya," kata Meulensteen kepada Express Sport.
"Lihat saja ketika United memilih Ten Hag. Dia manajer di Ajax, liga yang lebih kecil di Eropa, dan dia sukses dengan memenangkan liga serta tampil baik di Liga Champions."
"Pola yang sama persis terjadi dengan Amorim di Portugal. Sporting, liga yang lebih kecil, juga sukses, menang liga, dan tampil sangat baik di Liga Champions."
Karakter Berbeda

Meulensteen menambahkan bahwa meski Amorim memiliki gaya sepak bola yang menarik, ada perbedaan karakter dan kepribadian antara pria asal Portugal itu dan Ten Hag.
"Dia memiliki gaya sepak bola yang sangat menarik; itu adalah kesamaan di antara mereka. Namun saya rasa mereka adalah dua karakter berbeda dengan kepribadian yang berbeda," lanjutnya.
"Cara Ten Hag berkomunikasi berbeda dengan cara Amorim berkomunikasi, cara Amorim menyusun timnya dengan formasi 3-4-3 juga berbeda dengan Ten Hag."
Kesamaan yang Mengkhawatirkan

Meulensteen juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait fakta bahwa Man United tampaknya mengulang strategi yang sama dengan memilih Amorim setelah sebelumnya gagal dengan Ten Hag.
"Kekhawatiran saya adalah United meniru apa yang mereka lakukan dengan Ten Hag. Mereka melakukannya lagi dengan Amorim," ujarnya.
"Karena Ten Hag tidak memiliki pengalaman di Premier League, begitu pula Amorim. Ketika Ten Hag datang, banyak orang yang antusias dengan cara bermain Ajax.
"Namun, Manchester United tidak pernah memainkan sepak bola yang sama menariknya dengan yang diterapkan Ajax di bawah Ten Hag. Sekarang, Amorim datang, dan dia dengan jelas mengatakan, 'Inilah cara saya akan bermain.' Tapi dia memiliki pemain yang sangat berbeda dan liga yang sangat berbeda."
Klasemen Premier League 2024/2025
Baca Juga:
- 5 Masalah yang Harus Segera Diselesaikan Ruben Amorim dan INEOS di Manchester United
- Skema 3 Bek Gagal, Ruben Amorim Disarankan Evaluasi Taktik di Manchester United
- Marcus Rashford Didorong Tinggalkan Manchester United: PSG Jadi Tujuan Ideal?
- Mungkinkah Manchester United Benar-benar Terdegradasi? Begini Prediksi Superkomputer
- Jadwal Lengkap Manchester United 2024/2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Balapan Formula 1 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:25
-
Daftar Lengkap Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 2 Maret 2026, 11:25
-
Ditarik Keluar Lawan Crystal Palace, Dua Bek MU ini Alami Cedera?
Liga Inggris 2 Maret 2026, 11:15
-
Bos Crystal Palace Sebut MU Bisa Menang karena Pemain ini Licik!
Liga Inggris 2 Maret 2026, 10:23
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21











