Manchester United Lebih Pantas Main Seperti Apa, Dominasi Bola atau Serangan Balik?
Richard Andreas | 14 Desember 2019 07:20
Bola.net - Manchester United perlahan-lahan menemukan pijakan mereka musim ini. Ole Gunnar Solskjaer berhasil menuntun timnya melewati laga-laga sulit dengan kemenangan. Kini mereka melangkah dalam tren positif.
Yang paling kentara, MU berhasil mengalahkan Tottenham dan Manchester City dengan skor sama, 2-1. Dua kemenangan itu terbilang mengejutkan. Tidak ada yang menduga MU bisa mengungguli dua tim kuat itu.
Meski menang, MU tidak mendominasi penguasaan bola pada dua pertandingan itu. Alih-alih, pasukan Solskjaer memilih mengandalkan serangan balik, khususnya saat melawan Man City.
Serangan balik memang manjur, tapi MU seharusnya bisa bermain lebih baik. Mantan pemain MU, Michael Owen, termasuk salah satu yang paling kecewa ketika melihat MU membiarkan lawan bermain semena-mena.
Apa maksud Owen? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Jangan Sering-Sering
Bagi Owen, nama besar MU seharusnya tecermin pada permainan di lapangan. Klub besar seharusnya bisa menunjukkan kebesaran mereka dengan dominasi di lapangan, bukan hanya serangan balik.
Owen tidak bermaksud menyepelekan taktik serangan balik, hanya dia berharap Solskjaer bisa memilih. Ada waktunya mendominasi, ada waktunya mengandalkan serangan balik.
"Pada sekitar 80 persen pertandingan, MU jelas harus mengontrol penguasaan bola, mereka tidak bisa jadi tim yang hanya mengandalkan serangan balik," buka Owen kepada Express.
"Saya bicara soal mayoritas pertandingan, kebanyakan pertandingan di kandang. Katakanlah ada 15 pertandingan kandang di Premier League di mana mereka bakal melawan tim-tim yang lebih inferior."
"Mereka tidak bisa bermain seperti itu [serangan balik saja], mereka tidak boleh membiarkan bolah dikuasai lawan. Jika Anda ingin menyerang, Anda butuh lebih sering menguasai bola," sambungnya.
Terjebak dalam Dua Gaya
Selain Michael Owen, ada Owen Hargreaves yang juga mengomentari gaya bermain MU. Menurutnya, saat ini Solskjaer terjebak pada dua gaya bermain berbeda yang seharusnya bisa jadi opsi pada pertandingan tertentu.
"Saya kira mereka sedang berusaha menjadi tim MU yang lama, yang berani menguasai bola. Namun, demi memenangkan pertandingan, seperti yang Anda lihat saat melawan Tottenham dan Man City, mereka lebih baik dalam serangan balik," kata Hargreaves.
"Mungkin mereka terjebak di tengah dua gaya bermain. Mereka sebenarnya ingin menguasai bola," tandasnya.
Sumber: Express
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
LATEST UPDATE
-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41














