Mancini: Petinggi City Dukung Saya Sepenuhnya
Editor Bolanet | 17 Februari 2013 05:30
- Manajer Manchester City, Roberto Mancini mengaku meski belakangan kinerjanya di Etihad menurun, namun ia tetap mendapat dukungan dari petinggi klub.
Spekulasi seputar masa depan Mancini di Manchester kian santer dibicarakan, usai The Citizens kembali kalah di Premier League. Sebelumnya, mereka juga gagal melanjutkan petualangan di Eropa musim ini.
Sejumlah nama disebut bakal menggantikan posisinya, di mana sebagian orang berpendapat jika keputusan masa depan Mancini ada pada hasil akhir laga Piala FA, antara City versus Leeds United.
Kendati demikian, manajer asal Italia itu tampak tenang dalam menanggapi kabar-kabar tersebut. Menurut Mancini, hubungan baik dengan petinggi klub seperti Khaldoon Al Mubarak merupakan salah satu kunci dukungan mereka.
Saya berbicara dengan Khaldoon tiap pekan. Ia menyukai saya. Ketika kami kalah, ia memiliki mentalitas saya. Ia marah dan kecewa, namun hal itu normal di sepakbola. Usai kalah anda tidak akan bahagia seharian, tapi setelahnya anda perlu berpikir ke depan, tuturnya.
Kami memiliki hubungan yang baik. Saat ini mereka tidak bahagia, karena ketika anda kalah maka anda tidak akan bisa bahagia. Namun saya kita mereka senang dengan kinerja kami selama tiga tahun terakhir. (sky/atg)
Spekulasi seputar masa depan Mancini di Manchester kian santer dibicarakan, usai The Citizens kembali kalah di Premier League. Sebelumnya, mereka juga gagal melanjutkan petualangan di Eropa musim ini.
Sejumlah nama disebut bakal menggantikan posisinya, di mana sebagian orang berpendapat jika keputusan masa depan Mancini ada pada hasil akhir laga Piala FA, antara City versus Leeds United.
Kendati demikian, manajer asal Italia itu tampak tenang dalam menanggapi kabar-kabar tersebut. Menurut Mancini, hubungan baik dengan petinggi klub seperti Khaldoon Al Mubarak merupakan salah satu kunci dukungan mereka.
Saya berbicara dengan Khaldoon tiap pekan. Ia menyukai saya. Ketika kami kalah, ia memiliki mentalitas saya. Ia marah dan kecewa, namun hal itu normal di sepakbola. Usai kalah anda tidak akan bahagia seharian, tapi setelahnya anda perlu berpikir ke depan, tuturnya.
Kami memiliki hubungan yang baik. Saat ini mereka tidak bahagia, karena ketika anda kalah maka anda tidak akan bisa bahagia. Namun saya kita mereka senang dengan kinerja kami selama tiga tahun terakhir. (sky/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
LATEST UPDATE
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
-
Kabar Baik untuk Real Madrid, Rodrygo Berpeluang Comeback Lebih Cepat
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 11:31
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
-
Andoni Iraola Buka Suara soal Rumor Alexis Mac Allister ke Real Madrid
Liga Inggris 22 Juli 2026, 10:31
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Inter Milan Dekati Cristian Romero, Tottenham Minta 50 Juta Euro
Liga Italia 22 Juli 2026, 08:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










