Marcus Rashford Dinilai Ganggu Lini Depan MU, Ini Solusinya

Aga Deta | 22 September 2026 17:30
Marcus Rashford Dinilai Ganggu Lini Depan MU, Ini Solusinya
Ekspresi kekecewaan Marcus Rashford usai melewatkan peluang emas di depan gawang Fulham (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Troy Deeney menilai Marcus Rashford justru menjadi masalah bagi Manchester United setelah kembali ke Old Trafford. Ia melihat lini depan Setan Merah tampil lebih baik ketika Rashford tidak berada di lapangan.

Rashford kembali ke Manchester United setelah menjalani masa peminjaman bersama Aston Villa dan Barcelona selama 20 bulan. Musim ini, pemain asal Inggris tersebut sudah tiga kali menjadi starter dari empat pertandingan Liga Inggris.

Advertisement

Kehadiran Rashford membuat Matheus Cunha harus bergeser dari posisi penyerang tengah ke sisi yang berbeda. Perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan tempat kepada Rashford yang kembali menempati posisi sayap kiri.

Sejauh enam penampilan di semua kompetisi, Rashford belum mampu memberikan kontribusi gol maupun assist untuk Manchester United. Deeney menilai situasi tersebut perlu segera ditangani agar komposisi lini depan kembali berjalan efektif.

1 dari 3 halaman

Deeney Soroti Dampak Kembalinya Rashford

Deeney Soroti Dampak Kembalinya Rashford

Marcus Rashford mencoba melawati Oscar Bobb di laga Fulham vs Manchester United (c) AP Photo/Kin Cheung

Deeney menganggap Manchester United menghadapi persoalan dalam menentukan posisi Rashford di lini depan. Menurutnya, perubahan yang terjadi setelah sang pemain kembali justru membuat susunan penyerang yang sebelumnya bekerja dengan baik menjadi terganggu.

Mantan kapten Watford itu juga melihat perbedaan penampilan Manchester United ketika Rashford tidak berada di lapangan. Karena itu, Deeney mempertanyakan alasan klub terus mempertahankan situasi tersebut.

"Ada gajah di dalam ruangan, dan saya tidak ingin ini terkesan seperti serangan lain terhadap Rashford, tetapi mereka justru terlihat lebih baik ketika dia keluar. Mengapa terus memaksakan hal ini?" kata Deeney.

"Ketika Marcus kembali ke dalam skuad, dia seharusnya melakukan hal-hal lain. Dia seharusnya menjadi pemain yang bermain di depan dan melalui tengah, bukan Cunha," lanjut Deeney.

2 dari 3 halaman

Rashford yang Harus Berkorban

Rashford yang Harus Berkorban

Pemain Manchester United Marcus Rashford dan pemain Fulham Timothy Castagne berebut bola dalam pertandingan Premier League, Minggu (20/9/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Deeney menilai Manchester United sebenarnya sudah memiliki susunan lini depan yang terbukti bekerja pada musim sebelumnya. Karena itu, ia berpendapat Rashford yang seharusnya menyesuaikan diri dengan sistem tersebut, bukan Cunha yang harus kehilangan posisi idealnya.

Pada musim 2025/2026, Benjamin Sesko, Bryan Mbeumo, dan Cunha menjadi trio utama Manchester United di lini depan. Ketiganya mencetak dua digit gol di Liga Inggris, sedangkan Sesko dan Mbeumo sama-sama mencetak 12 gol di seluruh kompetisi.

"Kami tahu susunan sebelumnya berhasil, jadi Rashford yang seharusnya memperbaikinya, tetapi mereka justru menuruti keinginannya dan egonya, padahal dia yang seharusnya dikorbankan," tegas Deeney.

"Saya frustrasi terhadapnya karena jika Anda hanya melihat paket bakatnya, dia adalah salah satu talenta terbaik di negara ini. Namun, dalam hal penerapan, konsistensi, dan kemauan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri, di situlah saya merasa frustrasi," ujar Deeney.

Sumber: talkSPORT

3 dari 3 halaman

Klasemen Premier League

LATEST UPDATE