Memilih Solskjaer Dinilai Bisa Jadi Kesalahan Terbesar MU
Richard Andreas | 4 April 2019 13:30
Bola.net - - Analis Premier League, Craig Burley meyakini Manchester United telah mengambil risiko masif ketika menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih permanen. Dia yakin keputusan itu tidak sepenuhnya tepat, Solskjaer masih kurang pengalaman untuk tim sebesar MU.
Pelatih asal Norwegia itu memang sudah melakukan tugas hebat. Saat masih berstatus interim, dia mampu mendongkrak performa MU yang tengah terpuruk. Akhirnya, hasil kerja Solskjaer dihadiahi dengan jabatan permanen beberapa pekan lalu.
Biarpun demikian, Burley tidak sependapat. Dia yakin seharusnya MU menunggu sampai akhir musim sebelum mengambil keputusan sebesar ini. MU tampaknya belum belajar dari kegagalan pelatih-pelatih sebelumnya.
Burley khawatir MU justru kembali terpuruk karena minimnya pengalaman Solskjaer. Baca ulasan selengkapnya di bawah ini ya, bolaneters!
Keputusan Gila
Burley dengan tegas menyebut MU telah membuat keputusan gila. Pemilihan waktunyat tidak tepat, seharusnya mereka menunggu sampai akhir musim. MU merupakan salah satu klub terbesar di dunia, dan mereka harus melakoni revolusi besar dalam beberapa tahun ke depan. Dia cemas Solskjaer bukan sosok yang tepat untuk mengemban tugas itu.
"Keputusan untuk memberikan jabatan permanen pada Solskjaer, saya kira itu keputusan gila, khususnya saat ini sebelum akhir musim," kata Burley kepada talkSPORT.
"Saya tidak mengatakan ini setelah laga itu [MU dikalahkan Wolves], sebab saya sudah mengatakannya sebelumnya."
"MU merupakan salah satu klub terbesar di dunia, dan pada bukti-bukti yang kita lihat dewasa ini, mereka memerlukan perombakan besar-besaran untuk bertarung lagi," lanjut dia.
Keputusan Sentimental
Ketika membutuhkan perombakan besar-besaran, MU justru memilih Solskjaer yang kurang pengalaman. Burley yakin MU berani menunjuk Solskjaer karena dorongan sentimental dari fans. Dalam jangka pendek, Solskjaer mampu memenangkan hati fans MU. Publik Old Trafford ingin Solskjaer jadi pelatih permanen, masalahnya dia mungkin tidak sanggup mengemban tugas itu.
"Memberikan pekerjaan ini pada seseorang yang tidak berpengalaman, dengan rekor manajerial yang standar sebelum dia tiba, bagi saya itu jelas bukan strategi jangka panjang, itu lebih merupakan dorongan sentimental untuk memuaskan fans."
"MU memiliki banyak shareholders dan seharusnya memikirkan rencana jangka panjang, sudut pandang yang lebih kritis soal strategi mereka, alih-alih 'Oh, Ole melakukan tugas hebat'," tandas dia.
Baca Juga:
- Cuci Gudang, Solskjaer Diklaim Siap Lepas Enam Pemain
- Klasemen Premier League: Man City ke Puncak, Man United Posisi ke-6
- Empat Pemain Diklaim Bakal Tinggalkan MU, Termasuk Pogba
- Mourinho Bongkar Awal Mula Perseteruannya dengan 'Yang Mulia' Pogba
- Manchester United Masih Tak Percaya Bisa Ditumbangkan Wolves
- Catatan Laga Wolverhampton vs Man United: Wolves Memang 'Pembunuh' Big Six
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Beratnya Jadi Man United, Sudah Masuk 3 Besar pun Masih Dikritik Keras
Liga Inggris 7 Maret 2026, 11:35
-
Chelsea Bahkan Tidak Punya Kiper Nomor 1
Liga Inggris 7 Maret 2026, 10:32
LATEST UPDATE
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
-
Kontingen Belanda Bikin Nyaman Ryan Gravenberch di Liverpool, Tapi...
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:41
-
Usai Mansfield Town, Arsenal Alihkan Fokus ke Bayer Leverkusen
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:37
-
Mikel Arteta akui Mansfield Buat Arsenal Menderita
Liga Inggris 8 Maret 2026, 01:27
-
Maarten Paes Starter, Ajax Kalah Telak dari Groningen
Liga Eropa Lain 8 Maret 2026, 00:30
-
Tempat Menonton Newcastle vs Man City: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:55
-
Saingi MU, Liverpool Juga Incar Bintang Juventus Ini di Musim Panas 2026
Liga Inggris 7 Maret 2026, 23:51














