Menang, Bertahan, Menderita: Catatan Penting di Balik Proyek Ruben Amorim di Manchester United
Richard Andreas | 29 Desember 2025 18:47
Bola.net - Ruben Amorim perlahan mulai menciptakan jejaknya di Manchester United. Perubahan struktur permainan mulai terlihat, hasil positif pun mulai datang, termasuk kemenangan tipis atas Newcastle United di Old Trafford.
Sayangnya, di balik hasil positif itu, ada satu isu yang terus berulang. Manchester United masih kesulitan mengontrol pertandingan, terutama ketika sudah unggul dan dipaksa bertahan lama.
Amorim sendiri menyadari hal tersebut. Ia menilai fondasi sudah mulai terbentuk, tetapi evolusi timnya belum sepenuhnya selesai.
Evolusi Amorim: Bukan Sekadar Mengubah Formasi

Sejak tiba di Old Trafford pada November 2024, Ruben Amorim menegaskan bahwa perubahan tidak akan terjadi secara instan. Ia pernah mengibaratkan pergantian sistem seperti Paus yang diminta mengubah keyakinan, sebuah metafora tentang pentingnya proses dan tahapan.
Dalam sebuah konferensi pers pada September, Amorim menegaskan bahwa evolusi adalah keniscayaan. Namun, menurutnya, setiap langkah harus diperhitungkan dampaknya terhadap tim secara menyeluruh.
Pendekatan itu tercermin dalam fleksibilitas taktik Manchester United. Meski dikenal dengan sistem tiga bek, Amorim tidak kaku. Struktur permainan bisa berubah sesuai fase laga, mulai dari build-up, pressing tinggi, hingga bertahan dalam blok rendah.
Variasi Bentuk MU di Bawah Amorim

Di atas kertas, Manchester United sering terlihat menggunakan tiga bek. Namun, dalam praktiknya, bentuk tim kerap bergeser. Dalam beberapa laga awal, United bahkan menekan lawan dengan struktur 4-4-2.
Melawan Bournemouth, misalnya, Amad tampil lebih tinggi dibandingkan Diogo Dalot dalam skema menyerupai 3-4-3 yang timpang. Sementara saat menang 1-0 atas Newcastle United, struktur menyerupai 4-2-3-1 terlihat jelas ketika United menguasai bola, dengan Matheus Cunha bergerak bebas dari sisi kiri.
Perubahan paling mencolok justru muncul saat bertahan di blok menengah. Dalam beberapa laga terakhir, United meninggalkan pola lima bek. Mereka sempat bertahan dengan 4-4-2, 4-3-3, hingga 4-2-3-1, tergantung lawan dan konteks pertandingan.
Disiplin Bertahan MU yang Menekan Newcastle

Keputusan Amorim menggunakan struktur 4-2-3-1 saat bertahan melawan Newcastle bukan tanpa alasan. Tiga gelandang lawan dikenal agresif dan dinamis, sehingga United memilih pendekatan penjagaan ketat.
Di babak pertama, Mason Mount, Manuel Ugarte, dan Casemiro bekerja disiplin. Mereka menempel pergerakan Bruno Guimaraes, Jacob Ramsey, dan Sandro Tonali, sementara Lisandro Martinez atau Ayden Heaven naik menekan penyerang lawan yang turun ke tengah.
Pendekatan ini efektif. Newcastle kesulitan menemukan ruang di antara lini, dan ancaman mereka sebagian besar bisa diredam. Bahkan ketika lini belakang United harus bergeser akibat overload di sisi sayap, Casemiro dan Ugarte sigap menutup celah.
Dari sisi defensif, babak pertama itu menjadi salah satu penampilan terbaik Manchester United di era Amorim.
Babak Kedua Man United: Ketika Kontrol Mulai Hilang
Masalah muncul setelah jeda. Intensitas bertahan yang tinggi mulai menggerus stamina dan konsentrasi. Amorim melakukan pergantian dengan memasukkan Joshua Zirkzee dan Leny Yoro, sambil mengubah profil pemain sayap untuk menahan tekanan dari sisi lapangan.
Dalot didorong lebih tinggi di kanan, sementara Patrick Dorgu berpindah ke kiri. Tujuannya jelas, memberikan perlindungan ekstra bagi bek sayap menghadapi ancaman lebar Newcastle.
Sayangnya, seiring waktu, United mulai kehilangan kendali. Gelandang Newcastle tidak lagi dijaga seketat babak pertama. Pergerakan tanpa bola Guimaraes dan Tonali menciptakan ruang, terutama di 10 menit terakhir, ketika United bertahan sangat dalam.
Amorim mengakui situasi itu selepas laga. Ia menilai timnya harus menderita lebih banyak dibandingkan pertandingan lain, meski ada kepuasan melihat para pemain rela mengorbankan tubuh demi menghalau setiap bola.
Dalam pandangan Amorim, kunci persoalan ada pada satu kata: kontrol. Minimnya penguasaan bola di babak kedua memaksa Manchester United terus bertahan, kondisi yang cepat menguras tenaga dan fokus.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Raksasa Turki Ini Kian Serius untuk Boyong Manuel Ugarte dari MU
Jarang Dimainkan di Man United, Joshua Zirkzee Disebut Siap Memberontak dan Memaksa Pergi Pada Januari 2026
Bersinar di Napoli Usai Terbuang dari Man United, Rasmus Hojlund Kini Diklaim Masuk Jajaran 5 Besar Penyerang Terbaik di Dunia
Dua Kali Jebol Gawang Emil Audero di Laga Cremonese vs Napoli, Rasmus Hojlund Lampaui Catatan Golnya di Man United
Gak Sabar! Manchester United Coba Percepat Transfer Carlos Baleba?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Sebut Pemain Ini Jadi Biang Kerok MU Gagal Menang Lawan Fulham
Liga Inggris 21 September 2026, 08:45
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
-
Hasil Fulham vs Man Utd: Setan Merah Selamat dari Kekalahan di Craven Cottage
Liga Inggris 21 September 2026, 00:22
-
Man of the Match Man City vs Sunderland: Antoine Semenyo
Liga Spanyol 20 September 2026, 22:26
-
Man of the Match Bournemouth vs Liverpool: Alexander Isak
Liga Inggris 20 September 2026, 22:14
LATEST UPDATE
-
Manchester City Menangkan Drama 8 Gol Lawan Sunderland, Perasaan Enzo Maresca Campur Aduk
Liga Inggris 21 September 2026, 10:00
-
Pujian Setinggi Langit Iraola untuk Alexander Isak, Sang Pahlawan Liverpool!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:40
-
Reuni dengan Mantan, Andoni Iraola Lega Liverpool yang Menang!
Liga Inggris 21 September 2026, 09:19
-
MU Comeback dari Fulham, Ada Peran Cawe-cawe Wasit?
Liga Inggris 21 September 2026, 08:51
-
Michael Carrick Sebut Pemain Ini Jadi Biang Kerok MU Gagal Menang Lawan Fulham
Liga Inggris 21 September 2026, 08:45
-
Real Madrid Rilis Pernyataan Resmi, Kritik Kepemimpinan Wasit di Derby Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:30
-
Meski Dipenuhi Kontroversi, Diego Simeone Klaim Atletico Madrid Layak Kalahkan Real Madrid!
Liga Spanyol 21 September 2026, 06:03
-
Kalah di Derby Madrileno, Jose Mourinho Sebut Rela Madrid Dizalimi Wasit!
Liga Spanyol 21 September 2026, 05:35
-
Man of the Match AC Milan vs Lecce: Christian Pulisic
Liga Italia 21 September 2026, 05:20
-
Hasil AC Milan vs Lecce: Dominan, Rossoneri Tembus 5 Besar!
Liga Italia 21 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Juventus vs Atalanta: Gleison Bremer
Liga Italia 21 September 2026, 01:26
-
Hasil Juventus vs Atalanta: Conceicao Buka Jalan, Bremer Kunci Kemenangan
Liga Italia 21 September 2026, 00:53
-
Man of the Match Fulham vs Man Utd: Matheus Cunha
Liga Inggris 21 September 2026, 00:39
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33


