Menang Sebelum Bertanding dan 4 Alasan Lain Mengapa MU Begitu Tangguh di Bawah Ferguson
Richard Andreas | 21 April 2020 12:30
Bola.net - Manchester United, salah satu tim paling prestisius di dunia. Setan Merah masih layak dipandang sebagai klub terbesar, meski beberapa tahun terakhir mereka tertatih-tatih.
Kesulitan MU ini mungkin terjadi usai kepergian Sir Alex Ferguson pada tahun 2013 lalu. MU tidak pernah sama setelah ditinggal Fergie, beberapa pelatih mencoba dan gagal, bahkan yang punya reputasi sekelas Jose Mourinho.
Sekarang MU berusaha bangkit bersama Ole Gunnar Solskjaer, tapi jalan mereka masih jauh untuk menyamai level di bawah Fergie beberapa tahun silam. Hal ini membuktikan bahwa Fergie merupakan pelatih istimewa, yang mungkin tidak akan bisa disamai pelatih mana pun.
Betapa tidak, Ferguson memegang rekor sebagai pelatih yang paling lama menangani satu tim sepak bola, tepatnya 27 tahun. Pelatih legendaris ini telah meraih setiap trofi yang mungkin hanya bisa dibayangkan oleh ratusan pelatih lainnya.
Ferguson berperan besar pada kejayaan Setan Merah. Ketika dia tiba di MU pada tahun 1986, Liverpool berada di puncak dengan 18 gelar juara, MU hanya 7. Namun, Fergie sendiri bekerja keras dan membawa MU meraih 13 trofi Premier League, yang jadi rekor sampai sekarang.
Terlepas dari kesulitan MU sekitar 7 tahun terakhir, kontribusi Fergie tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebenarnya apa yang membuat MU era Fergie begitu spesial?
Bola.net merangkum 5 aspek yang membuat MU era Fergie nyaris tak terkalahkan. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
1. Kecakapan Taktik Ferguson
Sir Alex Ferguson sudah sangat lama berada di MU dan Premier League, dia tahu taktik apa yang tepat untuk menghadapi setiap lawan MU.
Fergie biasanya menerapkan formasi 4-4-2, tapi bukan berarti selalu sama. Dia tahu pemain yang tepat untuk diturunkan, tergantung pada kaliber pertandingan yang dihadapi MU.
Kecakapan taktik Ferguson inilah yang jadi kekuatan terbaiknya, banyak pelatih lawan yang tidak berkutik menghadapi MU karena tidak bisa menduga taktik dan pemain seperti apa yang akan diturunkan Fergie.
2. Kedalaman dan Kualitas Skuad
Dahulu, kedalaman skuad MU merupakan yang terbaik dan diisi dengan pemain-pemain berukualitas di setiap posisi. Saking banyaknya pemain top, ada beberapa nama hebat yang harus rela duduk di bangku cadangan.
Ferguson cerdas menjaga regenerasi skuad. Dia punya Edwin van der Sar usai era Peter Schmeichel, ada Rio Ferdinand usai era Jaap Stam, ada Michael Carrick usai Roy Keane, ada Nistelrooy usai era Andy Cole.
Terlebih, di era 2000-2010, Ferguson punya begitu banyak pemain top di lini tengah. Dia bahkan kesulitan memilih starter.
3. Karakter dan Ketangguhan
Manchester United tidak sempurna, tidak selalu tampil baik di level tinggi. Namun, ada satu hal yang yang tidak berubah: karakter dan ketangguhan tim.
Fergie tidak hanya melatih MU untuk menang, dia membentuk nilai-nilai Setan Merah. MU selalu memasuki pertandingan dengan keyakinan sudah menang, bahkan sebelum menendang bola. Hal ini sering disederhanakan dengan istilah mental juara.
Biar begitu, mental juara sebenarnya tidak sesederhana itu. MU mendapatkannya dari pengalaman, lalu memupuknya dengan kemenangan demi kemenangan.
4. Respek dari Tim Lawan
Reputasi MU selalu mendahului. Sebelum pertandingan dimulai, tim lawan tahu mereka bakal menghadapi salah satu tim terbaik di dunia yang ditangani pelatih legendaris bernama Ferguson.
Hal ini secara tidak langsung jadi keunggulan tersendiri bagi Setan Merah. Tim lawan menaruh respek pada MU, yang punya komposisi skuad nyaris sempurna.
Banyak tim yang berusaha 'parkir bus' ketika menyambangi Old Trafford, bahkan menggunakan gaya bermain negatif ketika menjamu MU-nya Fergie.
5. Paduan Sempurna Pengalaman dan Pemain Muda
Pengalaman adalah faktor kunci di dunia sepak bola, itu benar. Namun, semangat juang pemain muda juga tidak bisa diremehkan. Fergie memahami dua hal ini dan memadukannya dengan sempurna di MU.
Dia bisa menduetkan pemain berpengalaman seperti Paul Scholes dengan Michael Carrick, dan beberapa kombinasi lainnya, dengan senior seperti Ryan Giggs.
Sekarang Bagaimana?
5 poin di atas bagus untuk mengenang kembali era kejayaan MU, tapi sekarang yang paling penting adalah bagaimana cara MU untuk kembali ke puncak kejayaan mereka kembali.
David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho gagal. Sekarang tongkat estafet itu ada di tangan Ole Gunnar Solskjaer, yang berusaha mengembalikan MU seperti sedia kala.
Solksjaer sudah meniru beberapa langkah Ferguson, seperti mendatangkan sejumlah pemain-pemain muda. MU jelas butuh waktu untuk kembali ke puncak, masalahnya waktu itulah yang sulit diberikan oleh fans Setan Merah.
Sumber: Berbagai Sumber
Baca ini juga ya!
- Potret Katrina Maria, Fans Seksi Manchester United yang Tak Pernah Lelah Dukung Solskjaer
- Cedera Panjang Paul Pogba Justru Menguntungkan bagi MU, Jual atau Tidak?
- Striker atau Winger Kiri? Paul Scholes Kenang Perkembangan Marcus Rashford di MU
- Harry Maguire: Target Manchester United Bukan Sekadar Lolos Liga Champions
- Mimpi Besar Marcus Rashford: Main Bareng Paul Scholes di Manchester United
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Manchester United Incar Niko Kovac, Bagaimana Nasib Michael Carrick?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:43
LATEST UPDATE
-
Diterpa Banyak Rumor, Pecco Bagnaia Santai Saja Soal Kontrak Ducati di MotoGP 2027
Otomotif 20 Januari 2026, 13:11
-
Alfeandra Dewangga Siap Bawa Persib Cetak Sejarah Juara 3 Kali Berturut-turut
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 12:30
-
Conte Puji Hojlund Setinggi Langit, Tapi Emosi Jiwa Soal Jadwal Liga Champions
Liga Champions 20 Januari 2026, 12:11
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 20 Januari 2026, 12:09
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
LATEST EDITORIAL
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19








