Menembus Skuat Inti MU Bukan Tantangan Terberat Bagi Rashford, Lalu Apa?
Yaumil Azis | 14 November 2019 05:38
Bola.net - Begitu sulitnya menembus skuat Manchester United sampai salah satu pemainnya, Marcus Rashford, menganggap itu sebagai keistimewaan. Namun tantangannya tidak hanya sampai di situ saja.
Rashford sedang menjelma menjadi salah satu pemain penting di Manchester United saat ini. Terlebih setelah adanya peralihan sosok di kursi kepelatihan, dari Jose Mourinho ke Ole Gunnar Solskjaer.
Kebijakan Solskjaer yang mempercayakan pemain muda membuat peran Rashford menjadi lebih penting. Kini, ia sudah tidak lagi berada di bawah bayang-bayang pemain berpengalaman seperti Romelu Lukaku ataupun Alexis Sanchez.
Musim ini, penyerang berumur 22 tahun tersebut sempat mengalami kesulitan. Namun performanya mulai menanjak seiring dengan hasil-hasil positif yang ditorehkan Manchester United. Dari lima pertandingan terakhir, ia berhasil membukukan lima gol dan satu assist.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tantangan Terberat di MU
Cukup banyak yang tahu bahwa Rashford merupakan pemain binaan tim muda Manchester United. Namanya mulai dikenal publik setelah diberi kesempatan melakoni laga debutnya pada tahun 2015 lalu oleh sang pelatih pada saat itu, Louis Van Gaal.
Bisa menembus skuat inti Manchester United adalah keistimewaan besar, dan Rashford mempercayai itu. Namun bukan berarti tantangan untuk pemain kelahiran Wythenshawe itu berhenti sampai di situ saja. Ada tantangan yang lebih sulit, yakni bertahan di dalam skuat.
"Bagi saya, saya telah berada di United selama bertahun-tahun dan telah melihat banyak teman datang dan pergi, dan itu membuat anda merasa istimewa karena bisa mendapatkan kesempatan ini," ujarnya kepada majalah Inside United.
"Namun begitu anda mendapatkan kesempatan itu, yang paling sulit adalah bertahan di sana. Jadi itulah tantangannya," lanjutnya.
Tetap Merendah
Menjadi seorang pemain Manchester United membuat kehidupan Rashford berubah 180 derajat. Namun itu tidak menjadikan dirinya sebagai sosok yang sombong. Ia memilih tetap memijakkan kakinya di bumi.
"Beberapa pertandingan pertama yang anda mainkan bisa terasa berat, saat anda kembali ke rumah atau pergi berbelanja. Paling sederhana saat anda pergi untuk membeli sesuatu - biasanya hanya butuh dua atau lima menit, sekarang butuh 30 menit," tambahnya.
"Saya hanya mencoba untuk tetap tenang. Anda tahu, mau menang atau kalah, bila anda tetap merasakan hal yang sama dan tetap tenang, itu akan membantu anda. Jadi saya tak suka merasa rendah diri ataupun terlalu tinggi," tutupnya.
(Goal International)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00
-
Kelemahan AC Milan Adalah Kekuatan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:56
-
Klasemen Pembalap Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 12:46
-
Klasemen Sementara Formula 1 2026 Usai Grand Prix Australia di Albert Park
Otomotif 8 Maret 2026, 12:41
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25












