Mengenang Kata-kata Sir Alex Ferguson Soal Liverpool Ketika Masih di MU
Yaumil Azis | 18 Januari 2021 14:23
Bola.net - Liverpool merupakan salah satu rival bebuyutan Manchester United, baik di kancah sepak bola Inggris maupun Eropa. Dan Sir Alex Ferguson adalah salah satu sosok yang cukup akrab dengan rivalitas sengit tersebut.
Ketika Sir Alex Ferguson datang dan memimpin Manchester United pada 1986, Liverpool adalah tim tersukses di Liga Inggris. Saat itu, Liverpool sudah mengoleksi 18 gelar Liga Inggris, sedangkan Setan Merah baru tujuh, jumlah yang sangat jomplang dan butuh perjuangan keras untuk mengejarnya.
Bahkan, 15 tahun setelah Ferguson berkuasa dan berjaya di Old Trafford, Manchester United baru mengantongi 13 gelar liga. Setan Merah butuh lima gelar lagi untuk menyamai Liverpool.
Pada musim 2001/2002, Manchester United dan Ferguson sedang mengalami masa yang suram. Red Devils kalah bersaing dalam pacuan gelar juara Premier League. Arsenal juara, finis 10 poin di atas MU.
Tren negatif itu berlanjut pada awal musim 2002/2003. Ketika liga baru berjalan sebulan, Arsenal tancap gas dan United terseok-seok. Akibatnya, MU tertinggal enam poin di belakang The Gunners.
Mantan bek Liverpool dan juga pandit BBC, Alan Hansen, mengipaskan bara ke arah Ferguson. Saat itu, dia menggambarkan Sir Alex Ferguson sedang menghadapi tantangan terbesar dalam kariernya.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Kesal Bukan Kepalang
Ferguson kesal bukan kepalang mendengar komentar Hansen tersebut. Saat itulah komentar dari Ferguson yang akhirnya melegenda.
"Tantangan terbesar saya adalah menendang Liverpool dari tenggeran mereka. Dan kalian bisa mencetak itu," kata Ferguson kepada para jurnalis pada akhir September 2002, seperti dilansir BBC.
Ferguson benar-benar memenuhi janjinya. Pada akhir musim itu, MU berhasil memenangi persaingan melawan Arsenal dan menjuarai Liga Inggris.
Manchester United kemudian resmi menendang Liverpool dari takhtanya pada musim 2011/2012, ketika memenangi gelar Liga Inggris untuk kali ke-19.
Koleksi gelar Liverpool sudah resmi mengungguli The Reds. Bahkan, setahun berselang bertambah lagi menjadi 20 trofi Liga Inggris yang menandai akhir pengabdian panjang Ferguson di Manchester United.
Beri Selamat ke Liverpool
Meski selalu menganggap Liverpool sebagai rival terbesar MU, Ferguson bukan sosok pendendam. Pria asal Skotlandia itu memberi selamat kepada rival lamanya, Kenny Dalflish setelah Liverpool mengakhiri penantian 30 tahun untuk meraih Premier League pada musim 2019/2020.
Kedua pria itu merupakan sosok ikonik bagi klubnya masing-masing
Ferguson, yang menangani Manchester United mulai 1986 hingga 2013, menyumbangkan 13 trofi Liga Inggris, lima Piala FA, dan dua gelar Liga Champions.
Dalglish, yang pertama bermain dan akhirnya menangani Liverpool, memenangi tiga Piala Champions, delapan gelar Divisi Pertama dan dua Piala FA selama waktunya di klub tersebut.
"Ferguson menghubungi kami untuk mengatakan selamat melalui media modern," kata Dalglish, seperti dilansir Sky Sports.
"Itu adalah pujian yang hebat. Kami berada dalam kompetisi dan bersaing, tapi cukup bermurah hati dengan mengirim surat mengucapkan selamat. Semuanya berada dalam permainan yang sama, bukan?" kata Dalglish.
Sumber: Sky Sports, BBC
Disadur dari: Bola.com (Yus Mei Sawitri)
Diunggah pada: 17 Januari 2021
Baca Juga:
- Liverpool vs Manchester United: Jurgen Klopp Memarahi Alexander-Arnold 2 Kali
- Hasil Seri Kontra Liverpool Menunjukkan Masalah yang Harus Diperbaiki MU
- Liverpool Menang Kuantitas, Manchester United Unggul Kualitas
- Rekor MU Lawan Tim Big Six: 0 Kemenangan
- Liverpool vs Manchester United: Ke Mana Eric Bailly?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Marc-Andre ter Stegen Absen dari Barcelona, Segera Jalani Tes Medis di Girona
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 16:45
-
Daftar Pemain Barcelona untuk Laga Liga Champions Kontra Slavia Praha
Liga Champions 20 Januari 2026, 16:26
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06







