Mengenang Masa-masa Sir Alex Ferguson di Ambang Pemecatan Manchester United
Yaumil Azis | 25 April 2020 03:59
Bola.net - Sir Alex Ferguson adalah salah satu pelatih legendaris yang terbilang lama menukangi Manchester United. Tapi, siapa yang menyangka kalau pria berdarah Skotlandia itu pernah berada selangkah dari pintu keluar Old Trafford.
Suara dari fans yang menuntut Sir Alex mundur terdengar lantang di awal tahun 1990. Saat itu Manchester United baru saja melewati enam laga Divisi Utama (sekarang Premier League) tanpa menuai kemenangan.
Hanya tinggal menunggu waktu sampai mereka terserap dalam kerasnya zona degradasi. Padahal, pada musim sebelumnya, Manchester United hanya mampu finis di peringkat 11 dan itu sudah menjadi torehan yang buruk.
Fans sudah angkat tangan. Mereka bahkan membentangkan spanduk bertuliskan: "3 Tahun Alasan dan Masih Busuk. Ta Ra Fergie." Dan pada saat itu, seorang pelatih umumnya bisa bertahan lima sampai 10 tahun.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Berkat Mark Robins
Ferguson butuh satu kemenangan. Ia harus membuat MU tampil apik di pentas FA Cup guna memperpanjang nafas. Sialnya, mereka kala itu harus bertamu ke markas klub kuat di masa itu, Nottingham Forest.
Viv Anderson, yang merupakan salah satu pemain MU, tahu persis bagaimana tertekannya Sir Alex. Katanya, tiada hari tanpa berita soal sang pelatih yang sedang berada di ambang pemecatan.
"Setiap harinya menjelang laga itu, kami melihat ke surat kabar dan membaca bahwa pelatih sedang dihadapkan dengan pemecatan," ujar Viv Anderson kepada Manchester Evening News tahun 2015.
Mungkin memang sudah takdirnya, Sir Alex bertahan di Manchester United. Jarak antara dirinya dengan pintu keluar Old Trafford kala itu hanya terpaut satu pemain saja, yakni Mark Robins.
Robins menjadi penyelamat MU, atau Sir Alex lebih tepatnya. Ia mencetak gol semata wayang di laga itu serta membuat Manchester United menang dan mengakhiri mimpi buruk yang sedang dialami.
Kisah Sir Alex Berubah
Semuanya jadi berbeda semenjak hari itu. Manchester United melaju kencang hingga tak bisa dihentikan di ajang FA Cup. Mereka kemudian memenangkan FA Cup, sebuah kompetisi yang memiliki nilai gengsi tinggi waktu itu.
Menyebut Ferguson akan dipecat tanpa memenangkan FA Cup mungkin sedikit berlebihan. Tetapi, tanpa keberhasilan dari kompetisi tersebut, MU mungkin takkan memenangkan Cup Winners' Cup di tahun berikutnya.
Dan jika MU sampai tidak memenangkan FA Cup, serta Cup Winners' Cup, maka artinya Ferguson melalui empat tahun perdananya di Old Trafford tanpa trofi. Di mana mereka selalu gagal menjadi juara di Divisi Utama. Ia takkan mungkin bertahan di MU.
Sir Alex jelas harus berterima kasih kepada Robbins. Sebab berkat dirinya, ia jadi melatih Manchester United selama 27 musim dan berhasil meraih pencapaian treble di tahun 1999.
(Goal International)
Baca juga:
- Barcelona Ingin Comot Diogo Dalot dari MU
- Eks Arsenal Ragukan Bruno Fernandes Bisa Jadi Pemain Kelas Dunia di MU
- Roy Keane Bela Ozil: Saya tak Akan Mau Gaji Saya Dipotong di Klub Besar
- Aksi Kecil Sir Alex Ferguson yang Buat Legenda Liverpool Segan
- 13 Pemain dengan Gocekan Bola Terindah, Messi Hanya Peringkat Lima
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
-
AS Roma Pastikan Batal Rekrut Joshua Zirkzee dari MU
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:30
-
Pemain Timnas Portugal Ini Jadi Pembelian Pertama Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





