Menurut Guardiola, Pelatih Sebenarnya Sering Mengandalkan Perasaan
Richard Andreas | 26 Oktober 2018 14:30
Bola.net - - Pep Guardiola layak dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia. Dia memulai kariernya bersama Barcelona, lalu menjajal Bayern Munchen, dan kini bersama Man City. Di ketiganya, Guardiola sukses meraih gelar juara.
Metode kerja Guardiola memang sering mendapat pujian. Dia adalah sosok pelatih yang selalu bekerja keras dan menuntut pemainnya memberikan lebih dari 100 persen kemampuannya.
Guardiola juga selalu mendapat pujian dari setiap pemain yang pernah merasakan sentuhan tangannya. Mereka yang pernah dilatih Guardiola bersaksi bahwa sosok berusia 47 tahun itu telah membuka pandangan mereka terhadap sepak bola yang sesungguhnya.
Meski demikian, uniknya Guardiola ternyata juga mengandalkan perasaan saat melatih, bukan hanya otak dan statistik. Baca pengakuan Pep selengkapnya di bawah ini:
Kemanusiaan
Menurut Guardiola, sepak bola adalah salah satu wadah terbaik bagi perkembangan kemanusiaan. Sepak bola selalu menuntut pelatih dan pemain yang terlibat di dalamnya untuk mencari cara-cara baru, untuk berkembang dan menunjukkan kreativitas mereka.
"Kemanusiaan bisa berkembang karena banyak orang yang tak bisa menerima realitas dan berusaha menemukan hal-hal baru," kata Guardiola kepada express.
"Jika anda tak mencoba kreatif maka jangan tanya kami kenapa kami melakukannya, kenapa tidak sebaliknya, sebab jika demikian maka kemanusiaan sudah berakhir. Orang-orang seperti ini [kreatif] diperlukan untuk membuat kemanusiaan jadi lebih baik."
Perasaan

Hal yang sama terjadi pada sepak bola. Sepak bola selalu menuntut kreativitas. Misalnya, taktik yang berfungsi dengan baik satu dekade silam mungkin tak akan lagi berguna saat ini.
"Sepak bola itu indah karena apa yang bekerja dengan baik hari ini mungkin besok sudah tak lagi bisa. Terkadang anda mengatakan sesuatu dengan baik dan anda berkata 'oke, kami akan meneruskannya sampai kondisi mulai memburuk'."
"Ketika anda melihat sinyal-sinyal itu, anda merasakannya, anda harus melakukan sesuatu yang berbeda," sambung dia.
"Semua pelatih, kami membuat banyak keputusan karena perasaan. Kami mendapat banyak informasi soal lawan dan menyimpannya di otak, tetapi kami harus mengandalkan perasaan itu."
Berita Video
Berita video momen pesta gol Jepang U-19 saat menghadapi Irak U-19, laga sebelum menghadapi Timnas Indonesia U-19 pada perempat final Piala AFC U-19 2018, Kamis (25/10/2018).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Man City vs Wolves 24 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 18:28
-
Daftar Transfer Resmi Premier League Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 09:01
LATEST UPDATE
-
Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Kokoh di Puncak, Tekuk Jakarta Electric PLN 3-1
Voli 24 Januari 2026, 21:35
-
Manchester United Resmi Pinjamkan Harry Amass ke Norwich City
Liga Inggris 24 Januari 2026, 20:36
-
Live Streaming Villarreal vs Real Madrid - Link Nonton La Liga/Liga Spanyol di Vidio
Liga Spanyol 24 Januari 2026, 20:00
-
Liverpool Terancam Kehilangan Andy Robertson, Tottenham Siap Bajak di Bursa Januari
Liga Inggris 24 Januari 2026, 19:57
-
Tahan Dulu Garuda! Miliano Jonathans Lagi Fokus Kejar Menit Bermain di Eredivisie
Lain Lain 24 Januari 2026, 19:53
-
Prediksi BRI Super League: Persib Bandung vs PSBS Biak 25 Januari 2026
Bola Indonesia 24 Januari 2026, 19:30
-
Kebanyakan Gara-Gara Kisah Memilukan, Ini Daftar 9 Nomor Balap yang Dipensunkan MotoGP
Otomotif 24 Januari 2026, 17:00
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 24-27 Januari 2026
Liga Inggris 24 Januari 2026, 16:36
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








