Michael Carrick dan Prinsip Don't Change A Winning Team di MU: 4 Laga Tanpa Perubahan di Starting XI
Asad Arifin | 8 Februari 2026 15:32
Bola.net - Michael Carrick memulai babak baru bersama Manchester United dengan cara yang tak biasa. Ditunjuk sebagai pelatih interim hingga akhir musim 2025/2026, Carrick langsung mencuri perhatian lewat konsistensi ekstrem dalam memilih starting XI.
Di tengah situasi tim yang sebelumnya tidak stabil, Carrick justru memilih jalur sederhana. Ia tidak banyak bereksperimen, tidak pula mengobral rotasi, sesuatu yang jarang terlihat di era Premier League modern.
Keputusan tersebut langsung berdampak pada performa di lapangan. Manchester United tampil solid, agresif, dan efektif dalam empat laga awal di bawah arahan mantan gelandang andalan Old Trafford itu.
Fakta paling unik pun muncul ke permukaan. Dari empat pertandingan pertamanya, Carrick hanya sekali mengubah komposisi pemain inti, dan itu pun bukan karena alasan taktik.
Kembali ke Dasar: Formasi Familiar dan Kepercayaan Penuh

Michael Carrick datang dengan identitas yang jelas. Ia meninggalkan pendekatan Ruben Amorim yang mengandalkan formasi 3-4-3 dan mengembalikan Manchester United ke sistem 4-2-3-1 yang lebih familiar bagi skuad.
Langkah ini membuat para pemain tampil lebih nyaman. Peran setiap posisi terasa jelas, terutama di lini tengah yang kembali diisi duet Casemiro dan Kobbie Mainoo sebagai poros permainan.
Debut Carrick terjadi pada laga besar melawan Manchester City di Old Trafford, 17 Januari 2026. Dengan starting XI yang langsung dipercaya penuh, MU tampil disiplin dan menang 2-0.
Kepercayaan Carrick tidak berhenti di situ. Starting XI yang sama persis kembali diturunkan saat MU bertandang ke markas Arsenal, dan hasilnya kembali positif lewat kemenangan dramatis 3-2.
Satu Perubahan, Bukan karena Taktik

Laga ketiga melawan Fulham menjadi satu-satunya momen Carrick melakukan perubahan di starting XI. Bukan karena performa buruk, melainkan karena Patrick Dorgu mengalami cedera.
Sebagai solusi, Carrick memasukkan Matheus Cunha untuk mengisi posisi winger kiri. Perubahan ini bersifat reaktif, bukan hasil evaluasi taktik atau rotasi terencana.
Menariknya, struktur permainan MU tidak berubah. Intensitas tetap terjaga, agresivitas serangan konsisten, dan hasil akhirnya tetap sama: kemenangan 3-2 di Old Trafford.
Pada laga keempat melawan Tottenham Hotspur, Carrick kembali menunjukkan konsistensinya. Ia mempertahankan starting XI yang sama seperti saat menghadapi Fulham dan sukses membawa MU menang 2-0.
Menerapkan Prinsip Dont Change A Winning Team

Keputusan Michael Carrick untuk memakai prinsip don't change a winning team di empat laga awalnya menjadi fakta unik yang sulit diabaikan. Dalam waktu singkat, ia menunjukkan bahwa stabilitas dan kepercayaan bisa menjadi fondasi kuat untuk hasil instan.
Empat laga, empat kemenangan, dan satu perubahan terpaksa. Awal perjalanan Carrick di Manchester United bukan hanya menjanjikan, tetapi juga menawarkan pendekatan sederhana yang efektif di level tertinggi sepak bola Inggris.
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Rahasia di Balik Banyaknya Gol Bola Mati MU: Peran Sunyi Jonny Evans dan Kaita Hasegawa
- Melihat Bryan Mbeumo Sebagai 'Big Game Player' Manchester United
- Kembalinya Kai Havertz Sebagai Puzzle Penting Arsenal
- 5 Pelajaran Kemenangan 2-0 Man United vs Tottenham: Kartu Merah Romero hingga Sentuhan Jenius Carrick
- Wolves vs Chelsea: Sinyal Kebangkitan Cole Palmer jelang Piala Dunia 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Erick Thohir Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:13
-
Israr Megantara Seperti Kylian Mbappe: Bikin Hattrick di Final, tapi Gagal Juara
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:04
LATEST UPDATE
-
Nature is Healing! Ketika Dua Eks Man United Jadi Pahlawan di Napoli
Liga Inggris 8 Februari 2026, 18:01
-
Gresik Phonska Plus Kembali Telan Kekalahan di Putaran Kedua Proliga 2026
Voli 8 Februari 2026, 17:47
-
Live Streaming Sassuolo vs Inter - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Februari 2026, 17:00
-
Erick Thohir Buka Peluang Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:13
-
Israr Megantara Seperti Kylian Mbappe: Bikin Hattrick di Final, tapi Gagal Juara
Tim Nasional 8 Februari 2026, 12:04
-
Melihat Bryan Mbeumo Sebagai 'Big Game Player' Manchester United
Liga Inggris 8 Februari 2026, 09:46
-
Kembalinya Kai Havertz Sebagai Puzzle Penting Arsenal
Liga Inggris 8 Februari 2026, 09:30
LATEST EDITORIAL
-
Gelimang Uang Tak Menjamin Bahagia, 4 Bintang Saudi Pro League Ini Katanya Tak Kerasan
Editorial 5 Februari 2026, 11:49
-
8 Kandidat Klub Baru Cristiano Ronaldo Jika Berpisah dengan Al Nassr, Balik ke MU?
Editorial 4 Februari 2026, 15:31
-
10 Pemain Bebas Transfer yang Masih Bisa Direkrut Klub-Klub Top Eropa
Editorial 4 Februari 2026, 14:57
-
Dari Jeremy Jacquet hingga Alisson: 7 Pemain yang Menolak Chelsea untuk Liverpool
Editorial 3 Februari 2026, 14:14
-
10 Transfer Termahal Januari 2026
Editorial 3 Februari 2026, 11:42







