Michael Jackson Emosi Usai Laga Arsenal vs Burnley: Kai Havertz Harusnya Dikartu Merah!

Dimas Ardi Prasetya | 19 Mei 2026 12:17
Michael Jackson Emosi Usai Laga Arsenal vs Burnley: Kai Havertz Harusnya Dikartu Merah!
Pemain Arsenal, Kai Havertz, bereaksi setelah pertandingan Premier League melawan Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Arsenal meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley pada pekan ke-37 Premier League 2025/2026 di Emirates Stadium, Selasa (19/05/2026) dini hari WIB. Hasil itu membuat The Gunners semakin dekat dengan trofi liga yang sudah lama mereka nantikan.

Gol tunggal kemenangan Arsenal dicetak Kai Havertz pada menit ke-36 melalui sundulan di dalam kotak penalti. Gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat sepanjang 90 menit.

Advertisement

Tambahan tiga poin membuat Arsenal kini mengoleksi 82 angka dari 37 pertandingan musim ini. Pasukan Mikel Arteta unggul lima poin atas Manchester City yang baru memainkan 36 laga.

Situasi itu membuat tekanan kini berada di kubu Manchester City yang akan menghadapi Bournemouth. Jika City gagal menang, Arsenal dipastikan keluar sebagai juara Premier League musim ini.

1 dari 3 halaman

Michael Jackson Kecam Tekel Kai Havertz

Michael Jackson Kecam Tekel Kai Havertz

Pemain Arsenal, Kai Havertz, mencetak gol dalam pertandingan Premier League melawan Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Manajer interim Burnley, Michael Jackson, melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit dalam laga tersebut. Ia merasa Arsenal seharusnya tidak mengakhiri pertandingan dengan 11 pemain di lapangan.

Jackson menilai Kai Havertz layak mendapat kartu merah usai melakukan tekel keras kepada Lesley Ugochukwu pada menit ke-69. Dalam insiden itu, kaki Havertz mengenai bagian belakang betis gelandang Burnley tersebut.

Meski insiden sempat ditinjau VAR, wasit Paul Tierney tidak dipanggil untuk melihat monitor di pinggir lapangan. Keputusan itu membuat Jackson kecewa karena menurutnya pelanggaran tersebut sangat berbahaya.

"Saya tidak suka melihat orang diusir, tetapi saya telah menonton ulang pertandingan dan cara wasit memimpin hari ini, saya pikir itu kartu merah (untuk Havertz). Ketika Anda menontonnya frame demi frame, Anda pasti dapat melihatnya dari berbagai sudut,” ujarnya, seperti dilansir ESPN.

"Itu berbahaya, itu (tekel yang) terangkat dari tanah. Itu adalah pelanggaran yang disengaja untuk menghentikan permainan sejak awal, jadi saya kecewa karena, dengan 20 menit tersisa, itu bisa mengubah jalannya pertandingan, kami masih dalam permainan. Kami bertahan dalam permainan selama mungkin,” ucapnya.

"Ia (Havertz) juga bisa melukainya (Ugochukwu). Itu adalah keputusan besar yang terkadang tidak kami dapatkan, dan kami belum mendapatkannya sepanjang musim," keluh Jackson.

2 dari 3 halaman

Burnley Dinilai Bisa Hindari Gol Havertz

Burnley Dinilai Bisa Hindari Gol Havertz

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres berduel dengan pemain Burnley Axel Tuanzebe dalam pertandingan Premier League, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Selain menyoroti keputusan wasit, Jackson juga membahas proses gol kemenangan Arsenal. Ia mengaku kecewa karena Burnley gagal mengantisipasi ancaman bola mati lawan.

Gol Havertz memang berawal dari situasi set piece yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Arsenal. Burnley sempat bertahan cukup disiplin, tetapi kehilangan fokus dalam momen krusial.

Jackson merasa detail kecil menjadi pembeda antara tim papan atas dan tim yang sedang berjuang di papan bawah. Menurutnya, Burnley sebenarnya memiliki peluang untuk meredam ancaman tersebut.

"Kami tahu mereka adalah ancaman dari bola mati. Biasanya tidak ada yang mengawal pemain lawan dengan ketat, tetapi detail kecil itulah yang membedakan tim-tim papan atas dalam permainan ini."

Kekalahan ini membuat Burnley kembali gagal mencuri poin penting di akhir musim. Sementara itu, Arsenal kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan gelar Premier League pertama mereka sejak 2004.

LATEST UPDATE