Modric, Menjadi Bintang Setelah Perang

Editor Bolanet | 30 Juni 2012 06:50
Modric, Menjadi Bintang Setelah Perang
Modric punya masa kecil yang sulit (c) AFP
- Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mungkin dalah pemain terbaik dunia saat ini. Namun perjuangan Luka Modric dalam mewujudkan mimpinya menjadi pemain sepakbola profesional jauh lebih hebat.

Ronaldo cenderung tidak memiliki masalah dengan masa kecilnya, sementara Messi harus berkutat dengan masalah hormon. Tapi Modric, pemain asal ini harus menghadapi peperangan. Selain itu, dia juga berasal dari keluarga yang sangat miskin.

Saat Luka Modric berumur enam tahun, ayahnya harus meninggalkannya untuk berperang dalam perang Balkan pada 1991. Modric dan ibunya harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari perang.

Menurut Tomislav Basic, orang yang pertama kali menemukan bakat besar Modric, mereka sangat miskin. Mereka tak mampu membelikan Luka kaos atau pelindung betis. Jadi saya membuatkan pelindung betis dari kayu untuknya.

Modric akhrinya bergabung dengan Dinamo Zagreb pada usia 16 tahun. Namun dia harus kembali mengalami peperangan sekali lagi. Modric harus menjalani wajib militer dan ditempatkan sebagai seorang tentara di Mostar.

Modric tak terlalu suka mengingat masa getir kehidupannya. Terakhir kali dia mengatakan tentang masa lalunya itu, dia menekankan bahwa perang membuatnya jadi kuat.

Perang membuat saya menjadi lebih kuat. Itu adalah masa-masa sulit. Saya tak ingin selalu mengingatnya, tapi saya juga tak akan melupakannya. Saat ini, saya sudah siap untuk segalanya. (mrc/hsw)

LATEST UPDATE