Mourinho Ungkapkan Kepedihan di Chelsea

Editor Bolanet | 24 September 2007 08:52
Mourinho Ungkapkan Kepedihan di Chelsea
Logo Bola.net (c) Bola.net

Bola.net - Jose Mourinho mengakui bahwa kepergiannya secara dramatis dari Chelsea merupakan pengalaman paling menyakitkan selama hidupnya.

Mourinho meninggalkan Stamford Bridge hari Kamis setelah hubungannya dengan pemilik the Blues, Roman abramovich, hancur berantakan.

Advertisement

Pelatih asal Portugal itu tumbuh cintanya pada Chelsea, setelah menjadikan klub London barat itu sebagai salah satu kekuatan dominan Liga Utama Inggris selama ia menjadi pelatih klub tersebut tiga setengah tahun.

Meskipun Mourinho mengakui bahwa perselisihannya dengan Abramovich berarti ia tidak bisa bertahan di Chelsea dalam jangka panjang, namun ternyata ia sangat sulit untuk mengendalikan emosinya dalam empat hari sejak kepergiannya.

"Kebenarannya adalah bahwa putusnya hubungan kami bukan karena satu detail atau sesuatu yang terjadi pada momen tertentu," kata Mourinho kepada the News of the World.

"Jadi meskipun kami mengalahkan Blackburn, tetapi kalah atau imbang dalam pertandingan berikutnya, pekan depan masih akan menghadapi masalah yang sama.

"Ini merupakan hal yang paling menyakitkan, pengalaman yang paling menyakitkan dalam hidup saya," katanya.

"Anda harus yakin ini merupakan momen terburuk saya kapan pun, di klub mana pun. Ini sangat melukai saya lebih daripada sebelumnya," tambahnya.

Mourinho diyakini sangat terluka, karena John Terry, kapten timnya di Chelsea, dilaporkan berperan dalam kepergiannya.

Terry dikatakan telah berdebat dengan Mourinho mengenai keputusan pelatih itu untuk menanyakan staf medisnya mengapa bek Inggris itu bermain demikian buruk di musim ini.

Abramovich sangat tidak senang dengan kegagalan Mourinho untuk membuat Andriy Shevchenko melakukan penampilan terbaiknya dan timnya kurang menyuguhkan permainan menghibur.

Jadi, saat berita tentang perdebatan Terry dengan Mourinho sampai ke Abramovich dan para direktur Chelsea, hal itu mereka anggap sebagai pertarungan terakhir.

Avram Grant, orang Israel yang mempunyai hubungan erat dengan Abramovich, telah menggantikan Mourinho, tetapi Mourinho tidak peduli dengan pernyataan-pernyataan bahwa Grant membantu mempercepat kepergiannya dengan memberi penjelasan yang menentangnya kepada Abramovich.

"Saya tidak peduli bila saya ditohok dari belakang. Saya tidak peduli bila hal itu benar," kata Mourinho.

"Saya tidak ingin menghabiskan waktu dan energi saya untuk membicarakan hal itu. Saya tidak peduli lagi dengan segala sesuatu yang terjadi di Chelsea, siapa yang mereka beli, siapa yang mereka jual, siapa manajernya."

Mourinho telah mendapat dua tawaran untuk kembali ke manajemen, termasuk dari Tottenham, dan bersikukuh bahwa ia akan segera mengambil jabatan lainnya.

Tetapi, tujuannya bukan di Liga Primer setelah Chelsea menuntut dalam suatu klausal yang mencegahnya untuk melatih di tim papan atas Inggris sampai musim mendatang, jadi tujuan mendatangnya bisa jadi Italia atau Jerman.

"Saya sudah mempunyai dua tawaran, tetapi saya tidak akan memberitahu kalian ke mana, hanya tidak ada yang saya minati," kata Mourinho.

"Saya hanya akan beristirahat karena keadaan sepak bola," katanya.

"Tidak ada seorang pun yang memecat manager di bulan September atau Oktober - bila tidak secara normal - jadi saya bersedia bila pekerjaan datang," katanya. 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT

LATEST UPDATE