Gara-gara Komentarnya Soal Uighur, Mesut Ozil Dihapus dari PES 2020
Richard Andreas | 19 Desember 2019 05:00
Bola.net - Konfrontasi Mesut Ozil dengan negeri tirai bambu terus berlanjut. Sekarang, nama pemain Arsenal itu resmi dihapus dari gim sepak bola virtual populer Pro Evolution Soccer 2020 versi Cina.
Ozil terjebak di tengah kontroversi diplomatis menyusul komentar pedasnya beberapa hari lalu. Dia mengkritik perlakukan pemerintah Cina terhadap kaum Muslim Uighur, yang dituding tidak pernah adil.
Tudingan Ozil ini ternyata ditanggapi serius oleh rakyat Cina dan penikmat sepak bola pada umumnya. Ozil dinilai terlalu ikut campur pada hal-hal yang seharusnya bukan urusannya.
Terlebih, sekarang terbukti Ozil membuat tudingan itu hanya berdasarkan berita palsu. Mengutip Goal internasional, baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Komentar Ozil
Ozil paham betul pengaruhnya di media sosial dan kali ini memutuskan menggunakannya dengan maksud baik. Kaum Uighur merupakan etnis minoritas di Cina Utara, keberagaman di sana sungguh luar biasa.
Sepertinya Ozil membaca informasi bahwa umat muslim Uighur di Xinjiang diperlakukan tidak adil, ditindas sebagai minoritas.
"Turkistan Timur, luka berdarah umat, menentang penganiaya yang berusaha memisahkan mereka dari Agamanya. Mereka membakar Quran. Menutup masjid. Melarang sekolah. Membunuh orang suci," kata Ozil di media sosialnya beberapa waktu lalu.
"Para pria dipaksa masuk dalam pelatihan militer dan keluarga mereka dipaksa tinggal bersama pria Cina. Para wanita pun dipaksa menikahi pria Cina."
"Namun Muslim tenang. Mereka tidak akan bersuara. Mereka [pemerintah Cina] telah meninggalkan umat muslim. Tidakkah mereka tahu bahwa membiarkan persekusi adalah tindakan persekusi itu sendiri?"
Dihapus dari Gim
Tentu, tudingan Ozil di atas tidak main-main. Dia secara langsung mengecam pemerintah Cina, tudingan keras dari pesepak bola.
Alhasil, NetEase selaku perusahaan yang mempromosikan PES di Cina, memilih mencabut Ozil dari produk mereka. Komentar Ozil terhadap nasib umat muslilm Uighur dinilai telah "melukai perasaan fans Cina dan menyalahi semangat cinta dan kedamaian," lalu menambahkan: "Kami tidak memahami, menerima, atau memaafkan ini."
Arsenal, yang memiliki sejumlah bisnis di Asia Timur, memilih menjauh dari kontroversi Ozil ini. Arsenal bahkan telah merilis pernyataan resmi yang mengatakan bahwa pandangan pemain mereka tidak merepresentasikan prinsip klub.
Ya, tidak ada nama Ozil dalam PES 2020. Lebih tepatnya pernah ada, lalu dihapus.
Diundang
Kasus ini belum berhenti, jelas mengganggu konsentrasi Ozil di Arsenal. Demi menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, juru bicara menteri luar negeri Cina, Geng Shuang, ingin Ozil hadir langsung ke lokasi.
"Saya tidak tahu apakah Tuan Ozil pernah datang ke Xinjiang secara pribadi, tetapi dia telah benar-benar tertipu oleh berita palsu dan pernyataan palsu yang memengaruhi penilaiannya," imbuhnya.
"Kami juga mengundang Tuan Ozil ke Xinjiang jika ada kesempatan, untuk berjalan-jalan dan melihat situasi sebenarnya, selama dia masih memiliki hati nurani, untuk membedakan mana yang benar dan yang salah"
"Serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip objektivitas dan keadilan, dia akan melihat Xinjiang yang berbeda," tutupnya.
Sumber: Goal International
NB: Ada kesalahan di dalam judul artikel ini sebelumnya, dan saat ini sudah direvisi.
Baca ini juga ya!
- Belum Resmi Latih Arsenal, Arteta Sudah Tentukan Pemain Incaran
- Arsene Wenger Sebut Arteta Butuh Bantuan di Arsenal, Apa Sebabnya?
- Latih Arsenal, Mikel Arteta Ditunggu Situasi Pahit
- Arsenal Hanya Perlu Bayar Rp18 Miliar, Man City tak Bisa Halangi Mikel Arteta
- Mampukah Arteta Bangkitkan Arsenal Lagi? Guardiola Saja Ragu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Siapa Mampu Hentikan Arsenal di Liga Champions Musim Ini?
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:10
-
Usai Hancurkan Inter Milan, Arsenal Langsung Kirim Teror ke Manchester United
Liga Inggris 21 Januari 2026, 09:15
-
Arsenal yang Bernyali Besar di Markas Inter Milan
Liga Champions 21 Januari 2026, 09:09
-
Liga Champions 21 Januari 2026, 08:58

LATEST UPDATE
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
-
Seri Ketiga Proliga 2026: Bandung bjb Tandamata Bidik Sapu Bersih di Rumah Sendiri
Voli 21 Januari 2026, 20:45
-
Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Marseille vs Liverpool - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






