Noda Match Fixing dalam Rivalitas Liverpool dan Manchester United
Gia Yuda Pradana | 14 Januari 2021 13:16
Bola.net - Pertemuan antara Manchester United dan Liverpool lazimnya berlangsung panas akibat rivalitas antara kedua tim tersebut. Namun, tak demikian halnya dengan laga yang tersaji di Old Trafford, 2 April 1915.
Pada laga tersebut, para pemain Liverpool terkesan ogah-ogahan dalam bermain. Mereka enggan mendekati kotak penalti United. Bahkan, ketika sepakan rekan mereka Fred Pagnam membentur mistar gawang United, yang dikawal Bobby Beale, para penggawa Liverpool menunjukkan raut muka tak senang.
Bahkan para penggawa Liverpool tak memanfaatkan hadiah penalti yang mereka dapat pada laga tersebut.
Laga yang berjalan relatif searah ini pun berakhir dengan kemenangan United. Skuad besutan Jack Robson ini menang dua gol tanpa balas. Gol-gol kemenangan Setan Merah dicetak George Anderson.
Dengan kemenangan ini, United meraih dua poin. Donasi dua poin ini yang membawa mereka menempati posisi 18 di klasemen. Mereka unggul satu poin dari tim yang masuk zona degradasi.
Sementara, bagi Liverpool, kekalahan ini relatif tak berdampak. Pasalnya, mereka berada di papan tengah. Anak asuh Tom Watson ini tak berpeluang mengejar gelar juara, tapi sebaliknya mereka pun tak terancam degradasi.
Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Skandal Terbongkar
Mulanya, permainan ogah-ogahan yang diperagakan dalam laga Liverpool kontra United ini ditengarai tak lepas dari kondisi yang melanda Eropa waktu itu. Perang Dunia 1 berkobar di Eropa.
"Pertandingan ini dibayangi Perang Dunia 1 yang sudah berlangsung selama beberapa bulan. Para pemain bisa jadi berpikir setelah musim ini usai, tak akan ada kompetisi lagi," tulis penulis olahraga, Graham Sharpe, seperti dilansir BBC.
Namun, kecurigaan terus berkembang, terutama di kalangan para petaruh. Mereka curiga dengan nilai taruhan bahwa United bakal menang pada laga tersebut. Waktu itu, nilai taruhan bahwa United bakal menang 2-0 pada laga tersebut mencapai 7:1.
Kasak-kusuk di kalangan petaruh sampai juga ke otoritas Liga Inggris. Mereka kemudian melakukan penyelidikan terkait kejanggalan-kejanggalan yang terjadi dalam laga tersebut.
Setelah melakukan penyelidikan panjang, pada Desember 1915, otoritas liga akhirnya membeber hasil penyelidikan mereka. Seperti dinukil dari Daily Mail, berikut hasil penyelidikan mereka:
"Terbukti ada sejumlah uang yang berpindah tangan dengan bertaruh pada pertandingan dan ada sejumlah pemain yang diuntungkan dengan hal tersebut. Ulah mereka ini merusak keseluruhan pertandingan dan mencemari kejujuran dan keadilan."
Hukuman Dijatuhkan
Setelah investigasi dilakukan, hukuman pun dijatuhkan. Otoritas liga yang tak ingin kompetisi mereka tercemar menjatuhkan hukuman berat kepada para pemain yang terlibat dalam skandal ini.
Ada empat orang dari Liverpool yang dianggap terlibat pada perbuatan lancung ini. Mereka adalah Jackie Sheldon, Tom Miller, Bob Pursell, dan Thomas Fairfoul.
Sementara, di kubu United ada tiga orang yang menurut otoritas liga terlibat dalam permufakatan culas tersebut. Mereka adalah Sandy Turnbull, Arhur Whalley, dan Enoch West.
Pada 27 Desember 1915, vonis pun turun. Mereka diskors seumur hidup tak boleh bermain di kompetisi.
Namun, hukuman ini relatif tak berdampak. Pasalnya, sepanjang Perang Dunia Pertama berlangsung, kompetisi tak bergulir.
Kecuali West, hukuman para pemain yang terlibat dalam skandal ini dicabut pada 1919. Sementara, hukuman West sendiri baru dicabut pada 1945. Para pemain yang terlibat dalam perang ini dinilai berjasa pada negara. Sementara, seperti dilansir Daily Mail, West tak ikut terjun ke kancah Perang Dunia Pertama. Ia sibuk melakoni perang pribadinya, melalui pengadilan, untuk membersihkan nama dari tudingan terlibat matchfixing.
Gugur dalam Perang
Jika rekan-rekannya, kecuali West, bisa kembali bermain sepak bola setelah Perang Dunia Pertama usai, tak demikian halnya dengan Sandy Turnbull. Penyerang United asal Skotlandia ini hilang dan dianggap gugur dalam peperangan.
Turnbull yang ditugaskan bersama Batalion Kedelapan Resimen East Surrey harus menghadapi serangan mendadak pasukan Jerman di dekat pedesaan Cherisy, Prancis, pada April 1917.
Dalam pertempuran tersebut, 90 prajurit gugur, 150 orang terluka, dan 90 serdadu lainnya tertawan. Turnbull sendiri terluka pada pertempuran tersebut dan dipercaya tertawan oleh pihak Jerman.
Istri Turnbull, Florence, tak pernah mengetahui nasib suaminya. ia hanya mendapat surat dari kesatuan suaminya.
"Kami mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada suami tercinta Anda, Alec. Ia terluka dan kami khawatir ia jatuh ke tangan Jerman. Kami berharap Anda akan mendapat kabar langsung darinya."
"Dalam kondisi terluka, Alec terus bertempur dan memimpin anak-anak buahnya. Ini terakhir kali kami melihatnya. Kami semua mencintainya. Dia merupakan sosok ayah bagi kami semua dan sosok paling populer di resimen. Kami sangat bersimpati atas kehilangan Anda," demikian surat dari resimen Turnbull kepada Florence.
Sampai akhir hayatnya, Florence tak pernah lagi mengetahui kabar atau bahkan melihat jasad suaminya. Diyakini, Turnbull gugur sebagai tawanan dan jasadnya terkubur di suatu tempat di Prancis Utara.
(Bola.net/Dendy Gandakusumah)
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
Termasuk Eks Mitra Kukar dan Pelaku Matchfixing, Ini 5 Pemain yang Sempat Berkostum Liverpoool & MU
Sindir Penalti Manchester United, Klopp Dicap Munafik
10 Transfer Termahal Premier League di Bulan Januari: Dari Willian Hingga Van Dijk
Bangkit, Manchester City Tebar Ancaman ke Liverpool dan Manchester United
Liverpool vs MU: Ketika Tim Jago Kandang Bertemu Tim Jago Tandang
Hasil, Klasemen, dan Top Skor Liga Inggris: Man City Mulai Ganggu MU dan Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Leny Yoro Mulai Terancam di Manchester United, 3 Bek Baru Masuk Radar
Liga Inggris 22 September 2026, 22:20
-
Tersisih di Era Xabi Alonso, Wonderkid Chelsea Ini Menolak Menyerah!
Liga Inggris 22 September 2026, 22:19
-
Mantan Tangan Kanan Solskjaer Bakal Gantikan Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:08
-
MU Cari Bek Kiri Baru, Incar Bek Top EPL Ini?
Liga Inggris 22 September 2026, 21:59
-
Viktor Gyokeres Didekati Milan dan Juventus, Pertimbangkan Tinggalkan Arsenal
Liga Inggris 22 September 2026, 21:45
LATEST UPDATE
-
Perubahan Formasi AC Milan ke 4-2-3-1 dengan Goncalo Ramos sebagai Kunci
Liga Italia 23 September 2026, 10:09
-
Trio Penyerang Barcelona Unggul Jauh dari Real Madrid
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:43
-
Hansi Flick Capai Tonggak Baru dalam Kariernya Bersama Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:39
-
Raphinha dan Risiko Perjalanan 35.000 Km Bersama Timnas Brasil
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:33
-
Menengok Kiprah 5 Pemain Pinjaman dari Barcelona
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:17
-
Karim Adeyemi, Barcelona Membelinya di Harga yang Tepat
Liga Spanyol 23 September 2026, 07:11
-
Untuk Saat Ini, Posisi Vinicius Junior di Real Madrid Tetap Aman
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:51
-
Jiwa Pemimpin Jude Bellingham
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:45
-
Bernardo Silva Harus Starter!
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:16
-
Real Madrid dan Catatan Historis yang Mengancam Peluang Juara Mereka
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:12
-
Kylian Mbappe dan Vinicius Junior Tumpang Tindih di Sisi Kiri
Liga Spanyol 23 September 2026, 05:07
-
Mikel Arteta Sepakat Kontrak Baru Arsenal, Gajinya Naik Signifikan
Liga Inggris 23 September 2026, 00:05
-
Kylian Mbappe Tak Malu Akui Ingin Menangkan Ballon d'Or
Liga Spanyol 22 September 2026, 23:30
-
Kylian Mbappe Ungkap Alasan Tolak Liverpool meski Didorong Sang Ibu
Liga Spanyol 22 September 2026, 22:55
-
Antonio Conte Semakin Dekat Jadi Manajer Baru MU?
Liga Inggris 22 September 2026, 22:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
