Pahlawan dan Pesakitan Derby Manchester: Haaland Menggila, Donnarumma Sempurna, 3 Penggawa MU Jadi Bencana
Editor Bolanet | 15 September 2025 12:21
Bola.net - Panggung akbar Derby Manchester ke-197 berakhir menjadi milik Manchester City sepenuhnya. Pasukan Pep Guardiola sukses melumat rival sekota mereka, Manchester United, dengan skor telak 3-0, Minggu (14/9/2025) malam WIB.
Kemenangan ini terasa begitu komprehensif, terutama di babak kedua. Setelah unggul tipis di paruh pertama, The Citizens mengamuk dan mendominasi total permainan untuk mengunci tiga poin.
Seperti laga besar lainnya, pertandingan ini melahirkan para pahlawan yang tampil gemilang. Namun di sisi lain, ada pula para pesakitan yang performanya menjadi sorotan tajam karena menjadi biang kerok kekalahan timnya.
Dari Erling Haaland yang dominan di dua kotak penalti hingga debutan Gianluigi Donnarumma yang tampil tanpa cela, City punya banyak pahlawan. Sebaliknya, kubu Setan Merah harus meratapi performa buruk sejumlah pemain kunci mereka.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai siapa saja yang layak disebut sebagai pemenang dan pecundang dalam duel sarat gengsi di Etihad Stadium.
Pemenang: Erling Haaland, Dominasi Total di Dua Kotak Penalti

Meski babak pertama berjalan cukup seimbang, Manchester City berhasil unggul tipis 1-0. Namun, Erling Haaland menunjukkan kelasnya bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai tembok pertahanan.
Saat United meningkatkan intensitas serangan di awal babak kedua, Haaland menjelma menjadi bek tambahan. Ia tercatat melakukan enam sapuan bola, termasuk empat kali menghalau umpan silang berbahaya dengan sundulan kokohnya.
Setelah mengamankan pertahanan, ia beralih menghancurkan lini belakang lawan. Dengan lari yang cerdas, ia mencetak gol kedua lewat sontekan indah sebelum menambah gol ketiga dengan memanfaatkan kesalahan fatal bek United.
Tak berhenti di situ, ia hampir menambah satu assist andai Tijjani Reijnders mampu menuntaskan umpan matangnya. Malam itu, Haaland benar-benar menjadi pemenang mutlak di semua area lapangan.
Pecundang: Luke Shaw, Mimpi Buruk di Lini Pertahanan

Bagi Luke Shaw, laga ini adalah sebuah mimpi buruk yang nyata. Setelah berjuang pulih dari cedera, penampilannya justru menjadi titik lemah utama bagi pertahanan Manchester United.
Bek timnas Inggris itu diobrak-abrik oleh Jeremy Doku yang berujung pada gol pertama City. Ia juga terlihat begitu lemah dalam upayanya menghentikan Haaland untuk gol kedua, dan membuat operan fatal yang menjadi awal dari gol ketiga.
Penampilan buruknya bahkan mengundang kritik pedas dari legenda Manchester United, Roy Keane. Keane menyoroti betapa mudahnya Shaw dilewati oleh lawan-lawannya sepanjang pertandingan.
"Luke Shaw telah lolos dari hukuman selama bertahun-tahun," semprot Keane usai laga. "Dia terlihat seperti tidak mau merebut bola dari orang!"
Pemenang: Gianluigi Donnarumma, Tembok Baru di Debut Impian

Jika Haaland menjadi pemenang di lini depan, maka Gianluigi Donnarumma adalah pahlawan di bawah mistar gawang. Menjalani debut di laga sepanas ini, ia tampil dengan ketenangan luar biasa.
Kiper internasional Italia ini menunjukkan keberaniannya saat keluar dari sarangnya untuk mematahkan peluang satu lawan satu Benjamin Sesko. Ia juga beberapa kali sigap meninju bola untuk meredakan tekanan di area pertahanannya.
Puncaknya adalah penyelamatan gemilang di babak kedua saat menepis tendangan voli keras Bryan Mbeumo. Dengan kecepatan super untuk pria seukurannya, ia menjulurkan tangan dan mementahkan bola yang melaju ke pojok gawang.
Secara keseluruhan, Donnarumma tampil dominan dan membuktikan mengapa City berani mengambil risiko untuk merekrutnya. Ia adalah definisi tembok kokoh yang sesungguhnya.
Pecundang: Bruno Fernandes, Gelandang Bertahan yang Gagal Total

Manchester United sebenarnya mampu mengimbangi permainan City di babak pertama. Namun, mereka harus tertinggal 0-1 karena kesalahan fatal dari pemain yang seharusnya menjadi pemimpin.
Kesalahan itu dilakukan oleh Bruno Fernandes yang gagal menjaga Phil Foden, pemain lawan yang menjadi tanggung jawabnya. Alih-alih menempel ketat, ia justru hanya berdiri diam dan membiarkan Foden dengan bebas menyundul bola menjadi gol.
Insiden ini sekali lagi menunjukkan bahwa Bruno tidak memiliki naluri bertahan yang dibutuhkan untuk bermain lebih dalam. Meskipun ia pekerja keras, kemampuannya dalam membaca pergerakan lawan sangatlah minim untuk peran tersebut.
Menurut Roy Keane, kelemahan ini sudah menjadi masalah menahun bagi sang pemain. Anehnya, Manchester United justru tidak menjualnya saat ada tawaran besar dan malah memaksanya bermain di posisi yang bukan keahliannya.
Pemenang: Phil Foden, Gol Emosional untuk Legenda

Hari Minggu pagi dibuka dengan kabar duka bagi fans Manchester City. Legenda tinju dan penggemar berat City, Ricky Hatton, dikabarkan meninggal dunia di usia 46 tahun.
Maka, menjadi sebuah momen yang sangat emosional ketika Phil Foden, seorang putra asli Manchester, mencetak gol pembuka di laga derby sore harinya. Gol tersebut merupakan yang pertama baginya di musim ini.
Kemenangan telak atas rival sekota pun terasa menjadi sebuah penghormatan yang indah. Foden mendedikasikan gol dan kemenangan tersebut untuk sang legenda yang sangat ia kagumi.
"Ini semua untuknya," kata Phil Foden singkat usai pertandingan, mengonfirmasi persembahan spesialnya.
Pecundang: Ruben Amorim, Sang Nakhoda di Ujung Tanduk

Di antara para pemain yang tampil buruk, tanggung jawab terbesar atas kekalahan memalukan ini tentu ada di pundak manajer, Ruben Amorim. Serangkaian keputusan taktisnya patut dipertanyakan.
Salah satunya adalah keputusannya yang sangat jarang memainkan Benjamin Sesko sebagai starter, padahal sang pemain tampil cukup baik. Selain itu, ia terus memercayai Altay Bayindir di bawah mistar gawang meski tampil kurang meyakinkan.
Ia juga bersikeras memainkan Luke Shaw dan Leny Yoro di posisi bek tengah-samping yang tidak sesuai dengan karakter permainan mereka. Pemaksaan Bruno sebagai gelandang bertahan dan Amad sebagai nomor 10 juga terbukti gagal total.
Setiap manajer memang membutuhkan waktu, tetapi dengan rentetan keputusan yang aneh dan hasil yang terus memburuk, kursi kepelatihan Ruben Amorim kini berada di ujung tanduk.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 6 November 2026, 12:10
-
Mulai Bersinar, Liverpool Pagari Trey Nyoni dengan Kontrak Baru
Liga Inggris 6 November 2026, 12:00
-
Bek Fulham Ini Jadi Pengganti Lisandro Martinez di MU?
Liga Inggris 6 November 2026, 11:30
-
Rencana Real Madrid untuk JJ Gabriel: Langsung Masuk Tim Utama?
Liga Spanyol 6 November 2026, 11:00
-
3 Kali Kalah, Ruben Amorim Yakin AC Milan Lolos ke Fase Gugur Liga Europa
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 08:30
LATEST UPDATE
-
Didier Deschamps Tolak Tawaran MU untuk Gantikan Carrick, Siapa Kandidat Berikutnya?
Liga Inggris 6 November 2026, 14:20
-
Jose Mourinho Tak Lagi Seperti Dulu, Ini Perubahan Besarnya di Real Madrid
Liga Spanyol 6 November 2026, 13:45
-
Jadwal Lengkap MotoGP Qatar 2026 di Sirkuit Lusail, 6-8 November
Otomotif 6 November 2026, 13:35
-
Virgil van Dijk Desak Liverpool Benahi Pertahanan usai Kalah dari Fenerbahce
Liga Champions 6 November 2026, 13:10
-
Link Streaming PSIM vs Dewa United, 6 November 2026
Bola Indonesia 6 November 2026, 13:00
-
Andai Bruno Fernandes Pergi, Wonderkid Bayern Munchen Ini Jadi Suksesornya di MU?
Liga Inggris 6 November 2026, 12:40
-
Bukan Vinicius atau Mbappe, Ini Pemain Favorit Franco Mastantuono di Real Madrid
Liga Spanyol 6 November 2026, 12:35
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 6 November 2026, 12:30
-
Manchester United Boyong Ivan Toney di Januari 2027?
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 12:20
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 6 November 2026, 12:20
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 6 November 2026, 12:10
-
AC Milan Takluk dari Ferencvaros di Liga Europa, Masalah Mental Jadi Penyebab
Liga Eropa UEFA 6 November 2026, 12:00
-
Mulai Bersinar, Liverpool Pagari Trey Nyoni dengan Kontrak Baru
Liga Inggris 6 November 2026, 12:00
-
Bek Fulham Ini Jadi Pengganti Lisandro Martinez di MU?
Liga Inggris 6 November 2026, 11:30
-
Rencana Real Madrid untuk JJ Gabriel: Langsung Masuk Tim Utama?
Liga Spanyol 6 November 2026, 11:00
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
