Paul Pogba Dipandang Sebagai Korban Kegagalan Manchester United
Richard Andreas | 4 Juni 2019 23:00
Bola.net - - Mantan kiper Manchester United, Mark Bosnich meyakini Paul Pogba hanyalah korban yang disalahkan atas kegagalan MU. Menurutnya, performa Pogba masih layak diharapkan sebagai bintang utama yang bakal mengawal MU kembali ke kejayaan.
Meski membungkus 13 gol dan menyumbangkan 9 assists untuk MU di musim 2018/19 ini, Pogba tetap diserang kritik keras oleh fans MU yang kurang puas. Mereka menilai Pogba kurang berusaha dan tidak fokus di lapangan.
Pogba kembali gagal membuktikan dirinya sebagai gelandang top. Dia tenggelam di era Jose Mourinho, sempat bangkit di era Ole Gunnar Solskjaer, lalu kembali terpuruk di akhir musim. Dia mendapatkan hadiah hinaan ketika mengelilingi Old Trafford di akhir musim.
Biarpun demikian, Bosnich percaya Pogba tidak bersalah. Dia memandang Pogba sebagai korban - bagaimanapun fans harus menyalahkan seseorang, dan Pogba yang terpilih.
"Saya kira dia [Pogba] disalahkan karena banyak hal dan banyak yang tidak adil. Orang-orang punya gaya mereka sendiri dan cara mereka melakukan banyak hal, dan mereka harus menyadari bahwa dia adalah pemain berkelas dunia," tutur Bosnich kepada RT Sport.
Tak hanya itu, Bosnich juga membela sikap Pogba di luar lapangan. Pogba boleh saja sering bergonta-ganti gaya rambut, bergaya perlente, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan performa di a di lapangan.
Sebab itu, Bosnich percaya Pogba bakal mendapatkan dukungan fans lagi begitu MU kembali ke jalur kemenangan. Baca komentar selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Sesuai Tim
Menurut Bosnich, penyebab Pogba dikritik sebenarnya adalah permainan buruk Manchester United sebagai tim. Mereka menelan banyak kekalahan dan berada di posisi yang buruk, akibatnya Pogba sebagai pemain terbaik dinilai gagal membantu tim.
"Itu sama seperti kondisi tim saat ini soal bagaimana segalanya berjalan. Sebab mereka tidak mengincar yang terbaik dan MU tidak benar-benar berada di posisi mereka yang seharusnya. Orang-orang harus terus mengingat itu."
"Seperti yang selalu saya katakan, pemain terbaik dalam tim selalu dipuji ketika segalanya berjalan dengan baik, dan ketika tidak, mereka juga mendapatkan kritik yang paling besar," tandas dia.
Baca Juga:
- Manchester United Iri Berat Lihat Kesuksesan Liverpool
- Ketimbang Cristiano Ronaldo, Joao Felix Disebut Lebih Mirip Antoine Griezmann
- Louis van Gaal: Ed Woodward Sumber Malapetaka Manchester United
- Ole Gunnar Solskjaer Jadi Manajer Permanen MU, Louis van Gaal Gagal Paham
- Juventus Hidupkan Rencana Pemulangan Paul Pogba
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Carrick Effect di Old Trafford: Derby Menang, Manchester United Terlihat Hidup Lagi
Liga Inggris 19 Januari 2026, 12:58
LATEST UPDATE
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:52
-
Man City Main di Lapangan Sintetis dan Beku, Pep Guardiola: Dilarang Cengeng!
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:49
-
Jadwal Lengkap Indonesia Masters 2026, 20-25 Januari 2026
Bulu Tangkis 20 Januari 2026, 08:45
-
Marc Guehi Tiba, Pep Guardiola Gembira
Liga Inggris 20 Januari 2026, 08:25
-
Jadwal Liga Champions Pekan Ini Live di SCTV, 20-22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 08:25
-
Emil Audero Cleansheet, Aksi Heroik Gagalkan Kemenangan Verona
Liga Italia 20 Januari 2026, 08:24
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26












