Paul Scholes Nilai Declan Rice Kebanyakan Emosi: Arsenal Butuh Lebih Tenang demi Gelar

Editor Bolanet | 24 Februari 2026 15:46
Paul Scholes Nilai Declan Rice Kebanyakan Emosi: Arsenal Butuh Lebih Tenang demi Gelar
Reaksi kecewa Declan Rice dkk. dalam laga Premier League antara Wolverhampton vs Arsenal di Molineux Stadium, 19 Februari 2026 (c) (AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Arsenal menang telak 4-1 atas Tottenham di kandang lawan akhir pekan lalu pada lanjutan Premier League, Minggu (22/2/2026). Tapi kemenangan itu tak lepas dari sorotan tajam Paul Scholes.

Legenda Manchester United itu menyoroti sikap Declan Rice. Menurutnya, gelandang Arsenal tersebut terlalu emosional saat bermain.

Advertisement

Padahal The Gunners sedang dalam perburuan gelar Premier League. Scholes menilai tim asuhan Mikel Arteta butuh ketenangan dari para pemain seniornya.

Kemenangan di derbi utara London itu membawa Arsenal memimpin klasemen. Mereka unggul lima poin dari Manchester City di posisi kedua.

1 dari 3 halaman

Kesalahan Rice Hampir Berbuah Petaka

Laga di Tottenham Hotspur Stadium berjalan dramatis. Eberechi Eze membuka keunggulan, tapi Randal Kolo Muani menyamakan kedudukan sebelum turun minum.

Rice menjadi biang keladi gol balasan Spurs. Ia kehilangan bola saat mencoba mengamankan wilayah di tepi kotak penalti.

Gelandang timnas Inggris itu langsung meminta maaf pada rekan setim. Beruntung, Eze dan Viktor Gyokeres tampil gemilang di babak kedua.

Arsenal akhirnya menang meyakinkan 4-1. Tapi kesalahan Rice meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi Scholes.

2 dari 3 halaman

Scholes Sebut Rice Kelewat Bergairah

Dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes mengkritik pendekatan Rice. Ia membandingkannya dengan kepemimpinan tenang ala Roy Keane.

"Saat Roy mengomandoi tim dengan baik, ada ketenangan di dalamnya. Kalau lihat Declan Rice, dia tampak terlalu emosional. Dia bergairah, teriak 'Ayo! Ayo! Ayo!', lalu setelah itu dia melakukan kesalahan," kata Scholes.

Mantan gelandang Manchester United itu tak menampik pentingnya emosi. Tapi semua harus disalurkan dengan cara yang benar.

"Orang akan bilang saya menyebalkan dan ingin menghilangkan emosi. Tentu tidak, kita semua ingin emosi, tapi harus dengan cara tepat. Mencetak gol dan merayakannya itu bagus. Tapi dalam pengelolaan pertandingan, perlu ada ketenangan," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Butt Soroti Minimnya Pemimpin Keras di Arsenal

Nicky Butt, eks rekan setim Scholes, ikut angkat bicara. Ia setuju bahwa Arsenal butuh lebih banyak pemimpin seperti Roy Keane atau Martin Keown.

"Saya akan taruh Roy Keane di sana karena mereka butuh pemimpin. Mereka butuh sosok di lapangan yang bilang, 'Kita bisa lakukan ini!'," ujar Butt.

"Kalau Martin Keown ada di tim itu, saya akan jauh lebih percaya diri mereka juara. Dia pemimpin sejati."

Butt menyebut Rice sebagai pemimpin besar. Tapi ia khawatir tak ada yang menegur Rice setelah melakukan kesalahan.

"Saya agak khawatir saat tak ada satu pun pemain Arsenal yang menegurnya atas kesalahan itu. Di zaman kami, kalau itu terjadi pada Steve Bruce atau Bryan Robson, mereka akan menghajar habis-habisan," ungkapnya.

"Siapa yang memimpin tim untuk melewati garis finis? Itu yang jadi kekhawatiran saya," pungkasnya.

Meski begitu, Butt tetap mengakui kualitas Rice. Ia bahkan ingin melihat mantan pemain West Ham itu berseragam Manchester United.

"Kalau ada satu pemain di negeri ini yang ingin saya bawa ke Manchester United, itu adalah Declan Rice sekarang," tegasnya.

Arsenal akan kembali berlaga akhir pekan ini. Mereka menjamu Chelsea di Emirates Stadium, ujian selanjutnya dalam perburuan gelar.