Pearce Sebut Jones, Ox dan Bale Egois
Editor Bolanet | 11 September 2013 15:22
- Eks manajer Inggris U-21 dan tim Britania Raya untuk Olimpiade 2012 Stuart Pearce mengecam bek Manchester United Phil Jones, winger Alex Oxlade-Chamberlain dan bintang anyar Real Madrid Gareth Bale. Kecaman Pearce merupakan buntut dari penolakan tiga pemain tersebut ke timnya di masa lalu. Pearce bahkan menyebut mereka egois, tidak punya kepedulian, dan lebih mementingkan diri sendiri.
Pearce, yang dipecat setelah Inggris gagal di Euro U-21 musim panas kemarin, mengklaim bahwa Jones dan Oxlade-Chamberlain tak memedulikan panggilannya ke level U-21 sepanjang tahun lalu. Menurut Pearce, sekali merasakan level senior, mereka tak pernah mau 'turun tingkat'. Padahal, dia sangat berharap bisa memakai tenaga mereka. Pearce lalu membandingkannya dengan .
Pemain-pemain seperti Oxlade-Chamberlain dan Phil Jones, sekali merasakan level senior, takkan pernah mau lagi bermain untuk U-21. Biasanya akibat cedera, tapi sifat egois dan apatislah yang berperan paling besar, kata Pearce seperti dilansir ESPN.
Lihat saja Spanyol. Para pemainnya (yang sudah pernah memperkuat tim senior) selalu mau dipanggil 'turun' dan mereka melakukannya dengan senang. Spanyol tak begitu saja menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia. Mereka mengawalinya dari level U-19 dan U-21. Setelah para pemainnya tahu rasanya juara bersama di level tersebut, mereka berakhir sebagai juara juga di level senior, imbuhnya.
Terkait Bale, winger Wales yang mundur dari tim Britania Raya jelang persiapan ke Olimpiade London, Pearce pun bersuara senada.
Hari Jumat saya berencana mengumpulkan skuad Olimpiade, tapi tiba-tiba hari Kamis Gareth Bale mengatakan bahwa punggungnya sakit dan menarik diri. Namun, dia ternyata tampil bersama tepat pada saat kami memainkan laga pertama di Olimpiade, terang Pearce.
Kami memiliki banyak talenta hebat di Britania, tapi dia dan beberapa pemain lain tak mau bermain di Olimpiade, lanjutnya.
Di Euro U-21 maupun Olimpiade, tim besutan Pearce gagal total dan dia sangat menyayangkan penolakan pemain-pemain yang sebenarnya bisa jadi andalan itu.
Tanyakan saja pada Craig Bellamy dan Ryan Giggs tentang kesan tampil di Olimpiade. Mereka akan mengatakan bahwa itu adalah salah satu pengalaman terbaik selama bermain sepak bola, pungkas Pearce. (espn/gia)
Pearce, yang dipecat setelah Inggris gagal di Euro U-21 musim panas kemarin, mengklaim bahwa Jones dan Oxlade-Chamberlain tak memedulikan panggilannya ke level U-21 sepanjang tahun lalu. Menurut Pearce, sekali merasakan level senior, mereka tak pernah mau 'turun tingkat'. Padahal, dia sangat berharap bisa memakai tenaga mereka. Pearce lalu membandingkannya dengan .
Pemain-pemain seperti Oxlade-Chamberlain dan Phil Jones, sekali merasakan level senior, takkan pernah mau lagi bermain untuk U-21. Biasanya akibat cedera, tapi sifat egois dan apatislah yang berperan paling besar, kata Pearce seperti dilansir ESPN.
Lihat saja Spanyol. Para pemainnya (yang sudah pernah memperkuat tim senior) selalu mau dipanggil 'turun' dan mereka melakukannya dengan senang. Spanyol tak begitu saja menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia. Mereka mengawalinya dari level U-19 dan U-21. Setelah para pemainnya tahu rasanya juara bersama di level tersebut, mereka berakhir sebagai juara juga di level senior, imbuhnya.
Terkait Bale, winger Wales yang mundur dari tim Britania Raya jelang persiapan ke Olimpiade London, Pearce pun bersuara senada.
Hari Jumat saya berencana mengumpulkan skuad Olimpiade, tapi tiba-tiba hari Kamis Gareth Bale mengatakan bahwa punggungnya sakit dan menarik diri. Namun, dia ternyata tampil bersama tepat pada saat kami memainkan laga pertama di Olimpiade, terang Pearce.
Kami memiliki banyak talenta hebat di Britania, tapi dia dan beberapa pemain lain tak mau bermain di Olimpiade, lanjutnya.
Di Euro U-21 maupun Olimpiade, tim besutan Pearce gagal total dan dia sangat menyayangkan penolakan pemain-pemain yang sebenarnya bisa jadi andalan itu.
Tanyakan saja pada Craig Bellamy dan Ryan Giggs tentang kesan tampil di Olimpiade. Mereka akan mengatakan bahwa itu adalah salah satu pengalaman terbaik selama bermain sepak bola, pungkas Pearce. (espn/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Alasan Antoine Griezmann Pilih MLS, Terinspirasi Dua Pemain Ini
Bola Dunia Lainnya 26 Maret 2026, 13:43
-
Liverpool Diam-Diam Dekati Xabi Alonso, Nasib Arne Slot di Ujung Tanduk
Liga Inggris 26 Maret 2026, 13:24
-
Prediksi Starting XI Timnas Jerman: Di Mana Posisi Florian Wirtz?
Piala Dunia 26 Maret 2026, 13:13
-
Demi Striker Baru, Barcelona Siap Dengarkan Tawaran untuk Ferran Torres
Liga Spanyol 26 Maret 2026, 12:45
-
Pelatih Irlandia Utara: Nggak Ada Totti dan Del Piero, Italia Bisa Dikalahkan
Piala Dunia 26 Maret 2026, 12:35
-
Casemiro Berpeluang Jadi Rekan Lionel Messi di MLS
Bola Dunia Lainnya 26 Maret 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
5 Mega Transfer yang Wajib Dipantau pada Musim Panas 2026
Editorial 25 Maret 2026, 13:37
-
6 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Baru Mohamed Salah Usai Tinggalkan Liverpool
Editorial 25 Maret 2026, 11:07
-
Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Mengejutkan di Premier League
Editorial 24 Maret 2026, 11:00













