Pemain MU Diklaim Sengaja Buat Jose Mourinho Dipecat
Serafin Unus Pasi | 2 Januari 2019 20:40
Bola.net - - Sebuah tudingan diberikan Duncan Castles kepada para punggawa MU. Jurnalis kenamaan Inggris itu mengklaim bahwa para pemain MU sengaja bermain buruk agar Jose Mourinho dipecat.
Jose Mourinho yang tergolong sukses di dua musim perdananya di MU, menemukan kenyataan pahit musim ini. Permainan anak asuhnya tergolong konsisten sepanjang paruh pertama musim 2018/2019, sehingga mereka terlempar dari empat besar.
Mourinho harus menyudahi karirnya lebih cepat di MU bulan lalu. Ia dipecat oleh manajemen MU setelah setan merah dipermak Liverpool dengan skor 3-1, di mana sang manajer digantikan Ole Gunnar Solskjaer sebagai pelatih interim hingga akhir musim nanti.
Castles menilai bahwa pemecatan Mourinho itu sudah terencana dengan baik oleh para pemain dan juga manajemen. "Ada unsur taktis dalam pemecatan Mourinho, karena keluarga Glazers dan Ed Woodward tahu bahwa mereka akan menghadapi lima pertandingan mudah," buka Castles kepada Transfer Window Podcasts.
Scroll berita ini ke bawah untuk membaca ulasan Castles mengenai pemecatan Mourinho.
Kambing Hitam
Castles menilai Mourinho hanya menjadi korban kambing hitam para pemain MU, karena ia menilai para pemain MU tidak bermain dengan sepenuh hati untuk sang manajer.
"Dengan adanya lima pertandingan itu, maka ada kemungkinan manajer baru untuk memetik banyak hasil bagus, dan manajemen United punya alasan untuk memperkuat keputusan mereka memecat Mourinho, karena para pemain ini menjadi lebih baik ketimbang saat dilatih Mourinho."
"Memang mereka menang dengan meyakinkan melawan Cardiff dan mereka memetik hasil bagus lainnya melawan Huddersfield dan memang itu hal yang bagus. Namun jika anda menggali lebih dalam, ada banyak pertanyaan mengenai tim ini."
Tidak Menurut
Dalam pandangan Castles, para pemain MU tidak menuruti semua perintah Jose Mourinho sebagai pelatih sehingga itu menjadi penyebab performa mereka buruk musim ini.
"Jika anda melihat pertandingan melawan Huddersfield, mereka [United] benar-benar lemah saat bola-bola mati dan itu adalah masalah yang serius bagi mereka."
"Di era Mourinho sebagai manajer mereka, Mourinho selalu membanggakan pertahanannya terhadap bola-bola mati. Jadi ini mengindikasikan bahwa masalah sebenarnya dalam tim ini ada pada para pemainnya." tandasnya.
Tren Apik
Dilatih Ole Gunnar Solskjaer, Manchester United meraih tiga kemenangan beruntun dengan mencetak 12 gol dan kebobolan 3 gol saja.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Liverpool Siapkan Tawaran 1,5 Triliun untuk Bek Tottenham sebagai Pengganti Van Dijk
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:52
-
Tidak Ada Waktu untuk Larut dalam Kekecewaan, Arsenal!
Liga Inggris 19 Januari 2026, 15:33
LATEST UPDATE
-
Vinicius Dicemooh Fans Real Madrid, Kylian Mbappe tak Terima
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 01:15
-
Prediksi Bodo/Glimt vs Man City 21 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Kairat vs Club Brugge 20 Januari 2026
Liga Champions 19 Januari 2026, 22:30
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
Cristiano Ronaldo Menang Telak di Meja Hijau: Juventus Harus Bayar Rp165 Miliar
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:54
-
Update Saga Mike Maignan: Ada Kabar Positif dari AC Milan
Liga Italia 19 Januari 2026, 21:53
-
Daftar Pebulu Tangkis Indonesia dan Hasil Drawing Indonesia Masters 2026
Bulu Tangkis 19 Januari 2026, 20:30
-
Jadwal Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026
Bola Indonesia 19 Januari 2026, 20:22
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26








