'Pemain Premier League Diperlakukan Seperti Tikus Laboratorium'
Yaumil Azis | 20 Mei 2020 14:34
Bola.net - Bek Tottenham, Danny Rose, masih belum puas mengkritik penyelenggara Premier League. Ia merasa semua pemain dianggap seperti 'tikus laboratorium' demi kepentingan hiburan dalam masa pandemi virus Corona ini.
Seperti yang diketahui, Premier League 2019/20 sedang dipersiapkan untuk digelar kembali. Rencananya, pentas sepak bola bergengsi Inggris tersebut akan bergulir lagi mulai pertengahan Juni mendatang.
Penyelenggara sudah mempersiapkan serangkaian protokol untuk memastikan kesehatan para pemain saat bermain di masa pandemi. Namun Danny Rose, yang sekarang membela Newcastle United sebagai pemain pinjaman, menyatakan ketidaksepakatannya soal kembalinya Premier League.
Sebelum ini, ia juga sudah melancarkan kritikan soal kembalinya Premier League. Dengan tegas, pria berdarah Inggris tersebut mengatakan bahwa dirinya tidak peduli dengan moral negara dan lebih mementingkan kesehatan masyarakat.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Pemain Jadi Tikus Laboratorium
Beberapa pemain sebenarnya ragu untuk bermain kembali di masa pandemi ini. Salah satunya adalah bintang Manchester City, Raheem Sterling. Pemerintah Inggris pun membolehkan pemain mogok berlatih jika memang khawatir dengan kondisi kesehatannya.
Rose sendiri masih terus mengkritik kebijakan Premier League yang cenderung memaksa kompetisi digulirkan lagi. Katanya, penyelenggara memandang pemain seperti tikus laboratorium untuk melakukan eksperimen.
"Saya sudah tidak sabar ingin bermain. Saya tahu orang-orang melalui pandemi virus Corona ini dalam situasi yang lebih buruk dari saya, jadi saya enggan melakukan komplain soal apapun itu," ujarnya dalam Lockdown Tactics.
"Orang-orang menyarankan kami untuk kembali bermain, pada dasarnya kami seperi kelinci percobaan atau tikus laboratorium, bahwa kami bakalan kembali di fase ini dan melihat apakah semuanya berfungsi atau tidak," lanjutnya.
Enggan Terlibat
Danny Rose pun menyatakan bahwa dirinya lebih mementingkan kondisi kesehatan ketimbang harus bermain untuk menghibur masyarakat. Oleh karenanya, ia menegaskan bahwa dirinya menolak terjun ke lapangan.
"Saya tidak bisa membayangkan orang-orang di rumah berkata bahwa mereka [pesepakbola] mendapatkan uang sebanyak ini jadi mereka harus segera kembali bermain," tambahnya.
"Untuk hal seperti ini, di mana saya berpikir 'ini tidak sepadan dengan kesulitannya', saya bisa berpotensi merusak kesehatan diri sendiri untuk hiburan orang lain, dan saya tidak mau terlibat, jujur saja," pungkasnya.
(Goal International)
Baca juga:
- Didier Drogba 2009/10: Striker Ganas Kunci Chelsea Meraih Dua Gelar
- Starting XI Manchester United Juara Liga Champions 2008, Di Mana Mereka Sekarang?
- 6 Jebolan Akademi MU yang Diberikan Panggung oleh Van Gaal, ke Mana Mereka Sekarang?
- Melepas Sir Alex Ferguson: West Brom vs MU, Drama 10 Gol, dan Hattrick Romelu Lukaku
- Menyimak Manuver Transfer Jose Mourinho yang Membuat Chelsea Jadi Klub yang Disegani
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 April 2026, 08:58
-
Arsenal vs Man City, Perebutan Gelar Premier League Makin Panas
Liga Inggris 20 April 2026, 07:00
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 20 April 2026, 05:17
LATEST UPDATE
-
Rebutan Juara Premier League: Momentum Sekarang Ada di Tangan Man City
Liga Inggris 20 April 2026, 16:15
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Spanyol 2026 di Vidio, 24-26 April 2026
Otomotif 20 April 2026, 11:55
LATEST EDITORIAL
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37
-
6 Top Skor Sepanjang Masa Liga Champions
Editorial 15 April 2026, 20:59
-
10 Kegagalan Juara Paling Tragis di Premier League, Arsenal 2025/2026 Menyusul?
Editorial 14 April 2026, 18:00















