Pergi untuk Kembali: Cerita Paul Pogba yang Didorong Keluarga untuk Tinggalkan MU
Richard Andreas | 13 April 2020 09:20
Bola.net - Paul Pogba membagikan kisah menarik tentang dorongan keluarganya untuk meninggalkan Manchester United beberapa tahun lalu. Keputusan itu terbukti tepat, Pogba kembali dalam kondisi jauh lebih kuat.
Pogba merupakan jebolan akademi MU yang tidak mendapatkan tempat di bawah Sir Alex Ferguson. Dia sulit bersaing dengan pemain-pemain top MU pada saat itu dan memilih hengkang ke Juventus pada musim 2011/12.
Keputusan itu terbukti tepat. Pogba berkembang pesat selama empat tahun berkarier di Juventus. MU pun menyesali penjualan Pogba dan membelinya kembali pada tahun 2016 lalu.
Pogba diharapkan bisa jadi jenderal lini tengah MU yang baru, tapi sampai sekarang dia belum mencapai level yang diharapkan. Baca kisah Pogba selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Tidak Punya Kesempatan
Saat itu, Pogba mendengarkan saran saudara dan ibunya. Dia sebenarnya ingin bertahan dan menunggu kesempatan bermain, tapi sepertinya kondisi MU tidak ideal pada saat itu. Akhirnya, Pogba pergi ke Juventus untuk membuktikan diri.
'Saudara saya, fan MU, berkata bahwa dia sangat marah -- bahkan lebih dari saya. Dia berkata: 'Tidak, pergilah. Anda bisa bermain dalam tim ini. Jika mereka tidak menginginkan Anda, pergilah ke tempat lain. Mereka akan melihatnya'," ujar Pogba kepada Manutd.com.
"Ibu saya selalu berkata: 'Anda bisa pergi ke tempat lain tapi akan kembali'. Dia selalu berkata seperti itu."
Perkataan Ibu Terbukti Benar
Saat itu sebenarnya Pogba tidak membayangkan bakal kembali ke MU. Dia hanya ingin bermain, mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri. Namun, beberapa tahun kemudian ucapan ibunya terbukti besar.
"Saya hanya menjawab: 'kita lihat saja', tapi Anda tahu bagaimana seorang ibu. Dia berkata: 'Anda akan kembali ke sini, jangan khawatir'," sambung POgba.
"Dia berkata 'Anda akan kembali ke Manchester, jangan cemas', dan ternyata saya benar melakukannya."
Senang Bisa Kembali
Kembali ke MU bukan keputusan mudah. Pogba menghadapi tekanan besar sejak saat itu, dituntut untuk memenuhi ekspektasi. Permainannya selalu dikritik, bahkan kehidupan pribadinya. Namun, dia tidak pernah menyesal.
"Ya, ketika saya kembali, saya benar-benar senang. Saya pergi tanpa sempat menyelesaikan apa pun. Saya memulai sesuatu tapi tidak menyelesaikannya, justru pergi ke tempat lain," lanjut Pogba."
"Sekarang saya ingin menyelesaikannya. Tentu, kembali ke sini, ke tempat saya mulai, benar-benar membuat saya bahagia. Sekarang saya siap disebut sebagai pemain, bukan lagi pemain muda," pungkasnya.
Sumber: Manutd
Baca ini juga ya!
Jack Grealish Diprediksi Bakal Gabung MU
Hari Ini Tiga Tahun Lalu, Cristiano Ronaldo Rajai Eropa dengan Koleksi 100 Gol Tercepat
Sentilan Nemanja Matic untuk Para Legenda Manchester United
Manchester United Atau Tottenham Jadi Pelabuhan Karir Baru Godin?
Eks Arsenal Ini Berharap Pogba Memang Benar-Benar Merasa 'Lapar'
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













