Permainan Manchester United Membosankan karena Kualitas Skuad Hanya Sebatas Itu
Richard Andreas | 3 Juni 2019 20:00
Bola.net - - Louis van Gaal tak menahan diri untuk membongkar buruknya kondisi internal Manchester United. Sebagai mantan pelatih, dia menjelaskan kondisi skuad MU yang jauh dari kualitas tim top pada masanya jadi pelatih. Skuad MU hanya rata-rata.
Van Gaal hanya sebentar menangani MU. Dia menjabat pada Juli 2014, dan diturunkan pada Mei 2016. Pada dua tahun itu, MU kian merosot pasca era buruk David Moyes.
Sebagai pelatih dengan segudang pengalaman, tak ada yang menduga Van Gaal hanya bisa bertahan sebentar. Pada eranya, permainan MU sudah tampak kocar-kacir. Gaya bermain membosankan sudah jadi pemandangan biasa.
Biar begitu, Van Gaal membela diri. Dia mengaku skuad MU memang tidak cukup bagus. Saat diminta memilih pemain terbaik dalam skuadnya pada masa itu, Van Gaal bingung. Dia merasa hanya David De Gea yang pantas dinilai sebagai pemain top.
"Saya kira De Gea telah tampil fantastis [pemain terbaik]. Ini [pemain outfield] membuat saya harus berpikir. Luke Shaw memulai sangat baik tetapi dia cedera oleh PSV. Shaw di atas rata-rata. Ander Herrera di atas rata-rata. Dia memulai tidak terlalu baik tetapi kemudian jadi lebih penting bagi tim," buka Van Gaal kepada The Guardian.
"Saya kira secara keseluruhan Daley Blind merupakan pemain saya yang paling konsisten dengan kualitas tinggi. Juan Mata juga pemain berkualitas dengan kreativitas tinggi dan saya sangat senang dengan dia karena kami memiliki kekurangan besar soal pemain kreatif."
"Karena itulah kami bermain seperti itu, yang menurut mata anda: 'sepak bola membosankan'. Kami tidak punya terlalu banyak pemain kreatif untuk meningkatkan tempo bola dan untuk lebih banyak memainkan umpan vertikal. Namun, saya kira itu masih lebih baik daripada parkir bus."
Baca lanjutan komentar Van Gaal selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Pemain Kreatif
MU bermain membosankan karena kualitas pemain yang memang hanya sekadarnya. Van Gaal mengaku sulit mengembangkan permainan karena tidak punya pemain kreatif yang bisa jadi pembeda.
"Kami memainkan tiga penyerang. Kami sering lebih baik daripada lawan kami, tetapi ketika lawan anda memarkir bus, anda membutuhkan pemain kreatif," lanjut Van Gaal.
"Karena itulah saya membiarkan Di Maria dan Memphis Depay didatangkan sebab mereka merupakan pemain-pemain kreatif dan saya kira tim ini membutuhkan setidaknya tiga atau empat pemain kreatif untuk membongkar lawan-lawan mereka," tandasnya.
Masalah Van Gaal itu berlanjut di era Jose Mourinho. Manchester United masih pelit mendatangkan pemain top, dan kini Ole Gunnar Solskjaer yang harus menanggungnya.
Baca Juga:
Terungkap! Van Gaal Akhirnya Menjelaskan Sumber Masalah Manchester United
Demi Paul Pogba, Real Madrid Sodorkan Tiga Pemain pada Manchester United
Inikah Pengganti Ander Herrera di Skuat Manchester United?
Leicester City Minta MU dan City Pecahkan Rekor Transfer untuk Harry Maguire
Barcelona Keluarkan Ultimatum untuk Matthijs De Ligt, Ada Apa?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












