Piala FA 2012/2013: Kisah Tragis Wigan Athletic, Juara tapi Degradasi di Premier League
Asad Arifin | 12 Mei 2020 13:57
Bola.net - Wigan Athletic bukan tim besar layaknya Liverpool, Manchester United, Chelsea, atau bahkan Arsenal. Namun, Wigan Athletic pernah punya cerita epik saat menjadi juara Piala FA musim 2012/2013 lalu.
Gengsi Piala FA mungkin kalah dari Premier League. Namun, kompetisi sepak bola paling tua di dunia itu punya tempat yang terhormat di kalangan tim asal Inggris. Piala FA tetap menjadi prioritas bagi klub-klub besar.
Bagi klub-klub divisi bawah Inggris, Piala FA punya arti penting. Sebab, pada turnamen inilah klub dari League One, kompetisi kasta ketiga, punya kesempatan bermain melawan tim elit Premier League.
Dan, Wigan Athletic, yang pada musim itu bermain di Premier League, membuat kejutan besar di Piala FA 2013/2014. Wigan Athletic sukses merayakan gelar juara usai meraih kemenangan dramatis atas Manchester City.
Wigan Athletic 2012/2013
Sebelum membahas kiprah Wigan Athletic di Piala FA, mari sedikit mengenang skuad The Latics pada musim 2013/2014. Bertindak sebagai manajer, ada nama Roberto Martinez. Kini, Martinez tercatat sebagai pelatih timnas Belgia.
Wigan Athletic punya beberapa pemain top. Dari posisi penjaga gawang, ada nama Ali Al-Habsi dari Oman. Selain itu, ada juga Joel Robles yang tampil bergantian.
Di lini belakang, ada nama Emmerson Boyce dan Paul Scharner. Sedangkan, pemain seperti Nick Powell, James McArthur, Ben Watson, dan Jordi Jomez menjadi pemain kunci di lini tengah.
Martinez banyak bertumpu pada Callum McManaman, Shaun Maloney dan Arouna Kone di lini depan.
Wigan Athletic di Piala FA 2013/2014
Wigan Athletic memulai kiprah di Piala FA dengan berjumpa Bournemouth, yang kala itu bermain di League One. Imbang 1-1 pada laga pertama, Wigan Athletic menang dengan skor 1-0 pada laga ulangan di markas Bournemouth.
Laga pertama berjalan sulit, tetapi tidak dengan laga-laga selanjutnya. Wigan Athletic terus berjumpa lawan mudah. Pada putaran keempat, Wigan menang 1-0 dari Macclesfield Town dan menang 4-1 lawan Huddersfield di putaran kelima.
Wigan kemudian berjumpa lawan sulit di babak perempat final, Everton. Laga digelar di Goodison Park. Namun, Wigan meraih hasil gemilang dengan menang 3-0. Wigan kemudian berjumpa Millwall di semifinal. Laga semifinal lain mempertemukan Chelsea lawan Manchester City.
Wigan melaju ke final usai menang 0-2 di Wembley. Gol dicetak Shaun Maloney dan Callum McManaman.
Kejutan Besar Wigan Athletic
Wigan Athletic bukan unggulan pada laga final di Wembley, 11 Mei 2003. Manchester City jelas diunggulkan. Sebab, tim asuhan Roberto Mancini punya segala syarat untuk menjadi juara Piala FA.
Saat itu, Mancini punya duet Sergio Aguero dan Carlos Tevez di lini depan. Edin Dzeko sebagai pelapis. Lalu, ada Yaya Toure, David Silva, dan Samir Nasri di lini tengah. Vincen Kompany jadi andalan di lini belakang.
Namun, Wigan memberi kejutan besar. Di bawah tangan dingin Martinez, Wigan mampu membendung setiap serangan Man City. Situasi berbalik ketika Man City bermain 10 orang usai Pablo Zabaleta mendapat kartu merah pada menit ke-84.
Wigan mengambil inisiatif serangan di sisa waktu. Pada injury time, Wigan mendapat sepak pojok. Shaum Maloney melepas umpan yang ditanduk dengan sempurna pemain pengganti Ben Watson. Goollll!
Wigan pun mencatat sejarah baru di Wembley Stadium. Ini adalah gelar juara Piala FA pertama, sejuah ini satu-satunya, untuk Wigan.
Susunan Pemain
Manchester City (4-2-3-1): Hart; Zabaleta, Kompany, Nastasic, Clichy; Yaya Toure, Barry (Dzeko 90'); Silva, Tevez (Rodwell 69'), Nasri (Milner 55'); Aguero.
Wigan Athletic (4-3-3): Joel; Boyce, Scharner, Alcaraz, Espinoza; McCarthy, McArthur, Gomez (Watson 81'); McManaman, Kone, Maloney.
40 Ribu Fans Man City Merana
Roberto Mancini harus mengucapkan permintaan maaf usai kekalahan atas Wigan. Sebab, ada 40 ribu fans Man City yang sudah siap menggelar pesta ketika mereka datang ke Wembley. Tetapi, Man City justru menelan kekalahan.
"Saya sangat menyesal untuk fans karena 40.000 orang hadir di sini. Saya sangat menyesal untuk suporter kami," ucapnya.
Berbanding terbalik, Martinez dan skuad Wigan begitu gembira menyambut kemenangan atas Man City dan gelar juara Piala FA. The Latics yang sama sekali tidak diunggulkan membuat kejutan besar dengan menjadi juara.
"Ini adalah sebuah momen luar biasa. Kami sempat down di babak pertama. Saya sudah berpikir soal extra-time dan bagaimana memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Sungguh menakjubkan menyaksikan gol itu," kata Martinez.
"Ketika anda sebuah klub sepakbola, anda bermimpi bermain di Wembley, dan hari ini kita menyaksikan tim underdog bermain dengan keberanian luar biasa, keyakinan dan mengatasinya. Itulah Piala FA," kenangnya.
Akhir Musim yang Tragis
Wigan memang berpesta di Wembley, tetapi musim 2012/2013 belum berakhir. Mereka masih harus berjuang di Premier League, bukan untuk gelar juara, tetapi untuk lolos dari jeratan zona degradasi.
Chairman Wigan, Dave Whelan, bahkan rela menukar trofi Piala FA dengan tiga poin di Premier League. Saat itu, Wigan berada di posisi ke-18 klasemen dan begitu dekat dengan degradasi.
"Saya sangat bangga (dengan keberhasilan Wigan juara Piala FA). Namun, sekarang, jika ada yang meminta saya piala itu untuk ditukar dengan kemenangan di kandang Arsenal, saya takkan menolak," tegas Whelan kepada Sky Sports.
"Penting bagi kami untuk bertahan di Premier League. Saya juga yakin banyak orang menilai kami pantas tetap berada di sini," katanya.
Wigan kemudian kalah dari Arsenal dengan skor 4-1 di Stadion Emirates, empat hari setelah juara Piala FA. Kekalahan itu memastikan Wigan gagal bertahan di Premier League.
"Terdegradasi sangat mengecewakan, tetapi inilah sesuatu yang harus diperbaiki. Kami akan bangkit kembali seperti yang selalu kami lakukan di Wigan Athletic," ucap Roberto Martinez.
Namun, Martinez urung menetapi janji tersebut. Sebab, pada musim 2013/2014, Martinez pindah ke Everton untuk menggantikan David Moyes yang menjadi manajer Manchester United.
Sumber: berbagai sumber
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pep Guardiola Tak Bisa Tidur Jelang Duel Panas Newcastle vs Man City di Carabao Cup
Liga Inggris 12 Januari 2026, 21:13
-
Live Streaming Liverpool vs Barnsley - Link Nonton FA Cup/Piala FA di Vidio
Liga Inggris 12 Januari 2026, 19:45
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Juventus vs Cremonese: Weston McKennie
Liga Italia 13 Januari 2026, 06:58
-
Man of the Match Liverpool vs Barnsley: Dominik Szoboszlai
Liga Inggris 13 Januari 2026, 06:54
-
Hasil Juventus vs Cremonese: Menggila di Turin, Bianconeri Bungkam Tim Tamu 5-0
Liga Italia 13 Januari 2026, 04:58
-
Hasil Liverpool vs Barnsley: Wirtz dan Ekitike Segel Kemenangan di Anfield
Liga Inggris 13 Januari 2026, 04:53
-
Hasil Lengkap Drawing FA Cup Putaran Keempat: Arsenal dan Chelsea Dapat Lawan Enteng
Liga Inggris 13 Januari 2026, 04:16
-
Resmi: Alvaro Arbeloa Ditunjuk Gantikan Xabi Alonso di Real Madrid
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 03:47
-
Prediksi Newcastle vs Man City 14 Januari 2026
Liga Inggris 13 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs Torino 14 Januari 2026
Liga Italia 13 Januari 2026, 03:00
-
Rekap Hasil Piala Asia U-23: Kejutan Besar, Vietnam U-23 Kalahkan Arab Saudi
Asia 13 Januari 2026, 02:48
-
3 Rekrutan Baru AC Milan Musim 2025/2026 yang Masih Dipertanyakan
Liga Italia 13 Januari 2026, 02:32
-
Xabi Alonso Resmi Dipecat Real Madrid! Arbeloa dan Klopp Jadi Calon Pengganti
Liga Spanyol 13 Januari 2026, 00:42
-
Ketika Ketajaman Lautaro Martinez Sama Sekali Tak Terlihat
Liga Italia 12 Januari 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
-
8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih Bertahan di Manchester United
Editorial 9 Januari 2026, 11:22
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55






