Premier League Penuh Drama! Arsenal di Atas Angin, tapi Belum Sepenuhnya Aman

Richard Andreas | 5 Mei 2026 17:47
Premier League Penuh Drama! Arsenal di Atas Angin, tapi Belum Sepenuhnya Aman
Pemain Arsenal merayakan gol yang dicetak Viktor Gyokeres dalam pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Arsenal kini berdiri di puncak klasemen Premier League dengan keunggulan lima poin, hanya menyisakan tiga laga. Situasi ini sekilas tampak seperti jalur mulus menuju gelar pertama mereka dalam lebih dari dua dekade.

Kendati demikian, realitas musim ini berkata lain. Manchester City masih memiliki satu laga tunda, dan dinamika persaingan menunjukkan bahwa tidak ada yang benar-benar aman.

Advertisement

Hasil imbang 3-3 Man cCity melawan Everton menjadi pengingat keras bahwa perebutan gelar musim ini jauh dari kata selesai.

1 dari 4 halaman

Drama Everton Jadi Bukti City Tidak Kebal

Drama Everton Jadi Bukti City Tidak Kebal

Selebrasi winger Manchester City, Jeremy Doku usai mencetak gol ke gawang Everton di Liga Inggris, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Manchester City sempat terlihat mengendalikan pertandingan saat menghadapi Everton. Selama satu jam, mereka tampak menuju kemenangan, seperti yang sering terjadi dalam beberapa musim terakhir.

Kendati demikian, segalanya berubah drastis dalam 13 menit yang kacau. Kesalahan Marc Guehi memberi peluang bagi Thierno Barry mencetak gol perdananya, dan City tiba-tiba tertinggal 1-3.

Meski akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 3-3, hasil tersebut tetap terasa seperti kehilangan dua poin krusial. Pep Guardiola mengakui timnya setidaknya menghindari kekalahan, tetapi momentum jelas berpindah ke Arsenal.

Bagi City, hasil ini menghadirkan frustrasi. Bagi penonton netral, justru menjadi bukti bahwa persaingan musim ini penuh ketidakpastian.

2 dari 4 halaman

Perebutan Gelar Paling Rapuh Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Perebutan Gelar Paling Rapuh Dalam Beberapa Tahun Terakhir

Reaksi Bernardo Silva (kanan) dan pemain Manchester City setelah kebobolan lawan Everton, 5 Mei 2026. (c) AP Photo/Dave Thompson

Musim ini menunjukkan dinamika berbeda dibandingkan beberapa tahun terakhir di Premier League. Tidak ada dominasi mutlak seperti yang ditunjukkan Liverpool atau Manchester City pada periode sebelumnya.

Ketika Liverpool menjadi juara, mereka melaju tanpa banyak gangguan. City pun pernah mengunci gelar dengan selisih poin besar, bahkan mencapai musim dengan hampir sempurna.

Kini situasinya berubah. Arsenal dan City memang menjadi dua tim terbaik, tetapi keduanya menunjukkan celah yang bisa dimanfaatkan.

Arsenal sempat tampil gugup, seperti saat kekalahan dari Bournemouth. City pun bisa kehilangan kontrol dalam waktu singkat, seperti yang terjadi saat melawan Everton. Kedua tim sama-sama punya potensi tergelincir.

3 dari 4 halaman

Tekanan Kini Berpindah ke Arsenal

Tekanan Kini Berpindah ke Arsenal

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol bersama Declan Rice, Leandro Trossard, dan Eberechi Eze dalam laga Premier League kontra Fulham, Sabtu (2/5/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Keunggulan lima poin justru membawa tekanan tersendiri bagi Arsenal. Dalam wawancara pasca-pertandingan dengan Sky Sports, Pep Guardiola menyatakan situasi kini tidak lagi berada di tangan timnya.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya City memegang kendali, tetapi sekarang tidak lagi. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa tekanan kini sepenuhnya berada di pihak Arsenal.

Menariknya, Arsenal justru tampil lepas saat mengalahkan Fulham 3-0, ketika mereka sempat dianggap sebagai pihak yang mengejar. Status underdog tampaknya membantu mereka bermain lebih rileks.

Kini, dengan posisi unggul, situasinya berbeda. Mereka harus menghadapi ekspektasi besar sebagai kandidat juara utama.

4 dari 4 halaman

Jadwal Menguntungkan, Tapi Tetap Berisiko

Secara matematis, Arsenal berada dalam posisi sangat kuat. Bahkan jika City memenangkan laga tunda melawan Crystal Palace, Arsenal masih unggul dua poin.

Mereka juga memiliki selisih gol lebih baik dan jadwal yang relatif lebih ringan dibandingkan City. Laga berikutnya melawan West Ham secara logika seharusnya menjadi kemenangan mudah bagi pasukan Mikel Arteta.

Kendati demikian, melihat pola musim ini, hasil tak terduga selalu mungkin terjadi. Arsenal bisa saja kembali tampil gugup di momen krusial.

Di sisi lain, City juga belum tentu sempurna. Meski hanya kalah dari Real Madrid sejak pertengahan Januari, potensi kehilangan poin tetap ada, termasuk saat menghadapi Brentford.

LATEST UPDATE