Rahasia Kebugaran Mohamed Salah Dibongkar Mac Allister dan Oxlade-Chamberlain
Afdholud Dzikry | 6 April 2026 12:12
Bola.net - Kabar kepergian Mohamed Salah dari Liverpool di akhir musim nanti terasa seperti pukulan yang datang tiba-tiba. Setelah sembilan tahun membela The Reds, pemain asal Mesir itu akhirnya memilih menutup perjalanannya di Anfield.
Yang ditinggalkan jelas bukan hal kecil. Bukan cuma soal gol demi gol yang selama ini jadi andalan, tapi juga standar profesionalisme yang, jujur saja, sulit ditiru. Di balik dua gelar Premier League dan trofi Liga Champions, ada rutinitas keras yang bahkan membuat rekan setimnya sendiri kadang sampai geleng kepala.
Salah satu yang merasakan langsung “level berbeda” itu adalah Alexis Mac Allister. Gelandang Argentina yang baru bergabung pada 2023 tersebut sempat mencoba mengimbangi kebiasaan latihan Salah. Niatnya sederhana, ingin ikut standar tinggi. Hasilnya? Tidak seindah rencana.
Buat Mac Allister, Salah bukan sekadar rekan setim yang menyenangkan di ruang ganti. Ia adalah contoh ekstrem tentang bagaimana seorang pemain menjaga tubuhnya. Bahkan usaha sekadar datang lebih pagi ke gym pun sering kali sudah kalah langkah.
Tantangan yang Berakhir Cedera Otot

Awalnya Mac Allister cukup pede. Secara usia, ia jauh lebih muda, 24 tahun, sementara Salah sudah 31 tahun. Secara logika, harusnya ia punya keunggulan.
Tapi kenyataan di lapangan berkata lain.
Ketika mencoba mengikuti porsi latihan otot perut ala Salah, tubuhnya langsung 'protes' keras. Bukan saat latihan, melainkan keesokan harinya, ketika semua efeknya terasa.
"Saat pertama kali tiba, saya mencoba bersaing dengannya. Saya pikir, 'Oke, orang ini berusia 31 tahun, saya 24 tahun. Mari kita lakukan latihan otot perut'. Sial, saya rasa saya hanya melakukan tiga sesi dengan Mo sebelum akhirnya menyerah. Saya terbangun keesokan paginya dan merasa sangat sakit hingga nyaris tidak bisa duduk di tempat tidur," kenang Mac Allister saat berbincang dengan The Player's Tribune.
Cerita itu belum selesai. Rasa penasaran eks pilar Brighton ini pun memuncak kala melihat rutinitas tak wajar rekan seniornya tersebut. Ia lantas mempertanyakan pola istirahat Salah yang nyaris terlihat seperti robot tanpa kenal rasa lelah.
"Satu hari saya bertanya padanya, 'Tapi Mo... kapan kamu tidur?'. Dia menjawab, 'Saya tidak suka kalau tidur lebih dari tujuh jam. Saya merasa lelah'. Saya balas, 'Kamu merasa lelah?'. Dan dia berkata, 'Ya, itu terlalu banyak. Kamu hanya butuh enam setengah jam'," ungkapnya lagi.
Dari situ saja sudah terlihat, ritme hidup Salah memang tidak biasa.
Pengaruh Besar Mo Salah

Menariknya, pengaruh Salah tidak hanya terasa di gym. Hal-hal kecil pun ikut berubah, termasuk urusan pakaian saat pemanasan.
Mac Allister mengaku punya kebiasaan lama sejak masih di Brighton: mengenakan celana panjang dan topi saat pemanasan. Baginya itu normal, tidak ada yang aneh.
Sampai satu komentar singkat dari Salah mengubah semuanya.
"Saat melawan Sheffield United, saya keluar untuk pemanasan mengenakan topi dan celana panjang. Mo Salah langsung menegur saya dengan tajam, mempertanyakan apa yang sedang saya lakukan dan kenapa saya memakai pakaian tebal seperti itu. Sejak hari itu, saya tidak pernah lagi memakai celana panjang, hanya karena Mo," ungkapnya di kanal TV resmi Liverpool.
Kedengarannya sepele, tapi dari situ terlihat bagaimana standar yang dibawa Salah merembet ke detail kecil. Tanpa disadari, orang-orang di sekitarnya ikut menyesuaikan diri.
Pengakuan Oxlade-Chamberlain

Cerita soal dedikasi ekstrem Salah juga diamini oleh Alex Oxlade-Chamberlain. Selama enam tahun bersama di Liverpool, ia merasa belum pernah melihat pemain dengan komitmen seperti itu.
Menurutnya, hampir setiap aspek hidup Salah berputar di satu hal: menjaga kondisi tubuh.
"Bicara soal standar pesepak bola profesional, saya belum pernah melihat orang lain melakukan apa yang Mo lakukan setiap jam sepanjang hari," tegas Oxlade-Chamberlain melalui program In The Mixer besutan Sky Bet.
Rahasia kebugaran pemain sayap lincah ini rupanya berpusat pada instalasi pemulihan super canggih di kediaman pribadinya. Fasilitas mewah berharga fantastis tersebut sengaja dirancang khusus demi menjaga kondisi fisiknya agar tetap konsisten meledak di atas lapangan.
"Begitu keluar dari lapangan, dia langsung mengurung diri di pemandian es, bilik es, ruang terapi kriogenik, hingga terapi cahaya merah di rumahnya; siklusnya terus berlanjut tanpa henti dari satu metode ke metode berikutnya," paparnya rinci.
"Dia jelas tidak pernah bermain golf atau sekadar bersantai di waktu luangnya, dia benar-benar mengorbankan segalanya dan tidak punya waktu untuk hal lain," pungkas Oxlade-Chamberlain dengan nada penuh respek.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



