Ramai-ramai Mengecam Gaya Main Arsenal di Kandang Man City
Ari Prayoga | 24 September 2024 05:51
Bola.net - Satu lagi pemain Manchester City yang mengecam gaya main Arsenal saat kedua tim bertemu di pekan 5 Premier League 2024/2025, Minggu (22/9/2024). Dia adalah Manuel Akanji.
Dalam laga yang digelar di Etihad Stadium ini, City sempat unggul cepat lewat gol Erling Haaland. Namun, Arsenal mampu bangkit dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-1 berkat gol Riccardo Calafiori dan Gabriel Magalhaes.
Di babak kedua, Man City mendapat keuntungan usai striker Arsenal, Leandro Trossard diganjar kartu kuning kedua alias kartu merah. City pun menggempur pertahanan tim tamu.
Namun, Arsenal dengan gaya permainan mereka yang cenderung bertahan total sempat mampu menahan gempuran City. Tuan rumah akhirnya terhindar dari kekalahan berkat gol John Stones di menit kedelapan masa injury time.
Penilaian Manuel Akanji

Banyak pihak yang melontarkan kritik terhadap gaya bermain Arsenal di kandang City kali ini. Mereka dianggap melakukan 'gaya main kotor' demi membawa pulang poin dari markas City. Hal tersebut pun juga disetujui oleh Akanji.
"Dalam setiap duel, setiap tendangan bebas yang diberikan, mereka jatuh ke lapangan. Pemain jatuh ke lapangan untuk bangkit, berlari kembali lagi, jatuh ke lapangan lagi, salah satu anggota tim mereka bahkan menghampiri kiper untuk memberi tahunya agar jatuh ke lapangan dan hal-hal seperti ini," ujar Akanji dikutip The Mirror.
“Maksud saya, tidak ada yang bisa kita lakukan. Pada akhirnya, wasitlah yang harus mengendalikan situasi ini sepanjang musim. Tapi ya, tidak ada lagi yang bisa kita lakukan,"
“Itulah yang mereka cari. Selalu ketika kita bermain melawan mereka, itulah yang mereka cari - drama, bermain keras dalam duel, bertahan, 11 pemain di kotak penalti mereka sendiri, lalu melakukan bola mati dan mencoba mencetak gol."
Perjuangan Keras Man City

Akanji mengakui bahwa timnya sempat dibuat frustrasi oleh gaya sepak bola negatif yang diperagakan Arsenal. Meski demikian, pada akhirnya perjuangan keras timnya berbuah satu poin.
“Dengan membuang-buang waktu, kita tidak bisa mengendalikan ini. Terserah wasit untuk melakukan sesuatu. Tapi pada akhirnya, jelas sulit untuk mencetak gol melawan siapa pun yang bermain dengan 10 orang, dengan kiper di kotak penalti mereka sendiri," tutur Akanji.
“Itu berhasil untuk mereka, jadi jika mereka senang dengan satu poin . Kami tidak, kami mencoba untuk mendapatkan lebih banyak, tetapi itulah yang membuat mereka senang. Pada akhirnya kami masih berada di puncak klasemen. Kami belum pernah kalah dalam satu pertandingan pun,"
“Kami mencoba, terutama di babak kedua dengan satu pemain di atas, tetapi sulit dengan 10 pemain bertahan di kotak penalti mereka sendiri. Jadi kami mencoba yang terbaik, kami harus terus berjuang hingga akhir dan untungnya, pada akhirnya, kami mencetak gol dan mendapatkan satu poin.”
Terlepas dari itu semua, Akanji meyakini bahwa timnya lah yang bakal keluar sebagai juara di akhir musim, dan Arsenal kembali mengalami kegagalan seperti musim-musim sebelumnya.
Manuel Akanji Bukan yang Pertama

Akanji bukanlah sosok pertama yang mengecam gaya main Arsenal. Sebelumnya, kecaman keras juga dilontarkan oleh bintang Man City, Bernardo Silva. Bahkan, Silva ikut menyeret Liverpool dalam kecamannya.
“Perbedaannya? Saya tidak tahu. Mungkin Liverpool telah memenangkan Premier League, Arsenal belum. Liverpool telah memenangkan Liga Champions, Arsenal belum," kata Silva kepada TNT Sports.
“Liverpool selalu berhadapan langsung dengan kami untuk mencoba memenangkan pertandingan, jadi dari perspektif ini pertandingan melawan Arsenal tidak seperti yang kami miliki saat melawan Liverpool.
“Jadi ya, mungkin rivalitasnya berbeda.”
Arsenal Peragakan Sepak Bola Negatif

Kecaman yang sama juga dilontarkan oleh bek City sekaligus pencetak gol yang menggagalkan kemenangan Arsenal, John Stones. Bek Timnas Inggris itu jujur mengakui kesal dengan cara main Arsenal.
"Saya tidak tahu apakah mereka telah menguasainya, tapi mereka telah melakukannya selama beberapa tahun," kata Stones.
"Kami tahu akan hal itu. Anda bisa menyebutnya pintar atau kotor, terserah Anda mau menyebutnya seperti apa. Mereka menghentikan permainan dan jelas itu mengganggu ritme permainan bagi semua orang. Mereka menggunakannya untuk keuntungan mereka."
Klasemen Premier League 2024/2025
Sumber: The Mirror
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
LATEST UPDATE
-
Al Nassr Tekuk Damac, Ronaldo Cetak Gol ke-960 dan Pangkas Jarak dengan Al Hilal
Asia 22 Januari 2026, 03:33
-
Hasil Qarabag vs Eintracht Frankfurt: Drama Injury Time Singkirkan Wakil Jerman
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:21
-
Hasil Galatasaray vs Atletico Madrid: Gol Bunuh Diri Selamatkan Tuan Rumah
Liga Champions 22 Januari 2026, 03:03
-
Prediksi Braga vs Nottm Forest 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Celta Vigo vs LOSC 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Roma vs VfB Stuttgart 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 03:00
-
Prediksi Bologna vs Celtic 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi PAOK vs Real Betis 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Prediksi Fenerbahce vs Aston Villa 23 Januari 2026
Liga Eropa UEFA 22 Januari 2026, 00:45
-
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia di FIFA Series 2026: Ujian Awal John Herdman
Tim Nasional 21 Januari 2026, 20:56
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






