Romelu Lukaku vs Anthony Martial, Haruskah Manchester United Meratapi Kesalahan?
Asad Arifin | 19 Agustus 2020 11:23
Bola.net - Ole Gunnar Solskjaer membuat satu keputusan penting pada awal musim 2019/2020. Dia melepas Romelu Lukaku dan menjadikan Anthony Martial sebagai tumpuan. Lalu, apa itu keputusan yang salah?
Romelu Lukaku menjadi tumpuan di lini depan Manchester United pada era Jose Mourinho. Namun, kedatangan Solskjaer membuat pemain asal Belgia itu mulai terpinggirkan dari tim utama United.
Pada akhir musim 2018/2019 lalu, Lukaku tidak lagi menjadi pilihan utama di posisi penyerang tengah. Bahkan, Solskjaer beberapa kali sempat memainkan Lukaku sebagai winger yang bukan posisi terbaiknya.
Akhirnya, Lukaku dijual ke Inter Milan dengan harga 75 juta euro. Solskjaer tak membeli penyerang baru sebagai gantinya. Dia sejak awal yakin dengan Martial dan Marcus Rashford.
Keputusan Solskjaer Jual Lukaku, Tepat atau Salah?
Romelu Lukaku bermain sangat apik di Inter Milan. Sejauh ini, dia telah mencetak 33 gol di semua ajang pada musim 2019/2020. Lukaku membawa Inter Milan ke final Liga Europa, yang gagal diraih United musim ini.
Martial juga tampil bagus. Dia mampu menunjukkan performa yang jauh berbeda dibanding musim sebelumnya. Dia mencetak 23 gol di semua kompetisi, catatan terbaik sepanjang karirnya dalam semusim.
"Jika Anda bertanya kepada saya setahun atau 18 bulan yang lalu apakah Martial adalah orang yang memimpin lini depan United, saya bilang tidak sama sekali," kata pandit sepak bola Inggris, Tony Cascarino, dikutip dari talkSPORT.
"Tapi, sekarang dia dua kali lebih baik dari sebelumnya, saya pikir semua penggemar Man United sadar soal itu. Jelas Lukaku melakukan tugasnya, tetapi dia tidak memenangkan liga bersama Inter musim ini, Juve yang juara," imbuh Tony Cascarino.
Manchester United Tak Perlu Meratapi Lukaku
Tony Cascarino menilai Manchester United sudah tepat mengandalkan Anthony Martial. Sebab, dia telah menunjukkan kemampuan yang bagus dan cocok dengan gaya bermain yang diusung Solskjaer dan klop dengan pemain lain.
"Dia brilian, punya kecepatan dan kecerdasan membaca permainan yang meningkat," kata Tony Cascarino.
"Tapi, saya merasa itu beban terlalu besar jika berharap dia akan menjadi solusi bagi United. Saya pikir United bisa menambah pemain lain untuk membantunya, tetapi dia bisa memimpin United untuk meraih gelar juara," tutup Tony Cascarino.
Sumber: talkSPORT
Baca Ini Juga:
- Barisan Mantan Manchester United yang Berlaga di Final Liga Europa dan Liga Champions
- 5 Drama Pembajakan Transfer Terkenal: Selain David Silva dan Malcom, Siapa Lagi?
- Alexis Sanchez Jodoh Karir Sepak Bolanya Memang di Italia
- Anthony Martial Diklaim Bisa Sejago Cristiano Ronaldo
- Selain Douglas Costa, MU Juga Ingin Comot Pemain Juventus Ini
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gercep, MU Lagi Nego Tipis-tipis dengan Pelatih asal Italia Ini
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:52
-
Arsenal Tikung Manchester United untuk Bek Tangguh Inter Milan Ini?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:41
-
AS Roma Pastikan Batal Rekrut Joshua Zirkzee dari MU
Liga Italia 20 Januari 2026, 15:30
-
Pemain Timnas Portugal Ini Jadi Pembelian Pertama Michael Carrick di MU?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 15:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi Qarabag FK vs Eintracht Frankfurt 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:09
-
Real Madrid vs Monaco: Statistik Gol Mbappe Jadi Ancaman Nyata buat Mantan Klubnya
Liga Champions 20 Januari 2026, 21:04
-
Villarreal vs Ajax: Jaminan Gol dalam Laga yang Berpotensi Berjalan Terbuka
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:55
-
Prediksi Galatasaray vs Atletico Madrid 22 Januari 2026
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:49
-
Copenhagen vs Napoli: Panggung Istimewa bagi Rasmus Hojlund
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:17
-
Update Transfer Resmi 18 Klub BRI Super League pada Januari 2026
Bola Indonesia 20 Januari 2026, 20:14
-
Madrid vs Monaco: Ujian Arbeloa, Reuni Mbappe, dan Angkernya Bernabeu
Liga Champions 20 Januari 2026, 20:00
-
Sporting vs PSG: Tamu yang Sangat Berbahaya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:58
-
Inter vs Arsenal: Catatan Historis Nerazzurri Berada dalam Ancaman
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:47
-
Tottenham vs Dortmund: Catatan 23 Laga Kandang Eropa Tanpa Kalah Jadi Modal Spurs
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:36
-
Bodo/Glimt vs Man City: Panggung sang Predator Gol di Tanah Kelahirannya
Liga Champions 20 Januari 2026, 19:00
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





