Roy Keane Bongkar Penyebab Arsenal Selalu Gagal Juara: Penyakitnya Cuma Satu!
Editor Bolanet | 18 Agustus 2025 14:37
Bola.net - Legenda Manchester United, Roy Keane, menunjuk satu alasan kunci di balik kegagalan Arsenal dalam perburuan gelar Premier League beberapa musim terakhir. Seperti yang diketahui, The Gunners harus puas finis sebagai runner-up dalam tiga musim beruntun.
Musim lalu, mereka harus merelakan trofi jatuh ke tangan Liverpool. Sementara dalam dua musim sebelumnya, Arsenal selalu gagal menyalip Manchester City di putaran-putaran akhir kompetisi.
Menurut Keane, Arsenal tidak memiliki mentalitas pembunuh seperti yang dimiliki oleh para rivalnya. Mereka dinilai terlalu cepat puas dan cenderung bermain aman ketika sudah berhasil memimpin pertandingan.
Di sisi lain, manajer Mikel Arteta mengakui bahwa timnya memang tidak tampil dalam performa terbaik saat menang 1-0 atas Manchester United. Namun, ia justru memuji aspek lain dari permainan timnya, yaitu resiliensi dan kemauan untuk menderita demi meraih kemenangan.
Penyakit Kambuhan Arsenal
Roy Keane mengidentifikasi satu penyakit utama yang membuat Arsenal selalu tersandung di momen-momen krusial. Ia membandingkan secara langsung mentalitas The Gunners dengan para pesaing utama mereka di liga.
Legenda Manchester United itu menyoroti sebuah kebiasaan buruk Arsenal yang sering terulang. Mereka cenderung mengendurkan intensitas serangan dan terlalu fokus bertahan setelah berhasil unggul satu gol.
"Anda bertanya-tanya mengapa Arsenal masih gagal - itu karena mereka masih senang untuk duduk bertahan saat unggul 1-0," kata Keane dalam analisisnya di Sky Sports.
"Dan kemudian Anda berpikir, apakah itu alasan Anda meraih begitu banyak hasil imbang tahun lalu? Anda membandingkannya dengan Man City dan Liverpool," lanjutnya.
Kurangnya Insting Membunuh
Keane melanjutkan analisisnya dengan menyebut bahwa Arsenal tidak memiliki insting membunuh seperti para rivalnya. Menurutnya, Liverpool dan Manchester City selalu menunjukkan rasa lapar untuk terus menambah keunggulan mereka.
Ia merasa bahwa Arsenal harus bisa menjadi lebih klinis dalam permainan mereka. Mencari gol kedua dan ketiga harus selalu menjadi prioritas utama untuk benar-benar mengamankan tiga poin.
"Mereka selalu berusaha untuk terus maju dan mendapatkan gol kedua atau ketiga. Bahkan di hari yang buruk mereka bisa mencetak dua atau tiga gol," jelas Keane.
"Arsenal harus klinis dalam permainan mereka dan benar-benar mengejar gol kedua atau ketiga itu," tegasnya.
Pengakuan Jujur Mikel Arteta
Di sisi lain, manajer Arsenal, Mikel Arteta, seolah sependapat bahwa timnya tidak menampilkan permainan terbaik mereka. Ia secara terbuka mengakui bahwa performa timnya di Old Trafford jauh dari kata maksimal.
Meskipun begitu, ia tetap merasa sangat senang karena bisa membawa pulang tiga poin dari lawatan yang sangat sulit. Bagi Arteta, meraih kemenangan adalah hal yang paling utama dalam pertandingan tersebut.
"Kami datang ke sini dan menang yang merupakan hasil yang besar. Kami jelas tidak dalam kondisi terbaik kami," ujar Arteta kepada BBC.
"Kami menyerang kotak penalti dan kami bereaksi dengan baik terhadap kesalahan yang tidak biasa. Tim bereaksi berkali-kali dengan cara yang luar biasa," tambahnya.
Resiliensi Jadi Kunci Kemenangan
Di balik permainan yang kurang memuaskan, Arteta justru melihat sebuah sisi positif yang sangat penting. Ia mengaku sangat bangga dengan resiliensi dan daya juang tinggi yang ditunjukkan oleh para pemainnya.
Menurutnya, kemampuan untuk menderita dan pada akhirnya tetap menemukan cara untuk menang adalah kunci kesuksesan di tempat sesulit Old Trafford. Inilah yang membuatnya merasa sangat puas dengan kinerja timnya.
"Kami menunjukkan resiliensi dan kemauan untuk menang. Mereka menempatkan Anda di ujung tanduk di sini, Anda harus melalui momen-momen di mana Anda menderita," jelas Arteta.
"Untuk menemukan cara untuk menang di stadion ini, saya sangat senang dengan tim. Saya sangat bangga akan hal itu karena itulah mengapa kami mendapat kesempatan untuk memenangkan pertandingan," tutupnya.
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
MU Memulai Musim dengan Kekalahan, Kesalahan Altay Bayindir Tak Bisa Dibela
Matheus Cunha, Sinar Baru Manchester United di Tengah Kekalahan dari Arsenal
Tujuh Penyelamatan dan Clean Sheet, David Raya Jadi Pahlawan Arsenal di Old Trafford
Man United Dipermalukan Arsenal, Altay Bayindir Disemprot Roy Keane: Lemah
Riccardo Calafiori, Magnet Kemenangan Arsenal yang Bikin Arteta Kagum
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
2 Alasan MU Pede Mateus Fernandes Tidak akan Berpaling ke Tottenham
Liga Inggris 22 Juni 2026, 20:35
-
Update Transfer Ederson ke MU: Kapan Bakal Diumumkan Setan Merah?
Liga Inggris 22 Juni 2026, 19:03
-
Saingi MU, PSG juga Kejar Bintang Timnas Belanda Ini
Liga Inggris 22 Juni 2026, 18:37
-
Reece James Sedih Marc Cucurella Tinggalkan Chelsea untuk Real Madrid
Liga Inggris 22 Juni 2026, 15:20
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Prancis Vs Irak 23 Juni 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 23:30
-
Thomas Partey Bisa Main Melawan Inggris
Piala Dunia 22 Juni 2026, 23:06
-
Tempat Menonton Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026, 23 Juni 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 23:00
-
AI Tempatkan Norwegia sebagai Kuda Hitam Utama di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 22:42
-
Piala Dunia 2026: Keluhan Pelatih soal Fotografer Berlanjut
Piala Dunia 22 Juni 2026, 22:35
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Argentina vs Austria 23 Juni 2026
Piala Dunia 22 Juni 2026, 22:30
-
Piala Dunia 2026: Mengapa VAR Terasa Lebih Baik Dibanding Premier League?
Piala Dunia 22 Juni 2026, 22:14
-
Manchester United Fix Beli Bek Kiri Baru, Ini Target Utamanya
Liga Inggris 22 Juni 2026, 22:13
-
Ghana dan Peluang Meredam Inggris
Piala Dunia 22 Juni 2026, 22:03
-
Kabar Baik MU! Klub Inggris Ini Siap Tebus Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juni 2026, 21:01
LATEST EDITORIAL
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28







