Satu Hal yang Menghalangi Tottenham Merekrut Antonio Conte: Nyali
Yaumil Azis | 9 Juni 2021 07:04
Bola.net - Dalam dunia sepak bola, Antonio Conte dikenal sebagai sosok pelatih yang punya banyak permintaan muluk-muluk. Sayangnya nyali untuk memenuhi permintaan tersebut tidak dimiliki oleh klub raksasa Inggris, Tottenham.
Conte memilih meninggalkan Inter Milan belum lama ini. Keputusan tersebut diumumkan hanya selang beberapa pekan setelah dirinya berhasil mempersembahkan gelar Scudetto buat Nerazzurri.
Diyakini kalau Conte meninggalkan Giuseppe Meazza karena masalah ekonomi. Sebelum cabut, sempat beredar laporan kalau Inter berniat memangkas gaji para pemain dan pelatih guna mengurangi angka pengeluaran klub.
Masalah finansial yang dialami juga membuat Inter harus menjual beberapa pemain pentingnya. Kondisinya sangat berbanding terbalik dengan keinginan Conte yang berambisi meraih trofi lagi di musim depan dan berharap klub mampu mendatangkan pemain berkualitas.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Lantaran kesepakatan tidak tercapai, Conte dan Inter Milan pun harus berpisah. Sampai sekarang pelatih berumur 51 tahun itu belum mendapatkan klub untuk bernaung.
Namanya sempat dikaitkan dengan Tottenham. Menurut kabar, raksasa Inggris tersebut berniat membawanya sepaket dengan eks direktur Juventus, Fabio Paratici. Ujung-ujungnya, Tottenham hanya merekrut Paratici saja.
The Lilywhites disebut mundur dari perburuan tanda tangan Conte. Berdasarkan laporan dari the Athletic, Tottenham pilih mundur karena takut dengan berbagai macam permintaan dan tuntutan Conte.
Conte Bahaya Buat Klub
Ketakutan pertama disebabkan oleh, lagi-lagi, faktor ekonomi. Daniel Levy selaku pemilik klub dilaporkan menolak tuntutan investasi besar-besaran Conte di bursa transfer musim panas tahun ini. Apalagi krisis Covid-19 belum teratasi.
"Daniel merasa tuntutan anggaran belanjanya bukan cuma tidak realistis saja, tetapi juga berpotensi merusak masa depan kami," ujar salah seorang sumber dari dalam Spurs kepada the Sun.
"Daniel ingin kami jadi tim yang sukses melebihi siapapun, namun tidak dengan mengorbankan klub itu sendiri," lanjut sumber tersebut.
Ketakutan lainnya dialami oleh pemain Tottenham. Mereka merasa metode latihan Conte terlalu menuntut dan sangat berat. Soal ini, Carlos Tevez pernah menceritakan bagaimana beratnya beban latihan yang diterapkan oleh Conte saat masih di Juventus dulu.
(The Athletic, The Sun)
Baca Juga:
Jadi Incaran Duo Manchester, Harry Kane Diminta Bersabar Sedikit Lagi di Tottenham
Cuma Bersedia Jual Kontan, Tottenham Pasang Harga Rp3 Triliun untuk Harry Kane
Paratici Ingin Ajak Serta Dua Penggawa Juventus ke Tottenham, Siapa Saja Mereka?
Mourinho Pesimis Wales Bisa Bicara Banyak di Euro 2020 Dengan Bale dan Ramsey
Pemain Tottenham Juga Bersalah atas Pemecatan Mourinho!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alasan Mengapa Fans Liverpool Harus Antusias Menyambut Andoni Iraola
Liga Inggris 9 Juni 2026, 06:29
LATEST UPDATE
-
Indonesia vs Mozambique: John Herdman Akui Garuda Sempat Tertekan
Tim Nasional 10 Juni 2026, 01:10
-
Jadwal Semifinal Piala AFF U-19 2026
Tim Nasional 9 Juni 2026, 23:21
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
















