Scott McTominay Beberkan Aturan Tak Menyenangkan di Akademi Manchester United
Aga Deta | 16 Desember 2019 16:32
Bola.net - Pemain muda Scott McTominay mendapat kesempatan bermain yang cukup banyak pada musim ini. Gelandang Manchester United sudah tampil sebanyak 14 kali di Premier League 2019-2020 dan mencetak tiga gol dan satu assist.
Tercatat ia memulai debut pada 7 Mei 2017 saat Manchester United melawan Arsenal. Manajer saat itu masih dipegang oleh Jose Mourinho.
Pemain berpaspor Skotlandia itu memberikan sedikit cerita tentang ketidaksukaan aturan saat berada di akademi. Namun, ia mengakui aturan itu menjadi satu di antara alasan untuk berhasil di akademi.
"Saya mungkin tidak bisa memberi tahu Anda tentang pemain di klub yang harus memakai sepatu hitam. Tapi, itu adalah aturan dan sesuatu yang biasa bagi setiap pemain akademi," kata McTominay dikutip Sportbible, Minggu (15/12/2019).
"Jika seseorang mencoba keluar dengan sepatu merah itu akan seperti, 'Anda tidak boleh berbeda dengan semua pemain, jadi kembali gunakan sepatu hitam Anda sampai mendapat penghormatan dan hak untuk pakai sepatu berwarna."
"Saya tidak suka sepatu hitam. Tapi, kamu harus melakukannya. Kamu harus menghormati aturan. Tidak ada ego besar, tidak ada anak-anak muda yang datang memakai perhiasan dan terlihat berkilau. Itu tidak terjadi di klub ini," lanjut McTominay.
McTominay juga menjadi saksi dari awal kebangkitan Manchester United. Klub yang bermarkas di Old Trafford itu kini bertengger di posisi enam besar setelah sempat terseok-seok di awal musim.
Sempat Mendapat Kritikan di Awal Musim
Performa McTominay sempat mendapat banyak kritikan pada musim lalu dan awal musim ini. Namun, perkembangan pemain berusia 23 tahun mulai lebih baik dan menjadi sosok sentral dari lini tengah Manchester United dalam beberapa pekan terakhir.
McTominay dan Fred mulai tampil solid di lini tengah Manchester United. Ini menjadi bagus untuk melepas ketergantungan dengan Paul Pogba.
Sumber: Sportbible
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Benediktus Gerendo Pradigdo
Published: 16 Desember 2019
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kebangkitan Kobbie Mainoo Jadi Momen Emas bagi Ineos di Manchester United, Kok Bisa?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 17:11
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Juventus vs Benfica 22 Januari 2026, Streaming UCL di Vidio
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:59
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
















