Senjata Makan Tuan: Mengapa Kini Bek Sayap Jadi Titik Lemah Liverpool?
Richard Andreas | 5 Februari 2021 10:40
Bola.net - Jurgen Klopp dikritik karena beban yang terlalu berat untuk Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold sebagai dua bek sayap Liverpool. Dua pemain ini memang luar biasa, tapi mungkin mereka pun mulai kelelahan.
Ya, beberapa tahun terakhir, The Reds dikenal dengan taktik ofensif-agresif. Salah satu kekuatan utama mereka terletak pada kedua bek sayap yang punya energi luar biasa dan akurasi umpan tinggi.
Sayangnya, musim ini berjalan berbeda bagi Liverpool. The Reds gagal mencetak gol pada tiga laga kandang terakhir, dan baru menelan dua kekalahan kandang beruntun.
Situasi sulit ini pun coba dianalisis oleh Craig Burley, analis Premier League. Burley menjumpai ada masalah pada kedua bek sayap Liverpool, apa katanya?
Harus bekerja ekstra
Permainan Liverpool dua-tiga tahun terakhir memang luar biasa, sulit dibendung. Menurut Burley, salah satu kekuatan Liverpool terletak pada Robertson dan Trent.
Bahkan dia yakin keduanya merupakan pemain yang paling bekerja keras sepanjang 90 menit, terus berlari naik menyerang dan turun bertahan.
"Bukan kejutan bahwa dalam taktik Klopp dan cara bermainnya, para bek sayap mungkin harus bekerja paling keras," ujar Burley kepada Express.
"Bahkan mungkin ada data yang berkata bahwa umumnya para gelandang-lah yang paling sering berlari, tapi jika Anda melihat Liverpool tiga tahun terakhir, dua bek sayap itulah yang terus berlari sepanjang 90 menit."
Senjata makan tuan
Masalahnya, dua bek sayap yang dahulu jadi senjata utama itu kini justru jadi senjata makan tuan. Keduanya tampil tidak terlalu baik musim ini, khususnya Trent yang tampak kelelahan.
Karena itulah Burley mengkritik Klopp. Taktik seperti ini bagus, tapi akhirnya menyulitkan tim sendiri ketika kedua bek sayap kelelahan.
"Sekarang sepertinya taktik itu jadi senjata makan tuan untuk Liverpool, sebab meski kedua bek sayap terus naik dan turun, mereka tampak kelelahan," lanjut Burley.
"Anda tidak bisa meminta pemain terus-menerus melakukannya. Memang ada banyak alasan [untuk kesulitan Liverpool], tapi saya rasa itu salah satu alasan terbesarnya," tandasnya.
Sumber: Express
Baca ini juga ya!
Chelsea Cuma Menang 1-0, Mount: Saya Tidak Bawa Sepatu Gol!
Tottenham Kalah 3 Laga Beruntun, Apa Harapan Terbesar Jose Mourinho Saat Ini?
Peluang Juara Liverpool Hampir Sirna, Saran Jamie Carragher: Fokus Empat Besar Saja!
Arsenal Tercecer di Peringkat 10, David Luiz: Kami Masih Bisa Juara Kok!
Kronik Jose Mourinho Lawan Chelsea: Psywar, Kalah, Lalu Salahkan Wasit
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













