Sibuk Bisnis, Manchester United Lupa Identitas Sebagai Klub Sepak Bola?
Richard Andreas | 7 Oktober 2019 09:20
Bola.net - Ole Gunnar Solskjaer tetap didukung mempertahankan posisinya sebagai manajer Manchester United meski mencatatkan rentetan hasil buruk. Solskjaer dianggap sebagai korban dari manajemen klub yang buruk di tangan orang-orang dengan orientasi bisnis.
Teranyar, MU takluk 0-1 di kandang Newcastle pada pekan ke-8 Premier League 2019/20, Minggu (6/10/2019) malam WIB. Kekalahan itu jelas menampar Solskjaer dan skuad MU. Rumor pemecatan Solskjaer pun tidak bisa dibendung lagi.
Kekalahan itu menegaskan catatan buruk MU dalam laga tandang. Mereka tidak pernah menang dalam 11 laga tandang terakhir di semua kompetisi sejak musim lalu. Solskjaer gagal menyelesaikan masalah MU.
Biar begitu, menyalahkan Solskjaer seorang diri juga dianggap tidak tepat. Mengapa demikian? Scroll ke bawah ya, Bolaneters!
Jangan Salahkan Ole
Menyalahkan Solskjaer bukanlah solusi, setidaknya menurut Paul Parker, mantan pemain MU. Menurutnya, masalah MU lebih besar dari soal pergantian pelatih. Pimpinan dan pengurus klub harus introspeksi dan menyadari kekeliruan mereka dalam mengelola klub.
"Semua orang berusaha menuding dan menyalahkan Ole tetapi Anda harus mengingat bahwa dia berusaha mengelola den melatih klub sepak bola profesional di Premier League," tutur Parker kepada talkSPORT.
"Namun, dia tidak dibiarkan melakukan pekerjaannya dengan benar karena ada orang-orang yang melarangnya mengejar dan mendatangkan pemain-pemain yang dia inginkan untuk menjaga peluang terbaiknya."
Masalah Besar
Intinya, Solskjaer adalah korban terbaru dari manajemen buruk MU. Ketika pelatih tidak didukung penuh, apa gunanya memulai proyek revolusi skuad? Parker tahu masalah ini tidak hanya dimiliki MU, tapi nama besar MU membuat segalanya jadi tampak lebih buruk.
"Situasi itu masalah besar, masalah bagi klub mana pun di divisi mana pun. Namun, ketika Anda bekerja di Premier League untuk Manchester United dan Anda tidak menunjukkan tanda-tanda yang ingin dilihat orang tentang usaha mejadi juara maka tiba-tiba segala tudingan negatif akan mengarah padanya dan itulah yang sedang terjadi," sambung Parker.
"Anda tidak perlu jadi ilmuwan atau mantan pemain untuk memahami masalah MU yang sebenarnya. Mereka bukanlah Manchester United Football Club lagi, sebab saat ini hanya merek 'Manchester United' yang paling utama, bukan 'Football Club' sebagaimana seharusnya," pungkasnya.
Sumber: talkSPORT
Baca ini juga ya!
Fans Diminta Bersiap, Manchester United Memang Akan Babak Belur Musim Ini
#OleOut, Ketika Manchester United Dikecewakan Longstaff Bersaudara
Siapa Biang Kerok Keterpurukan MU yang Sebenarnya: Pimpinan atau Pelatih?
Manchester United Semrawut: Berapa Lama Lagi Sebelum #OleOut?
Manchester United Kalah Lagi, Sudah Waktunya Ole Out?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Tottenham Masuk Persaingan, 3 Klub Premier League Incar Marcus Rashford
Liga Inggris 22 Juli 2026, 11:01
LATEST UPDATE
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
-
Real Madrid Resmi Rilis Jersey Tandang Hijau untuk Musim 2026/2027
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 19:49
-
Karim Adeyemi Resmi Gabung Barcelona dari Borussia Dortmund
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 18:24
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












