Solskjaer Bilang Pesepakbola adalah 'Target Empuk' di Era Pandemi Covid-19, Maksudnya?
Yaumil Azis | 8 April 2020 06:00
Bola.net - Kritikan yang menyasar ke pemain Premier League pada masa pandemi virus Corona ini tidak membuat pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, terkejut. Sebab ia merasa bahwa mereka memang sasaran yang mudah dibidik oleh publik saat ini.
Pemain Premier League diketahui mendapatkan bayaran yang besar dari klubnya masing-masing. Dan sekarang, mereka sedang menjadi target nyinyiran dari berbagai kelompok masyarakat di Inggris.
Sekretaris Kesehatan Inggris Matt Hancock, meminta pesepakbola untuk 'memainkan perannya' dengan memangkas gaji demi mengurangi beban finansial klub. Pernyataan itu sudah terlontar sejak pekan lalu.
Namun sampai sekarang belum ada pemain yang menyatakan sepakat dengan imbauan itu. Sehingga wajar kalau mereka mendapatkan sorotan yang tajam.
Scroll ke bawah untuk membac informasi selengkapnya.
Pemain Jadi Sasaran Empuk
Solskjaer sendiri memaklumi fenomena ini. Namun ia tetap merasa para pemain tidak diperlakukan secara adil oleh masyarakat. Sebab, ia tahu ada banyak pemain yang sudah 'memainkan perannya' di era ini.
"Bagi saya sepak bola terkadang menjadi sasaran yang mudah untuk dibidik," ujar pelatih berdarah Norwegia tersebut kepada Sky Sports.
"Tidak adil untuk menuntut individu atau pesepakbola secara kelompok karean saya sudah tahu beberapa pemain telah memberikan upaya yang besar kepada masyarakat, dan pemain telah membantu banyak dalam situasi ini," lanjutnya.
"Diskusi antara pemain dengan klub sedang berlangsung, soal kotribusi apa yang bisa mereka perbuat. Ini tidak mudah bagi siapa saja, dan kritikan itu tidaklah adil menurut saya," tambahnya.
Ingin Membantu
Ketimbang Menyinyir, Solskjaer meminta masyarakat untuk turut mencari cara penyelesaian masalah ini. Sebab pada dasarnya Solskjaer tahu bahwa semua orang ingin turut terlibat membantu.
"Sekarang adalah soal membuat keputusan yang lebih baik, keputusan yang bagus. Saya pikir kami semua ingin membantu NHS, masyarakat, dan saya pikir penting bagi setiap klub untuk melakukan apa yang dirasa benar," pungkasnya.
Pandemi virus Corona pun sudah membuat pentas Premier League 2019/20 dihentikan untuk sementara waktu. Dan sejauh ini belum bisa dipastikan kapan kompetisi sepak bola tertinggi Inggris itu bakalan digelar kembali.
(Metro)
Baca juga:
- Chicarito Kenang Perasaan Campur Aduknya Saat Pindah ke Manchester United
- Bruno Fernandes Dianggap jadi Faktor Utama Kebangkitan Manchester United
- Karena Hal Ini, Manchester United Jadi Kesulitan Menjual Alexis Sanchez
- Bintang Wolves Ini Tak Bisa ke Manchester United karena Bruno Fernandes, Ada Apa?
- Potret Cantik Samantha Helena, Semakin Aduhai Setelah Dicampakkan Anthony Martial
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ryan Gravenberch Resmi Teken Kontrak Baru di Liverpool
Liga Inggris 7 Maret 2026, 22:59
-
Krisis Memanas, Tottenham Bisa Jadi Favorit Kena Degradasi!
Liga Inggris 7 Maret 2026, 14:34
-
Tidak Ada yang Peduli dengan Marcus Rashford di Barcelona
Liga Spanyol 7 Maret 2026, 12:38
LATEST UPDATE
-
Ketika Rotasi Guardiola Berbuah Tiket Perempat Final FA Cup
Liga Inggris 8 Maret 2026, 16:36
-
Chelsea dan Rotasi Besar yang Memicu Masalah di Lapangan
Liga Inggris 8 Maret 2026, 16:26
-
Liga Inggris 8 Maret 2026, 15:51

-
Joao Cancelo Beri Barcelona Kebebasan Taktis yang Lama Hilang
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 14:23
-
AC Milan dan Makna Penting 3 Poin di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 13:59
-
Allegri Tanggapi Rumor Real Madrid: Apa Kata Pelatih AC Milan Ini?
Liga Spanyol 8 Maret 2026, 13:34
-
Jadwal Lengkap, Hasil Balapan, dan Klasemen Formula 1 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 13:00














