Sombongnya Dimitar Berbatov, Hanya Mau Bicara dengan Rekan Setim di MU
Richard Andreas | 21 Mei 2020 17:40
Bola.net - Dimitar Berbatov pernah menyuguhkan permainan terbaiknya selama membela Manchester United. Tidak lama, hanya empat musim (2008-2012), tapi itu sudah cukup untuk meraih sejumlah trofi.
Karier Berbatov di Premier League layak diceritakan. Dia tiba di Tottenham Hotspur pada tahun 2006, hengkang ke MU tahun 2008, lalu membela Fulham pada tahun 2012-2014.
Selama total 8 tahun itu, Berbatov ternyata hanya mengakui MU sebagai klub yang layak dia bela. Hal ini diceritakan langsung oleh Darren Bent, mantan rekan Berbatov di Tottenham dan Fulham.
Bent mengungkapkan bahwa Berbatov hampir tidak mau bicara dengan pemain lain di dua klub tersebut, tapi ternyata sikapnya di MU jauh berbeda.
Seperti apa? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Jaga Jarak
Bent ingat betul bagaimana sikap Berbatov di Spurs dan Fulham. Striker Bulgaria itu nyaris tidak mau berteman dengan rekan-rekannya, tidak mau berbicara, dan selalu menjaga jarak.
"Dia tidak pernah bicara dengan saya! Katakanlah kami memasuki kantin klub dalam kondisi kosong, dan saya bisa duduk di salah satu meja, lalu dia memilih duduk di meja lain," buka Bent kepada talkSPORT.
"Dia tidak tidak mungkin duduk bareng dengan siapa pun di planet ini, apalagi berbincang-bincang. Saya tidak tahu apa itu karena rasa malu atau hal lain."
"Tidak hanya saya yang mengalami ini. Katakanlah ada saya dan rekan setim lainnya duduk bersama dan mengobrol, bayangkan ada lima kursi kosong di meja kami, tapi dia memilih duduk di meja lain yang lebih jauh."
Begitulah Berba
Sikap yang sama kembali ditunjukkan Berbatov saat membela Fulham. Bent saat itu sudah tahu kelakuan Berbatov dan dia berusaha menenangkan rekan-rekannya di Fulham.
"Saya sudah terbiasa dengan sikap itu, sebab saya sudah pernah bermain bersama dia di Spurs.Hal yang sama pun terjadi ketika kami satu tim lagi di Fulham," lanjut Bent.
"Saya hanya mencoba menjelaskan ke pemain lain: 'Ya, begitulah Berba'."
Berbeda di MU
Saat itu Bent memahami bahwa mungkin memang begitulah sifat Berbatov. Namun, ketika dia bertanya pada rekannya di MU, kelakuan Berba ternyata benar-benar berbeda. Saat itulah dia memahami bahwa Berba mungkin hanya mau bicara dengan pemain hebat.
"Namun, ketika saya bertanya pada berberapa rekan yang pernah bermain bersama dia di MU: 'Apakah Berba juga seperti itu ketika bersama Anda?' Mereka menjawab: 'Tidak kok!'," sambung Bent.
"Mungkin karena pihak MU tidak mengizinkan sikap seperti itu dalam klub, dia dipaksa melakukannya. Namun, saat bersama kami dia jelas merupakan pemain terbaik, mungkin dia merasa seperti: 'Tidak, terima kasih'," tutupnya.
Sumber: talkSPORT
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Usai Rogers, Chelsea Kebut Transfer Bek Timnas Prancis Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 08:30
-
Tes Medis Kelar, Chelsea Perkenalkan Morgan Rogers Hari Ini
Liga Inggris 21 Juli 2026, 05:34
LATEST UPDATE
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
-
Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:48
-
Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 14:40
-
Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
Piala Dunia 21 Juli 2026, 14:21
-
Kolom Bola.net: Spanyol Menciptakan Sistem, Bukan Bintang
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:46
-
Lewis Hall ke Manchester United? Kayaknya Bakal Susah Deh!
Liga Inggris 21 Juli 2026, 11:30
-
Tepati Janji! Marc Cucurella Segera Buat Tatto Luis De La Fuente
Piala Dunia 21 Juli 2026, 11:00
-
Manchester United Mundur dari Perburuan Cysencio Summerville?
Piala Dunia 21 Juli 2026, 10:30
-
Arsenal Ganggu Manchester United dalam Perekrutan Manu Kone?
Liga Inggris 21 Juli 2026, 10:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55








